Apa yang di sebut kehidupan semua hanyalah angan belaka seperti sebuah bunga yang berawal dari kuncup dan berakhir ketika bunga itu layu.
kehidupan dan kematian saling berhubungan satu sama lain tak bisa di ubah, dan juga tak bisa di pisahkan namun aku sadar kehidupan yang seperti itu lebih indah sekaligus lebih menyakitkan.
beberapa tahun berlalu ku lalui dalam keheningan, menjadi seorang istri di atas kertas bahkan suamiku sendiri tak pernah mengetahui keberadaan ku. hanya menunggu kapan kematian itu menjemput dan kapan malaikat pencabut nyawa akan menghapiri ku
hal yang selama ini selalu ku tunggu dalam ruangan pengap penuh dan kotor ini namun siapa sangka bahwa aku akan berakhir dalam kehidupan cinta yang tragis.
Suatu hari ada seorang pemuda yang menyelamatkan ku dari sakit nya kesepian dalam sebuah gedung kosong, Kami sangat mencintai satu sama lainnya namun siapa sangka bahwa karna hal itu dia malam mati
aku begitu bodoh karna orang yang ku angap sebagai panutan adalah suamiku sendiri orang yang selama ini begitu ku benci
orang yang telah membunuh ayah dan ibuku
dia adalah suamiku
Sebagai seorang putri aku ingin balas dendam, aku masuk kedalam keluarga suamiku dan menjadi istri dari adik suamiku
tampan dia memang lebih tampan dari nya namum aku tak peduli karna alasan ku sekarang hanya ingin balas dendam.
******
Senja menghiasi langit sore cahaya indah orange menghiasi sekitar danau. aku termenung menatap hamparan langit ingin rasa nya memiliki sayap dan terbang di antara langit yang indah bagaikan seekor burung yang bebas menari kapan pun dan dimanapun.
" Ara loh ! ngapain di sini?" tanya doni menghapiri ku, aku tersentak karna kedatangan doni bagaikan seeorang hantu saja.
" Kamu sudah pulang?
kenapa langsung kemari? ” Balas ku pada pria yang kini berstatus suamiku ini.
" Kenapa loh bersikap aneh?
loh membunyikan apa lagi?" Tanya doni penuh dengan pandangan menyelidik ke arah Ara yang hanya diam, siapa sangka dia bisa mengetahui perubahan ku.
" Tidak ada!!" ucapku pelan.
Doni menerka-nerka apa yang baru saja terjadi kepada Ara yang bersikap aneh hari ini, gadis itu meningalkan doni di danau buatan dekat villa mereka.
Di sepanjang perjalanan tak ada kata yang terucap, melainkan hanya sebuah keheningan
Hari demi hari berlalu ara mulai merasakan bosan menjalankan peran nya. Peran menjadi istri yang baik bagi doni namun dendam dalam hatinya semakin lama tak tertahankan.
Hari ini adalah anniversary pernikahan mereka. Ara sudah siap dengan pakaian rapih miliknya, rencananya ia ingin membalaskan dendam yang merajarela hari ini namun siapa sangka anniversary yang harus nya menjadi tempat kematian doni malam menjadi tempat yang membuat hatinya gudah.
tekad yang selama ini sudah bulat perlahan meluntur, Ara tak bisa lagi membendung air mata dalam kelopak matanya sungguh ia terlalu terharu saat doni dengan manja dan mesra nya memperlakukan dirinya bagaikan seorang putri.
" Ara ! loh hari ini cantik!!" ujar doni merangkul bahu ara yang kini menegang.
' Tidak aku tak boleh lemah ' batin ara menguatkan dirinya.
" Ara. . gue suka bau harum parfum mu!!" ucapnya pelan.
"..........."
Ara semakin menegang saat doni semakin lama bertingkah romantis, tak bisa ia tak boleh roboh karna kelakuan doni.
membuang muka ara melangkah pergi dari sana namun dengan cepat doni memegang tangan nya memeluk istrinya lembut.
" Tolong. . jangan membuat ku roboh!!" air mata kini tergenang dalam kelopak matanya.
" Apa maksudnya...?"
" Lepaskan tangan mu! kini berbeda dunia
aku bukan lah ara yang selama ini kamu inginkan..." Ara berusaha melepaskan gengaman tangan doni namun doni semakin kuat memegang nya.
" Ara loh bertingkah aneh lagi?"
" Aku bukan ara yang selama ini kamu pikirkan, ara yang selama ini bersama mu hanyalah khayalan" jelas gadis itu pelan.
ara merogoh tas nya mengambil sebuah amplop putih dari dalam nya, memberikan pada doni yang kini terdiam. menerima deban penasaran ia membaca deretan tulisan wajah nya sedikit emosi teryata itu adalah surat cerai.
amplop barusan doni sobek sampai menjadi bagian terkecil dan melemparkannya pada wajah ara yang tak beremosi sedikit pun, doni memegang bahu ara dan menggoyangkan bahu gadis itu.
" loh ingin cerai? jangan harap?" doni berbicara dingin.
" Bagaimana jika aku katakan bahwa aku adalah mantan istri dari Kakak mu?" Tanya ara tepat sasaran.
doni melangkah kaki kebelakang, tubuhnya bergetar mendegar kata kakak yang selama ini begitu ia sayangi. kenapa ara bisa tahu tentang kakaknya padahal semua tentang kakanya hanyalah bagaikan lukisan abstrak semua nya samar. gadis yang ia cintai dalam diam selama ini kenapa selalu ingin meninggalkan nya lagi dan lagi.
" Hahaha jangan bercanda!!" doni tertawa samar.
" Aku tak pernah bercanda,
Aku tau kau mencintaiku namun kau mencintai sosok ara yang ramah dan polos sedangkan itu hanyalah akting...!!"
" Yang sebenarnya aku mencintai kakakmu kami menikah beberapa tahun yang lalu di kuar negri. namun pernikahan ini hanyalah sebatas status aku bahkan tak mengetahui wajahnya . . sampai waktu itu kematian ayah dan ibuku akibat pembunuhan siapa sangka dalam masa keterpurukan itu ia muncul dan membawaku keluar dari jurang itu menjalani cinta dan kasih sayang siapa yang tahu bahwa ia adalah pembunuh orang tuaku dan aku ....
ada di sini untuk membalas masa lalu..."
" Istri kakaku?"
ara menganguk dan meningalkan tempat itu, cahaya remang-remang jalanan yang sepi kini menghiasi sepanjang langkah kakinya selama ini ia berusaha untuk tak goyah.
namun kenapa takdir mempermainkan dirinya kenapa cinta datang pada dirinya lagi kenapa? padahal semua hanyalah status saja.
beberapa hari kemudian.
Dengan menarik koper hitam besarnya, ara melangkah menuju bandara wajah nya sedikit tak rela karna harus meningal negara kelahirannya, tapi untuk apa ia berada di sini toh doni juga setelah mengetahui semua nya ia menghilang bahkan tak menghubungi nya lagi.
menatap jam tangan di lengan nya masih ada waktu 10 menit sebelum keberangkatan pesawat, mendudukan dirinya di kursi tunggu
cukup bosan.
senyum perlahan memudar saat jam menunjukkan hampir jam satu ia kembali berdiri dan menarik koper ke arah pesawat.
tak jauh dari keberadaan ara Doni tergesa-gesa berlari ke arahnya.
" ARA!" triaknya.
menghentikan langkahnya, pandangan Matanya bertemu dengan mata doni.
" Kenapa di sini?" tanya ara dingin.
" Ara apapun masa lalu loh, kita hanya perlu menulis awal dari cerita kita...!!"
" Maaf aku tak bisa!" ujar ara pelan.
doni menghentikan kegiatan ara, dia merampas koper nya dan membanting ke sembarang arah" Ara kau tak boleh pergi meningalkan ku setelah membuat kesalahan patal kau harus bertanggung jawab" Ujar doni tegas.
" Kesalahan?"
Ara mengambil koper nya mengabaikan omelan dari doni, senyum simpul terlihat oada bibirnya siapa sangka doni akan begitu mencintai nya namun semua tak boleh terjadi.
" Gue cinta sama loh kita jalani dari awal yah?"
Deg
detak jantung ara terhenti menoleh ke belakang" Ini kata yang aku tunggu namun maaf aku juga tak bisa aku tak memiliki alasan untuk bersama bersama mu ... doni sampai jumpa Terima kasih atas semua nya" Ujar nya pelan.
Ara masuk kedalam pesawat di iringi tatapan kecewa dari doni yang tertolak, pesawat lepas landas dari bandara Doni menengandah ke atas melihat kepergian ara.
di dalam pesawat ada sebuah kerusakan semua orang panik, tak terkecuali ara yang kini hanyalah terdiam dalam sepi" Doni kumohon hidup lah dengan bahagia" kalimat terakhir dari nya.
* BOOOM *
pesawat meledak di udara, doni membulatkan matanya tak percaya melihat serpihan awak kapal yang berhaburan di lekap si jago merah.
para polisi dan tentara milirer langsung datang ke tempat.
tes tes tes
hujan perlahan turun dari langit, membasahi wajah doni yang begitu trauma dan shock melihat kepergian dari ara. kakinya lemas seakan tak bisa lagi menopang tubuhnya ia jatuh terduduk dan perlahan pingsan di jalanan derasnya hujan mengawali kesedihan yang tak bisa ia utarakan.
Seminggu kemudian.
cahaya remang-remang menghiasi taman yang sepi, angin menerpa dedaunan yang bergoyang. cahaya malam menghiasi menerpa jajaran bunga indah di sekeliling nya.
Yah bunga mawah yang merupakan bunga paling merah dan indah
disana terlihat seorang pria menangis tersedu-sedu wajahnya pucat air mata terus turun dengan deras nya bagikan sungai yang mengalir ke lautan.
seorang wanita berdiri di depan nya tangan nya memegangi dagu pria itu.
" Kau kembali! bagaimana kau lolos dari pesawat jatuh itu?"
tanya doni dengan perasaan senang bercampur penasaran perlahan ia tersenyum dan memeluk doni dari depan.
" Ntah itu kakak mu ataupun aku kami berharap kau hidup bahagia" bals nya ramah.
" Aku selaku mengawasi mu!!"
" jangan bercanda?
Ara tubuh mu meluntur?" ujar doni panik.
" Aku sudah tiada kumohon lupakan aku!"
" Ara kau harus hidup bersama ku lagi..!"
" Dengarkanlah cinta tak selama nya harus memiliki dan tak selamanya akan berjalan mulus," Gadis itu menengadah ke arah langit.
" Aku sudah mati kumohon lupakan aku" ia menyentuh dahi Doni membuat pria itu menatap dengan pandangan sedu dan perlahan tubuh wanita itu pecah menjadi debu.
" Ara aku akan menyusulmu" ia tersenyum.
Cinta mungkin tak selamanya berjalan sesuai kehendak.
cinta yang di awali kebencian akan berakhir dalam kesalah pahaman.
jika kita mengenal cinta dan kasih sayang kita juga akan mengenal dendam serta kebencian.
Cinta bagaikan racun yang membunuhmu secara perlahan dan semua berakhir dalam kematian.