"bomm! Bomm!" ratusan gelondongan kayu menerjang maju "gaukkk!" menghantam martha yg tidak sempat membuat perisai pelindung, "wingggg" suara berdengung, area sekitar mulai tenang kembali "brakkkk!" di susul sebuah gelombang air yg langsung mengarah ke Magnus "gerkkk!" air itu menghantam Magnus hingga dirinya harus menghantam dinding laboratorium dengan keras.
Martha *mengerang kesakitan*: erghhh! Lumayan juga manusia ini..... Aku hampir mati tadi
Mangus *memegangi perutnya*: argh, *menatap martha* cukup berbahaya, salah satu petinggi chronicle memang sudah di kategorikan serangan level naga, aku harus waspada
Martha *tersenyum licik*: manusia.... Mana 140 kemungkinan mu itu? Apa sudah sirna?
Magnus *tenang*: kau bilang nyawamu akan mati jika harga diri mu hancur, kalau begitu aku cukup memukul mu mundur dari medan perang
Martha *menantang balik*: ayo coba saja *merentangkan tangannya* akan ku terima serangan mu itu!
*swishhh!* dedaunan terhempas angin, muncul jejak asap di tanah, kilauan logam mulai mendekati dengan cepat "swukkk!" gyuki membuat barrier dari tentakel nya yg melindungi seluruh tubuh nya "swrakkk" darah menetes dari bekas tebasan di tentakel gyuki, Rintaro membuat gyuki harus menahan serangannya beberapa kali sampai akhirnya "wukk, bamm!" gyuki berhasil menangkap Rintaro membantingnya ke tanah hingga menciptakan lubang yg cukup dalam.
Gyuki *tersenyum*: ku kira sehebat apa ternyata—
*dari belakang dua pedang bak taring harimau menghujam punggung gyuki*
Gyuki *kesakitan*: arghhh! *melihat ke arah lubang* kayu? Apa tadi hanya?
Rintaro: benar, itu hanya bayangan saja
Gyuki *tersenyum licik*: kesalahan ku terlalu meremehkan ninja *menghentakkan perisai nya* maaf aku telah meremehkan mu tapi kali ini *gyuki menumbuhkan 8 tentakel gurita di punggung nya* aku akan memaksa mu untuk tunduk!
Rintaro *tersenyum*: ok, ok, ok aku akan melayani mu *Rintaro mengubah kedua tangannya menjadi logam panas* aku juga tidak akan main² lagi!
Lazarus *mengintip dari balik pohon*: aku harus pergi menjauh, aku bisa mati jika terlalu dekat *berlari menjauh*
"gluk! Gluk! Gluk!" 8 tentakel itu menyerang layaknya pedang tentakel² itu menebas pohon dengan rapi cepat, tajam, dan tidak bisa di prediksi "druk! Durr! Brukk!" pohon tumbang, batu hancur, tanah hancur setiap tentakel itu bergerak secepat bayangan "glup, cess" aroma daging terbakar tercium, tentakel itu menyentuh logam panas yg menyala merah "srittt!" logam panas itu berubah menjadi belati tajam yg langsung menusuk tentakel gyuki hingga membuatnya terkejut untuk kedua kalinya.
Gyuki *terkejut*: itu bukan kekuatan mutant, apa itu?
Rintaro *tenang*: teknik rahasia clan ryuki "demon hand" makhluk seperti mu tidak akan mengerti
Gyuki *terpana*: aku tidak pernah mendengar hal itu selama hidup ku *tersenyum licik* ini menarik untuk bahan eksperimen ku!
Rintaro *tersenyum*: teknik ini hanya bisa kau pelajari, bukan kau teliti
Gyuki *tersenyum sinis*: itu menurutmu, menurut ku semuanya bisa ku teliti
Rintaro *mengenang masa lalu*: kau harus menemukan tujuan hidup mu untuk melatih teknik ini
(flashback)
Di suatu tempat bernama gunung ryuko tempat di mana para ninja di bentuk dan di latih, jetitan, suara logam, suara langkah yg ringan, adalah suara yg sudah biasa terdengar
Rintaro *penasaran*: guru apa dunia akan berakhir jika manusia punah
Sensei *tersenyum*: seekor tikus yg hidup dengan berkecukupan akan jenuh jika terlalu lama dan akan mencoba melakukan hal lain yg belum pernah dia coba
Rintaro *bingung*: apa maksudnya? Aku tidak mengerti?
Sensei *berlutut hingga sejajar dengan wajah Rintaro*: manusia akan benar² punah, jika mereka kehilangan keinginan untuk melakukan sesuatu jadi carilah tujuan hidup mu dan teruslah hidup untuk di kenang
"wush, wush, wush" puluhan langkah terdengar dari atap, suara raungan terdengar jelas hingga keseluruh desa ninja, Rintaro terbangun dari tidur nya dan melihat ayah dan ibu nya tidak ada di rumah
Rintaro *bingung*: ayah, ibu? Kalian dimana? Kalian dapat misi mendadak? Kenapa ngga bilang dulu—
"dek! Dek! Dek!" suara aneh mulai terdengar, Rintaro sembunyi di balik lemari menahan nafas "drakkk!" pintu terbuka, udara dingin mulai masuk di susul seekor harimau yg memiliki tanduk masuk makhluk itu mulai mengendus area sekitarnya, saat makhluk itu mengendus lemari tempat Rintaro bersembunyi tiba² "swoushhh" sebuah tebasan mengarah langsung ke mulut makhluk itu, Rintaro berlari keluar dan langsung ke dojo milik gurunya "rikkk!" pintu dojo terbuka, ratusan mutant tergeletak tak bernyawa, di tengah arena latihan seorang pria dengan tangan yg menyala merah berdiri tegak menatap Rintaro yg baru datang.
Rintaro *gemetar*: sen.... Sensei? A... Apa itu kau *mengangkat pedangnya*
Sensei *mendekati Rintaro*: maaf Rintaro... Aku tidak berhasil menyelamatkan ibu mu dia di bunuh mutant
Rintaro *terkejut*: itu... Tidak mungkin! Jangan bohong *Rintaro berlari masuk ke dalam aula utama dan melihat ayah nya menangis di sebelah jasad ibunya*
Rintaro *menangis*: ibu!!!
Tanaka *mencoba tetap tegar*: Rintaro maafkan ayah, jangan menangis jangan membuat ibu mu sedih *menahan air mata* kau harus tumbuh menjadi seorang ninja yg kuat dan buat ibu mu bangga
Rintaro *menangis*: aku tidak ingin berpisahhh!
Sensei *meletakkan tangan di bahu Rintaro*: pohon akan tercabut dari tanah yg membesarkan nya jika di terpa angin yg kuat
Rintaro *marah*: jangan menggunakan perumpamaan di saat seperti ini!
Sensei *suara lantang*: tapi pohon itu akan melindungi tunas muda di tanah itu dan suatu saat tunas itu akan tumbuh menjadi pohon yg kuat dan tidak akan tumbang seperti pohon sebelumnya
Rintaro *menghapus air mata nya*: jadi aku harus tumbuh menjadi orang yang lebih kuat untuk menghadapi rintangan?
Tanaka: ayah akan mendukung mu, jadilah lebih hebat dari ayah dan ibu, buat ibu mu bangga saat melihat mu
Sensei *menatap mata Rintaro*: jika kau ingin menjadi lebih kuat akan ku ajari kau teknik "demon hand"
Rintaro *membulatkan tekad*: apa pun itu bentuk latihannya *menatap jasad ibunya* aku akan membalas kematian ibu ku!
(kembali ke masa kini)
"swukkkk!" tentakel² itu menyerbu kembali dengan lebih cepat dan tepat, gyuki melesat maju mengangkat perisai nya bersamaan dengan tentakel nya gyuki menyerang dengan brutal "brakkk!" debu beterbangan, pohon terbelah dua, tanah membentuk kawah "cesssss" perisai gyuki mulai memerah, udara panas mulai menyebar membakar tangannya.
Gyuki *mundur*: argggh! Panas sekali *menatap Rintaro* aku harus menjaga jarak
Rintaro *menatap tajam*: akan ku berikan kau sempel eksperimen yg kau inginkan tadi
Gyuki *tersenyum*: tidak menarik jika aku di beri, itu sebabnya aku ingin merebut secara paksa
Rintaro *tenang*: tapi kau tidak bisa merebutnya jika kau terlalu jauh
Gyuki: aku tidak perlu maju, aku hanya perlu membuat mu mendekat!
"wuk! wuk! wuk!* tentakel² itu melesat cepat layaknya cambuk yg di ayunkan dengan kecepatan tinggi, suara menggelegar, tanah terbelah, debu beterbangan, tapi di balik serangan yg seperti badai itu seososok bayangan dengan lengan yg menyala merah bergerak dengan cepat "wushhh" Rintaro melompat keluar dari rentetan serangan tentakel² gyuki, "swoutttt! Cusssss!* gyuki mengfokuskan tentakel² nya pada Rintaro yg menyerang dari depan.
"sringg, swashh!" lengan Rintaro berubah menjadi dua bilah pedang yg masih menyala merah dengan kobaran api membara panas terasa, dedaunan mulai hangus
"durrrr! Wurrrr!" tentakel² itu menghantam wajah Rintaro hingga tersungkur menghantam pohon, wajahnya terluka, panas menjalar ke seluruh tubuh gyuki menerima serangan telak yg menghancurkan wajah dan lengan kirinya
Gyuki *menahan sakit*: arghh!
Rintaro *berdiri tegak*: ayo kita belum selesai!
Gyuki *menyemburkan tinta hitam*: aku harus pergi!
Rintaro *menghilangkan tinta di wajahnya*: dimana dia? Aku harus membantu Magnus *berlari menuju lokasi Magnus*
"couhhhhh!" daun berhamburan, angin bertiup kencang, Martha benar² menerima serangan medan telekinesis Magnus tanpa perisai atau menghindar sama sekali "sutttt!" sesuatu melesat dengan cepat menggores lengan kanan magnus, ribuan ekor ikan pedang turun seperti hujan menghujam magnus hingga terluka di beberapa bagian
Magnus *tenang*: tidak buruk untuk wanita yg memperjuangkan ego nya
Martha *tersenyum*: aku hanya perlu kepala mu agar aku puas!
Magnus *tersenyum*: apa kau yakin dengan itu?
Martha *tertawa*: itu pertanyaan lucu! Tentu saja itu mudah aku bisa menghabisi mu sekarang!
Magnus *tenang*: jika bisa lakukan sekarang
"derrr!, drussss!* petir menyambar, air menggulung pepohonan, bebatuan terhempas, petir menyambar pohon hingga terbakar hebat, Martha berniat menghabisi Magnus di sini
"pewikkk" dari atas langit muncul burung phoenix api dengan kecepatan tinggi menukik dan langsung menghantam gelombang air tersebut hingga.
"kaboommmmmmmm!" ledakan maha dahsyat terjadi, kawah terbentuk, pepohonan terbang, martha terlihat tertatih tatih serangan barusan membuatnya hampir tak sadarkan diri seketika, sementara Magnus dia terduduk lemas seluruh tenaganya terkuras setelah serangan tadi.
Martha *mengangkat trisula nya*: aku... Aku tidak akan kalah!
Magnus *mengangkat tangannya*: aku juga tidak akan kalah *membuat pohon di samping nya melayang*
Lazarus *mengangkat pedangnya*: ayayayaya, akan ku akhiri wanita jalang ini—
Gyuki melesat cepat membawa Martha kabur dari medan pertarungan untuk menyelamatkan nyawa Martha
Martha *marah*: lepaskan aku! Akan ku hajar dia!
Gyuki: tenanglah jika kau mati maka kerugian untuk chronicle
Martha *menenangkan diri*: aku masih ingin membunuhnya!
Gyuki: tenangkan diri mu, kita susun rencana lagi nanti *menunjukkan sebuah dokumen* aku mendapatkan apa yg kita incar
To be continue