Lama ku termenung memikirkannya hingga aku pun tak sadar aku terditur,akan tidurku ini menjadi yang terakhir?.
"Akh...aw sakitttt...!" teriakku menahan sakit.
"Aduh,aku tidak tahan lagi.ini begitu sakit!"
Saat aku mulai putus asa dan pasrah saat itu tiba-tiba ku dengar suara seorang memanggil ku.
"Mama...mama kenapa?,sakit lagi ya? sebentar ma aku ambilkan minum!," kata putri kecilku memegagi tangganku..
Aku hanya tersenyum mencoba terlihat degar di depan.ku pandanggi punggungnya yang kecil itu dari belakang,tak ku sadari air menetes membayanggan ap yang akan terjadi jika aku harus meninggalkannya?.
Masa depanmu masih panjang nak masih butuh di bimbing,jika aku tidak ada siapa yang akan menjagamu nak?ketiga putriku yang masih butuh kasih sayang apa lagi untuk si bungsu bahkan usianya belum genap satu tahun
"Mah,ini air minumnya!di minum dulu biar mamah tidak sakit!" kata putri pertamaku memberikan gelas berisi air putih.
Akuu meraihnya,ku pandanggi dia.makin besar rasa ketakutan ini memburu.
"Terimakasih nak,dimana adikmu?," tanyaku padanya sambil mengelus rambutnya.
"Ada di depan mah lagi maen,aku pergi dulu temani adik,kalo mamah butuh apa-apa panggil aku ya?" mintanya sambil berlalu.
"Baik nak terimakasih,kamu harus bisa jaga adik yach," aku hanya tersenyum melihatnya berlari
Setelah anak pertamaku pergi aku pun berbaring di kasur,ku pandanggi anak terkecilku.dia begitu polos karena masih bayi,*apakah masih ada kesempatan untukku melihatmu tumbuh jadi dewasa nak*batinku mananggis.
"Akh...!" sakit ini datang lagi.bahkan jadi lebih sakit lagi.
"Ayah,tolong mamah! aku mohon cepat pulang mamah udah gak kuat," erangku memanggil suamiku yang sedang berkerja.
*Ya Allah.apa ini akan menjadi yang terakhir untukku?,Ya Allah aku mohon Jika memang Engkau berkenan,tolong berikan aku kesempatan hidup lebih lama,setidaknya Sampai anak-anakku tumbuh dewasa,melihat dia menjadi gadis yang cantik,berhasil dan melihat dia menikah.Hidup bahagia dengan suaminya menggantikan aku yang menjaganya*Doaku dalam hati.
*Kalau nemang kau ijinkan aku dan menggabulkan semua doaku,aku akan iklas Jika di saat ku melihat mereka bahagia kau memanggilku*
"Akh,Ya Allah aku mohon kabulkan pintaku ini terlalu sakit,!" aku masih merintih menahan sakit,biasanya rasa sakit ini akan hilang lalu datang lagi begitu seterusnya,tapi kali ini kenapa sakit ini begitu lama tidak hilang.
Rasa khwatirku pun makin menjadi.Ya Allah tolong berikan aku kesempatan aku masih belum bisa meninggalkan mereka,(anak-anakku).
Lama ku menahan sakit,akhirnya sakitnya mereda eranganku membanggunkan si kecil,untung dia gadis penurut walau usianya masih bayi tapi dia jarang menaggis.
"Kakak,!" aku memanggil putri pertamaku.
"Iya mah sebentar,!" suaranya dari depan.ku dengar ia berlari menghampiriku.
"Ada,apa mah?" tanyanya.
"Ini nak tolong jaga adik sebentar,yah mamah mau istirahat!" pintaku.
"Baik,mah sini adiknya aku gendong." dia menggulurkan tanggannya.walaupun usia baru sepuluh tahun tapi dia sudah bisa membantuku.
Adiknya merasa senang saat di ajak kakak.melihat usianya yang baru sepuluh tahun aku pikir dia akan menolak permintaanku,ternyata dengan senang hati dia menerimannya.
Sang adikku karena sudah biasa di ajak main ma kakak jadi tidak rewel.anakku keluar dari kamar aku pun segera istrahat berharap setelah ini sakitnya akan hilang.
***
Hari sudah mulai sore,sudah mau masuk waktu ashar biasanya sebentar lagi suamiku pulang kerja
Tok...tok...tok.
terdengar suara ketukan pintu,saat itu aku sedang menemani anak-anak nonton tivi.putri keduaku berlari menuju pintu untuk melihat,memang kalo ayahnya pulang kerja dia paling bersemanggat
"Assalamualaikum!" suara ayah terdengar dari luar.
"Waalaikumsalam,yah!" jawab kami bersama-sama.
krek.
pintu di buka,ayah pun masuk kerumah anak-anak salim begitu pun aku,ayah langsung mandi dan berkumpul bersama kami.
"Ayah mau makan sekarang,apa nanti?" tawarku.
"Nanti mah,oh iya gimna keadaan mamah?" tanya suamiku.
"Alhamdulilah untuk saat ini sakitnya berkurang walau sesekali suka kambuh!" jawabku sedih
suamiku pun mendekat melihat keadaanku.sambil memeganggi perutku.
"Akh,Ya Allah sakit lagi.!" aku pun segera ambil posisi tiduran,karena dengan posisi ini akan mengguranggi rasa sakitnya.
"Apa udah waktunya mamah buat pergi ya, Yah," aku mengeluh sambil menanggis karena rasa sakit yang begitu dalam.
"Hus,mah jangan ngmong sembarangan." omel suamiku
"Habis ini sakit banget yah,kaya di tusuk-tusuk perih.!" ujarku lagi.
"Inget anak mah masih kecil-kecil masih butuh kasih sayang,emang mamah tega mau ninggalin mereka?" tanya suamiku sambil memijatti perutku yang sakit.
Mandenggar uncapan suamiku ku pandanggi mereka tiga anak yang sedang lucu-lucunya bermain tanpa tau penyakit mamahnya.begitu polosnya mereka,dan aku tidak bisa bayangkan apa yang bakal terjadi kepada mereka sepeninggalku.
"Sungguh sedih hatiku kenapa aku harus mempunyai penyakit seperti ini!" ujarku masih menanggis
"Mah,sadar setiap musibah,penyakit,rejeki,juga maut udah di atur semua pasti ada pasang surutnya,semua manusia ciptaannya pasti mengalami.!" suamiku menasehati
"Inget mah,Allah kasih kamu penyakit itubtandanya Allah masih sayang ma kamu,Allah uji kesabaranmu dengan rasa sakit ini,Tapi percaya lah bahwa sesungguh saat ini Allah sedang mengguranggi dosamu," lanjutnya
Tanggis ku pun makin menjadi mendenggar uncapannya.bener juga biasanya kalo tidak sakit pasti aku sedang banyak gerak dan sedang repot-repotnya itu membuatku cape,tapi karena aku sakit aku harus istrahat tidak mengerjakan semuanya.walau seperti itu tetap aku harus bersyukur.
"AstagfirrullahAl'aziim,!" aku menyenbut.
"Ya Allah maaf kan aku yang berdosa ini yang tidak tau bersyukur atas nikmatmu,yang terlalu banyak menggeluh dan meminta.hingga tak sadar atas rikqi yang kau berikan ini,!" doaku menyesal.
"Kamu harus kuat mah,bertahan demi anak-anak,lihat si kecil ini masih butuh ASI.!" suamiku mengendong anak ke tigaku.
Aku menanggis melihat anak-anakku dan kupeluk mereka semua,*Demi anak-anakku Aku harus kuat*
batinku teriak.
"Besok kita periksa ya?" ajak suamiku.
Memang selama ini aku belum pernah periksa ke dokter.walau sakit ini sering kambuh.
"Baik yah," jawabku singgat.
***
Keesokn harinya aku sudah bersiap untuk periksa aku mengendong bayiku,karena tidak munggkin aku tinggal.kasihan anak pertamaku nanti,untuk anak kedua karena udah biasa di tinggal sama kakanya jadi udah nurut dia.
"Udah siap yuh kita berangkat," ajak suamiku.sengaja libur kerja untuk menemaniku periksa.
"Udah ya,yuh jalan!" jawabku
"Mamah berangkat dulu ya Anak-anak!" pamitku pada anak-anak
"Iya,mah hati-hati di jalan," kata anakku berbarengan
"Iya,sayang Mamah titip adikmu yach!" kataku kepada anak pertama
"Iya mah,mamah ga usah khawatir aku pasti jaga!" uncapnya semangat.
Akupun jadi tenang.meninggalkan mereka dirumah sendiri.setelah berpesan aku dan suami siap jalan.
Cukup macet hari itu di jalan jadi agak lama menuju ke pukesmas.karena masih pagi Jam kantor.
dalam perjalanan cukup menempuh waktu empat puluh menit sampai di PusKesMas.
***
Saat sampai tempat tujuan aku masuk dan mengambil nomer antrian aku dapet nomer antrian nomer dua untung saja tadi dateng cepat.
Setelah menunggu tiga puluh menit karena memang pendaftarannya belum di buka.
"Antrian umum nomer dua," panggil petugas pendaftaran
"Iya saya," jawabku sembari mendekati.
"Siapa yang mau berobat bu?Sakit apa terus kartu berobatnya mana?" tanya petugas lagi.
"Saya yang mau berobat,ini kartu berobatnya" aku menyodorkan kartu kewat sela-selah penghalang.
Biasanya tidak ada penghalang karena masih masa pandemi jadi harus jaga jarak.
"Silakan ibu,ini kartu berobatnya ibu tunggu di situ," kata petugas menyerahkan kartu
"Terima kasih" ucapku sambil berlalu meninggalkan ruang pendaftaran.
Aku duduk di sudut yang ada tempat untuk bersandar karena sesekali rasa sakit ini kambuh.
aku menunggu Dokter belum juga datang padahal hari udah mulai siang.
Akhirnya setelah menunggu selama dua puluh menit Dokte dateng dan mulai memeriksa pasien pertama,aku masih harus menunggu giliran
"Pasien nomer dua,!" panggil perawat.
Aku pun mendekat dan masuk ruangan
***Dalam ruangan***
"Assalamualaikum ,bu Dokter," Sapaku
"Waalaikumsalam,silakan duduk bu," jawab Dokter mempersilakan
Aku duduk di bangku yang sudah di sediakan.dan Dokter mulai pertanya.
"Apa yang di rasa bu?" tanyanya
"Ini bagian perut sering terasa perih,mual mau muntah tapi tidak keluar," jawabku.
"Jangan banyak pikiran,banyakkin makan terus minumnya air hanggat ya,ini Asam lambung," katanya Dokter
*Gimana ga banyak mikiran,ngurus anak tiga masih kecil-kecil,di tambah harus ngurus sekolah Online anak,udah deh pusing banget*batinku.
Aku hanya tersenyum.dan ku lihat Dokter sedang menulis resep.tak berapa lama kemudian di berikannya kepadaku,aku pun keluar ruangan.
"Terima kasih,Dok," ucap ku berlalu,tak lupa menutup pintu.
Harus antri obat lagi,untung tidak harus menunggu lama lima menit kemudian aku dapatkan obatnya setelah di jelasin obatnya; ada vit (harus abis),dan obat perih sesudah makan,obat perih sebelum makan.totalnya ad tiga obat.akupun berlalu
aku kembali mengendong bayiku yang tadi di gendong suami saat aku sedang di periksa.kami pun pulang.
***
Sesampainya di rumah aku segera minum obatnya sebelum makan.dan sesudah makan tidak lupa Vitnya juga.
Setelah minum obat rutin selama tiga hari dan menggikuti anjuran Dokter aku pun berangsu-angsur membaik.penyakitku sudah tidak lagi kambuh.
walaupun saat ini masih sering terasa perih tapi tidak separah dulu.sekarang cukup istrahat sebentar sakitnya hilang.sungguh tidak enak rasanya.
"Alhamdulilah,terima kasih ya Allah karena telah memberikan aku kesembuhan,kesempatan untuk bertahan lebih lama melihat buah hatiku tumbuh menjadi anak yang SHOLEHAH," aku menguncap syukur.
***__TAMAT_____________***
catatan:
ini kisah nyataku yang memang benar-benar aku alami selama ini,saat itu memang aku merasa putus asa dan pikiranku kemana-mana,ada rasa takut,dan sedih.tapi aku punya suami dan anak-anak yang harus aku jaga,pikiran ini yang buat aku bangkit dan tetap bertahan sampai sekarang.
pesan buat Mamanya Haikal:
Kita sama-sama seorang Mamah punya buah hati yang harus kita jaga.aku rasakan perasaan mama.tapi percaya aja ga ada penyakit yang ga ad obatnya.mamah hayo berjuang demi buah hati kita..aku yakin mamah pasti sembuh,karena Allah sayang Mamahnya Haikal.
Salama hangat dariku
Terima kasih
WASSALAM..