Di desa kecil hiduplah seorang gadis bernama Rathi yang sangat menyayangi keluarganya, terutama kakeknya Rahman dan neneknya Sari. Rathi sering menghabiskan waktu bersama mereka karena bagi Rathi, keluarga adalah hal yang paling berharga.
Suatu hari, tiba-tiba kakek Rahman merasa sesak napas dan kejang-kejang. Papa Rathi yang bernama Rama dan mama Rathi yaitu Purnami sangat panik. Mereka segera membawa kakek Rahman ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, dokter memeriksa keadaan kakek Rahman. Setelah beberapa saat dokter berkata,
“Maaf Pak, Bu. Kakek Rahman memiliki penyakit paru-paru. Jadi beliau harus dirawat di sini dulu karena sesak napas dan membutuhkan oksigen.”
Papa Rama dengan wajah sedih menjawab,
“Baik, Dok.”
Malam pun tiba. Tiba-tiba kakek Rahman kembali sesak. Ia menangis dan terus meminta pulang karena memikirkan istrinya, nenek Sari. Sejak dulu kakek Rahman dan nenek Sari selalu bersama dan jarang berpisah.
Papa Rama mencoba menenangkan ayahnya.
“Bapak tidak boleh pulang dulu, Pak. Bapak harus dirawat sampai benar-benar sembuh. Mama juga pasti ingin Bapak sehat dulu.”
Namun dengan suara lemah kakek Rahman berkata,
“Nak… bapak sudah tidak kuat. Bapak sudah dijemput oleh orang tua bapak.”
Mama Purnami langsung menangis.
“Jangan bilang begitu, Pak. Jangan tinggalkan kami.”
Pada pukul tiga pagi, kakek Rahman menghembuskan napas terakhirnya. Suasana kamar rumah sakit dipenuhi tangis. Papa Rama menangis keras bahkan memukul tembok karena kehilangan ayah yang sangat ia cintai. Rathi juga menangis memegang tangan kakeknya untuk terakhir kali.
Keesokan harinya kabar duka itu disampaikan kepada nenek Sari. Saat mendengar kabar tersebut, nenek Sari sangat terpukul. Air matanya jatuh tanpa henti. Ketika jenazah kakek Rahman dibawa pulang, nenek Sari duduk di sampingnya dan berkata dengan suara bergetar,
“kenapa kamu ngga ngajak aku untuk ikut pergi...”
Rathi memeluk nenek sari sambil menangis . Saat itu Rathi sadar bahwa kebersamaan dengan keluarga adalah hal yang sangat berharga.
pesan/amanat: kita harus selalu menyayangi dan menghargai keluarga selagi mereka masih ada, karena suatu saat perpisahan bisa datang tanpa kita duga.