Di laboratorium leriu martha dan gyuki berdiri di depan pintu yg sudah berkarat "ngiiik" suara pintu terbuka perlahan, di dalam terlihat seorang manusia setengah mutant bernama lazarus
Lazarus *tersenyum*: apa yg kalian inginkan?
Gyuki *tetap tenang*: kami ingin mencari sesuatu di sini, hanya sebentar saja
Lazarus: aku tidak bisa membiarkan kalian lewat
Martha *mengeluarkan trisula*: jika kau tidak membiarkan kami masuk, aku akan memotong mu seperti dulu
Lazarus *tertawa*: itu sudah lama sekali, waktu itu aku ketahuan berkhianat, ok aku tetap tidak akan membiarkan kalian lewat, dua mitra ku akan datang
Gyuki *penasaran*: Mitra? Siapa?
Dari belakang pintu terbuka perlahan "ngikkkk" dua orang meninggal muncul ternyata mereka adalah Rintaro dan Magnus yg sedang mencari Lazarus
Magnus *tenang*: aku tidak menyangka akan ada tamu di sini
Martha *menunjuk Lazarus*: dasar penghianat!
Rintaro: jangan berisik nona, aku tidak ingin melukai wanita
Martah: jangan meremehkan ku!
Gyuki *menenangkan*: tenang dulu Martha
Rintaro *tetap tenang*: kalau begitu apa yg kalian inginkan di sini
Gyuki: kami mencoba untuk menghindari konfrontasi fisik secara langsung
Magnus: kami harus memastikan apa yg kalian lakukan, bukan sebuah ancaman
Martha *menenangkan diri*: kalian sendiri, apa yg ingin kalian lakukan pada penghianat ini?
Magnus: menggali informasi dari nya
Martha *penasaran*: informasi seperti apa yg kalian cari?
Rintaro: cuma mencari tau soal buronan, jadi bisa kami lewat?
Gyuki: maaf tapi kami tidak bisa membiarkan kalian mendapatkan apa yg kalian inginkan dengan mudah *memanggil perisainya* mungkin kita perlu kekerasan di sini
Magnus *suara datar*: padahal kau sendiri yg bilang tidak ingin konfrontasi fisik langsung
Rintaro: jadi kau menjilat kata² mu sendiri? Memalukan
*swuuttt, wunggg* trisula martha menghujam langsung, tapi magnus menciptakan penghalang dengan mengendalikan reruntuhan di sekitarnya
Martha *mengerutkan kening nya*: ternyata kutu buku ini cukup kuat
Magnus: sebaiknya jangan terlalu gegabah nona, aku sudah melihat 140 kemungkinan dan 74 kemungkinan itu adalah kau kalah jika bertarung dengan ku
Martha *tersenyum*: kalau begitu, buktikan bahwa penglihatan mu benar!
*drussss!* gelombang air menghantam Magnus, martha benar² menantang magnus secara langsung, *dug, dug, dug* magnus membangun tembok dari reruntuhan di sekitarnya untuk menghalangi serangan martha
Lazarus dia, mencoba kabur menghindari pertarungan yg bukan levelnya "tek, tek" dua jarum melesat tepat di sebelah telinga Lazarus
Lazarus *terkejut*: kita tidak ada urusan, berhenti mengejar ku
Gyuki *penasaran*: informasi apa yg akan berikan pada mereka, jawab aku!
Lazarus *mengepalkan tangannya*: itu adalah rahasia mitra ku, jadi aku tidak boleh mengungkapkan nya
Gyuki: kalau begitu, akan ku gunakan kekerasan
Lazarus: aku tidak percaya harus bertarung melawan salah satu dari kalian lagi
"wus, wus, wus" tiga jarum melsat dengan kecepatan tinggi mengarahkan ke Lazarus "ting, ting, ting" dari balik bayangan Lazarus muncul Rintaro yg langsung menangkis semua jarum itu.
Rintaro *suara datar*: aku tidak bisa membiarkan informan ku mati, dia, membawa informasi berharga
Gyuki *tertarik*: ohhh, sepenting itu kah? Kalau begitu bagaimana jika aku membunuhnya? Apa kau akan marah?
Rintaro *suara datar*: jika dia mati, aku akan cari informan baru
Lazarus: sialan kau, cepat habisi dia!
Rintaro *suara datar*: aku bukan bawahan mu
Gyuki *mengangkat perisai nya*: mari kita cari tau seberapa jauh kau bisa melindungi rekan mu itu!
"brakkkk" gyuki menyerbu dengan perisai nya, mencoba meremukkan Rintaro dan Lazarus, bagi seorang ninja seperti Rintaro serangan itu tidak terlalu berbahaya, sementara Lazarus melarikan diri untuk menyelamatkan diri nya sendiri
"wuk, wuk, wuk" gyuki menumbuhkan tentakel gurita di punggung nya "uit, uit, uit" tentakel² itu melesat menghantam pepohonan di sekitarnya "tak, tak, tak" Rintaro berlari menghindari setiap serangan dengan kecepatan dan kelincahan nya "swinggg" darah mulai bercucuran "gedebukkk!" suara sesuatu jatuh terdengar, ternyata dalam sekejap Rintaro berhasil memotong salah satu tentakel "wet, wet, wet" melompat mundur melihat tentakel nya yg tergeletak gyuki mulai menyadari seberapa bahayanya Rintaro dalam pertarungan satu lawan satu
Gyuki *menyipitkan mata*: meski tentakel itu bisa tumbuh lagi *memandang Rintaro* dia terlalu cepat untuk di tangkap langsung
Rintaro *mengelap pedangnya*: ada yg salah? Kenapa mundur
Gyuki *tersenyum*: ternyata kau cukup kuat, aku tidak akan meremehkan mu kali ini!
Rintaro *mengeluarkan satu pedang lagi*: seharusnya kau memang tidak bisa meremehkan ku
"crackk, drussss!" batu karang melesat, air asin membanjiri area sekitar "siuttt" kilauan emas melesat cepat martha melemparkan trisula nya di ikuti gelombang air dan batu karang yg menyerbu bersamaan "ngeggg" sebuah medan pelindung yg memanfaatkan getaran muncul mengelilingi magnus dari serangan martha yg menghancurkan area sekitar "vuk, vuk, vuk" kumpulan besi melayang melesat cepat menembus batuan karang dan gelombang air langsung menuju martha "dus, dus, dus" kubah air terbentuk berputar cepat menghancurkan batangan besi yg melesat, Martha berhasil menciptakan perisai air yg membuatnya berhasil bertahan dari serangan magnus
Martha *tersenyum licik*: dimana 74 kemungkinan mu itu? Apa kau salah prediksi?
Magnus *tetap tenang*: jangan buru² menilai, aku melihat 140 kemungkinan dan 89 di antara nya kau kalah setelah berkata seperti itu
Martha: apa aku harus takut? *tersenyum sinis* tentu tidak, apa yg bisa seorang manusia seperti mu bisa lakukan!?
Magnus: manusia yg secara tidak sengaja menciptakan mutant, jadi jika kami tidak melakukan itu kau tidak akan mendapatkan kekuatan mu yg saat ini *menutup bukunya* aku akan menunjukkan kekuatan ku *magnus mulai membuat semua di sekitarnya melayang* yg sebenarnya
Martha *tersenyum*: telekinesis! Itu menjelaskan kenapa kau bisa menggerakkan benda tanpa menyentuh nya secara langsung "Martha mulai menumbuhkan mutiara di sekujur tubuhnya" akan ku buat kau membayar kata² mu tadi!
"crik, crik" kilauan putih seperti cahaya yg menyinari area pertarungan martha membuat zirah dari mutiara² itu bersiap untuk bertarung demi harga diri nya
"tak! Grakkjj!" suara bergemuruh, tanah terbelah, batu² melayang, pepohonan terbang di udara Magnus membuat seluruh objek di sekitarnya melayang layang, kekuatan telekinesis nya membuat dirinya sendiri seolah olah terbang
Martha *tertawa*: aku tidak tau akan seperti ini, akan ku buktikan bahwa penglihatan mu salah! dan akan ku renggut nyawamu!
Magnus *tenang*: salah satu cara kekalahan mu adalah saat kau menggunakan zirah mutiara mu itu
Martha *tersenyum sinis*: benarkah? *mengacungkan trisula nya* ayo kita buktikan! Aku atau kau yg akan mati di sini
Magnus *menatap sekitar*: kau harus mengutamakan nyawa dari pada ego mu
Martha *tersenyum*: nyawaku mati saat harga diri ku hancur!
"wuggg!, dingggg! Bommmm!" pepohonan tertekuk, tanah retak, akibat gelombang kejut dari serangan Martha yg menghantam pelindung Magnus
Di laboratorium hicaru mereka merasakan getaran akibat bentrokan dari dua kekuatan tersebut
Rebbecca *tersentak*: apa itu? Kuat sekali
Maria: cepat deteksi apa itu!
Roy *melaporkan*: lokasi pusat getaran berada di laboratorium leriu, bangunan itu terbengkalai sejak 6 tahun lalu
Victor *terbangun dari tidur*: apa ada yg sedang bertarung? gelombang kejutnya sampai sini
Emily: kita juga nggak tau, tapi apa pun itu pasti sangat berbahaya
di medan pertempuran dua, petarung yg kini memasuki mode serius mulai betarung mati matian, "woushhhh" air bah menghancurkan pepohonan seolah sungai sedang mengamuk berusaha menenggelamkan Magnus "swoushhhh* Magnus menggunakan kekuatan telekinesis nya untuk memutar puing² dengan kecepatan tinggi dan menciptakan pusaran angin besar "kabommmm!" kedua serangan beradu membentuk kawah di tanah, Martha masih berdiri dengan trisula yg siap menyerang lagi, Magnus masih dengan perisai dari puing² dan siap menyerang kapan saja
Martha *tertawa*: bagus manusia, tapi ini agak rendah seorang manusia bisa mengimbangi mutant seperti ku? Jangan sampai ada yg melihat ku seperti ini
Magnus *tenang*: aku melihat mu, mulai memprovokasi ku dengan hinaan, dalam psikologis itu adalah cara terakhir untuk membuat lawan mu jatuh, itu Berati salah satu dari 74 kemungkinan itu benar
Martha *tertawa*: jangan bercanda, aku belum mengeluarkan kekuatan ku!
Magnus *tenang*: aku akan menunggu mu—
"sraouttt" darah mulai menetes dari lengan kiri Magnus, rasa sakit mulai menjalar tapi Magnus menahan sakit itu dengan tenang dan tidak menunjukkan ketakutan atau kepanikan
Martha *tersenyum*: wahh, masih tahan? Cukup hebat
Magnus *memegangi lengan nya*: tidak buruk, tapi apa kau tidak malu menyerang musuh yg lengah
Martha *tersenyum licik*: itu salah mu sendiri, kenapa lengah—
*Magnusmengangkat ratusan pohon mengelilingi Martha*
Martha *terkejut*: apa ini?!
Magnus: salah mu sendiri lengah
To be continue