rintik air dari langit mengingatkan ku,saat pertama kali melihatmu,dulu.
rintik air hujan itu membuatku teringat betapa tenangnya wajahmu kala itu .
di kota yang istimewa itu
aku menemukanmu
di hari yang dingin,kamu datang dengan kesendirian yang juga dingin namun sialnya bagiku itu terasa hangat.
bagaikan cahaya di hari yang gelap,kamu membuatku percaya jika rasa tak harus di miliki bersama.
dan kamu juga membuatku percaya,jika perihal hati siapapun tak dapat memaksa.
melihat indahnya senja,membuatku teringat indahnya senyumanmu saat kemarin
kamu sangat indah bagaikan bunga yang terus bermekaran dan tetap tumbuh indah di musim semi.
dan sebanyak apapun bunga yang sama itu bermekaran dan tumbuh indah,yang seperti kamu hanya kamu.
melihat lautan selalu membuatku tenang,karena lautan sama seperti kamu yang suka ketenangan.
melihat ramainya kota,aku selalu berdoa kepada Tuhanku agar ia mempertemukanku dengan kamu.
mendaki gunung membuatku tau,mengapa kamu menyukai alam sedalam itu.
dari semua keindahan semesta yang aku lihat itu, menurutku kamu bahkan lebih indah dari itu.
dan melihat gelapnya malam,selalu membuatku tenggelam dalam semua hal yang aku punya tentangmu.
dari keheningan itu aku banyak sekali belajar,dari pelajaran yang tak pernah aku temukan di manapun.
kamu selalu membuatku mengerti,bahkan dalam keheningan sekalipun.
karena cinta yang kupunya ini pun,sama heningnya.
dari semua kata indah tentangmu ini pun,tak berani aku lontarkan dalam keheningan ini meski hanya berbisik.
semoga ada suatu hari dimana kamu pun menyadari,jika perasaan yang ku punya ini bukan perasaan asal yang aku taruh untuk sembarang orang.
karena hanya padamu,aku memilih untuk jatuh hati sendirian.
karena setiap melihat keindahan dunia,sejenak aku selalu teringat dengan seseorang yang tak kalah indahnya,kamu.
kevan farerik.
dan bahkan setelah sejauh ini,ternyata pemenangnya masih kamu,ya.