Sudah delapan tahun kita berpisah tidak lagi bisa bermain seperti dulu lagi aku sangat merindukan saat-saat itu,saat dimana kita berkumpul bersama.aku dan dua orang sahabat
Aku terlahir dari keluarga yang kurang beruntung dalam segi ekonomi,sedangkan kedua orang sahabat mereka dari keluarga yang berpunya.jadi saat usiaku beranjak dewasa,ayahku terkena musibah beliau jatuh dari motor dan mengalami struk ringgan.
Saat itu aku duduk di kelas tiga sd.melihat kejadian itu hatiku hancur*Apa yang harus aku lakukan setelah ini,sedangkan segala yang ku butuhkan semua ayah yang tanggung,ibu sudah lama meninggal saat usiaku masih sangat muda.*batinku menanggis.
Awalnya hari-demi hari aku jalani semua dengan biasa,pulang sekolah ku langsung bekerja paruh waktu karena aku masih sekolah dasar tidak bisa kerja keras palinggan cuma jaga anak tetangga/di ajak bermain.dengan upah yang hanya cukup untuk aku jajan dan kebutuhan sekolah seperti;alat-alat tulis.
Sedangkan aku butuh untuk bayar sewa rumah dan kebutuhan lain seperti makan ayah juga,biaya listrik.semua itu harus aku pikirkan seorang anak kecil berusia 11tahun.Aku masih sekolah telat karena masalah kendala.
Sebelum kejadian itu memang aku merasakan hidup layaknya seorang anak kecil,belajar sekolah bermain sama teman tanpa pusing memikirkan kebutuhan orang dewasa.
Hari demi hari ku lalui semua baik-baik aku masih bisa bagi waktu.antara belajar dan kerja paruh waktuku di saat weekend sesekali aku bertemu temanku untuk melepas rindu.
Hingga pada suatu hari,waktu itu aku kelas 4SD,memasuki ujian akhir semester semua anak bisa ikut ujian kecuali aku,karena aku belum bayar sekolah,aku tidak minta ke ayahku karena tidak tega hingga saat ayahku tau.aku tidak sekolah
"Lho nak kamu tidak sekolah?" tanya ayahku.
"Tidak yah!" jawabku sedih
"Kenapa,biasanya kamu paling rajin sekolahnya." tanya ayahku lagi
"Hari ini ada ujian yah,di sekolah karena aku belum bayar tunggakan,dan bayar uang ujian aku tidak bisa ikut," jawab ku menjelaskan
"Maafkan ayah ya nak,gara-gara ayah yang tidak berguna jadi sekolahmu terganggu." ucap ayah,ku dengar suaranya sedih.
"Yah bukan salah ayah,semua udah takdir yang maha kuasa,sekarang aku putusin buat cari kerja aja," aku menyemanggati ayah.
"Kerja apa?,kan kamu masih kecil emang bisa?" ayahku ragu akan diriku.
"Ada seorang yang baik hati nyawarin aku kerja jaga perpustakaan,dan ngajarin baca anak-anak kecil,lumayan bayarannya buat kita makan sehari-hari sama bisa buat bayar uang sewa," aku menjelaskan
"Dimana itu,tempatnya,?" tanya ayah lagi.
"Tidak jauh dari sini,aku berangkat pagi jam 7.00pagi.nanti istrahat jam 12.00," jawabku penuh semangat.
"Ya sudah kalo memang itu jalan yang kamu pilih ayah hanya bisa mendoakan semoga kamu bahagia,lalu teman-temanmu gimana?" rupa nya ayah menghawatirkan masa remajaku.
"Aku masih bisa bermain dengan teman-teman,saat pulang sore hari yah,"jelasku.
Ayah tersenyum mengelus kepala tersirat kesedihan dalam sorot matanya yang sayu.*jangan hawatir ayah,aku putrimu akan jadi anak yang kuat,sudah cukup kau menanggungku,menjaga,dan membiayai semua kebutuhanku,kini giliran aku yang membalas jasamu walau takkan bisa membayar semuanya tapi inilah bukti sayangku padamu*batinku tak sadar air mata menggalir dari mataku.
Akhirnya hari yang ku tunggu dimana aku harus berkerja,kerjanya tidak berat hanya berberes menjaga buku-buku,selama dua jam aku melatih anak belajar baca,mengenal huruf A-Z.sambil mengawasi anak-anak yang datang berkunjung membaca buku,dari sinilah aku mulai menyukai buku komik dan sejenisnya dalam satu hari aku bisa baca lebih dari sepuluh buku.
hari demi hari ku lalui suasana berkerja di perpustakaan.setiap hari minggu libur dan aku pun bisa bermain dengan sahabatku.hari yang hanya tersedia satu kali dalam seminggu kami manfaatkan untuk bermain bersama hingga sore.
Sahabatku mengerti keadaanku,mereka bukan sekedar sahabat bagiku tapi juga keluarga saat aku sedih mereka ulurkan tangan untuk mengandengku,dan saat mereka senang,merekapun tidak melupakan ku mereka rangkul aku untuk bersama merasakan kesenangan.
Detik berganti menit,Menit pun berganti jam,Jam berganti hari,Hari berganti minggu,Minggu berganti bulan,Bulan berganti tahun.terus seperti ini dan akan terus begini.
Delapan tahun sudah aku bekerja mengantikan ayah,Dari menjaga perpustakaan,jaga toko,baby sister,sampai jadi IRT dan sekarang aku kerja di warteg membantu masak,ku jalani hanya untuk bertahan hidup.
Melihat kondisi ayah yang semakin hari semakin memburuk,bukan aku putus asa tapi aku takut satu impianku tidak dapat terwujud yaitu di walikan nikah oleh ayahku langsung.aku terus berdoa kepada Sang Maha KHALIK, ayah agar di panjangkan usianya ayah,dan di dekatkan jodohku agar aku bisa mendapatkan cita-citaku
Seperti mendengar doaku Allah mengambulkan pintaku,Allah kirim seorang pria ke dalam kehidupan ku,seorang pria yang terima aku apa adanya terima kondisi ayahku.
Tidak butuh waktu lama pria itu melamarku dua bulan kami menjalin kasih,dia langsung meminangku dan di saksikan ayah menjadi wali nikahku aku bersyukur Allah mengabulkan Doaku.
aku menikah saat usiaku 19tahun.
Seakan hanya menunggu pernikahan ku ayah selalu aku sayang,aku cinta pergi meninggalkan aku untuk selama-lamanya,disaat yang bersamaan aku sedang melahirkan buah cinta kami yang pertama...
"Halo...mala ayahmu udah ga ada!" kata uwaku di tlp
"Apaa!uwa jangan bercanda," kataku berharap ini bohong.
"Siapa juga yang bercanda!" katanya lagi.
Teringatku pembicaraan di tlp malam tadi,saat aku dan suami ingin menengok aku kerasa ingin melahirkan jadi aku tidak bisa ikut pemakaman ayah.
***___selamat jalan ayah semoga dosamu di ampuni dan amalmu di terima maafkan aku putrimu yang belum sempat membahagiakanmu sepenuhnya__***doaku dalam hati.
Enam tahun sudah berlalu saat aku kehilangan ayah yang aku cinta,dan kini putri kedua ku telah lahir,walau aku terpisah jauh dari sahabatku,kami tetap berhubungan lewat medsos,hingga suatu hari saat ku buka medsos kulihat sebuah status yang mengejutkanku...berita duka dari sahabatku Yuli yang telah meninggal dunia lemas tubuh ini kaget sedih semua jadi satu...*kenapa saat aku dapet satu kebahagiaan,aku pun kehilangan orang yang aku sayang tidak bisakah aku miliki keduanya,memang terlalu egois tapi aku berharap bisa*bantinku menjerit.
Saat ini udah Empat tahun sahabatku pergi untuk selamanya meninggalkan kami orang yang mencintainya,dia meninggalkan seorang putra.
***__selamat jalan sahabatku semoga kau tenang di sisinya,segala amalmu di terima,dan dosamu di ampuni,dan bagi kami yang di tinggalkan di berikan kesabaran__**
Ayah,dan Sahabatku aku rindu kalian terimakasih pernah menjadi orang terpenting dalam hidupku.menggisi kekosongan dalam hatiku jasa,dan kenangan kalian akan selalu hidup di hatiku
***_______TAMAT____***
💞Terimakasi💞