Januari 2022 menjadi saksi ketika dua jiwa dari dunia yang berbeda dipertemukan oleh algoritma takdir di beranda Facebook. Taufik, seorang pemuda dari tepian sungai Mahakam, Samarinda, menaruh hatinya pada Talenta, gadis belia dari Labuan Batu.
Mereka tahu sejak awal bahwa jalan ini tidak akan mudah. Mereka berdiri di bawah langit yang berbeda; berbeda keyakinan, terpisah ribuan kilometer, dan tersekat selisih waktu. Namun, Taufik memilih untuk bertahan. Selama lima bulan, hubungan itu mekar dengan romansa yang begitu harmonis, seolah jarak hanyalah angka yang tak berdaya di hadapan rindu.
Namun, ketenangan itu terusik saat sosok bernama Candika hadir membawa badai. Ia bukan sekadar pengganggu, melainkan ujian yang perlahan mengikis pondasi yang telah dibangun dengan susah payah. Taufik berjuang hingga titik nadi terakhir, mencoba menambal setiap retakan selama sembilan bulan lamanya.
Ini adalah kisah tentang pengorbanan yang hebat, tentang letihnya mempertahankan seseorang yang membiarkan pintunya diketuk orang lain. Sebuah perjalanan pahit yang membuktikan bahwa terkadang, menjaga langit yang berbeda sendirian hanya akan membuat kita hancur tertimpa reruntuhannya.