Nama ku Yuki Kazuno. Orang-orang biasa memanggilku Yuki, karena Yuki lebih mudah di
ucapkan dibandingkan dengan Kazuno. Aku adalah anak terakhir dari 3 bersaudari, kakak
pertama ku bernama Miyu Kazuno dan kakak kedua ku bernama Erina Kazuno. Kami bertiga
diberi nama sesuai marga ayah kami yaitu Kazuno. Aku lahir tanpa mengetahui kasih sayang
dari seorang Ibu karena setelah aku lahir beberapa hari kemudian Ibu meninggal, tetapi aku
tetap bersyukur dengan keadaan keluarga kami saat ini. Ayah ku selalu bekerja keras untuk
menghidupi anak-anak perempuannya. Kondisi ekonomi keluargaku bisa dibilang cukup mampu
karena gaji yang diterima ayah dari pekerjaannya cukup tinggi. Sebenarnya aku ini Cuma
perempuan yang tidak memiliki ambisi besar seperti kakak-kakakku, kakak pertama ku selalu
bercita-cita ingin menjadi pengusaha tersukses di suatu wilayah yang besar dan kakak kedua ku
bercita-cita ingin bisa berkeliling dunia untuk menemukan pengalaman baru. Hanya aku yang
belum memikirkan hal-hal tersebut, tapi ya sudahlah.
Hari ini adalah hari yang sangat bermakna bagi ku, yaitu hari pertama aku masuk ke SMP, dan
kebetulan kakak kedua ku yaitu kak Erina juga bersekolah disini, dia sekarang kelas 3 SMP
sedangan kak Miyu sudah kelas 2 SMA, tentu saja satu sekolah dengan kakak ku itu sangat
menyenangkan namun selalu ada yang mengganjal di pikiran ku, dan aku belum bisa
menemukan jawabannya.
Akhirnya sampai juga aku di sekolah, aku diantar dengan mobl oleh supir pribadi ayahku dan
tentu saja kakak kedua ku juga ikut karena kami 1 sekolah. Setelah turun dari mobil aku pun
mengikuti kakak ku namun…. “Heh kamu anak manja jangan ngikutin aku, sana jalan sendiri”
bentak kak Erina kepada ku. “Ta...Tapi kan kata Ayah aku harus bareng bareng sama kakak”
jawabku dengan nada yang sedikit takut. Kemudian Kak Erina berjalan lagi dan aku masih
mengikutinya. Kak Erina tiba tiba berhenti “Kamu tu bisa dibilangin apa ngga, udh kakak bilang
pergi ya pergi, udah sana cepet pergi, kakak malu punya adek manja kaya kamu, dan satu hal
lagi jangan panggil aku kakak kalau di sekolah!” bentak Kak Erina dengan nada yang makin
marah. Aku kemudian berhenti, “ah ternyata ini yang mengganjal dalam pikiranku, aku lupa
kalau kakak-kakakku tidak suka kepada ku, tentu saja hasilnya seperti ini jika aku sekolah di
sekolah yang sama dengan kakakku, ya sudahlah yang terjadi biarlah terjadi” batin ku dalam hati
Akhirnya aku memutuskan untuk mencari kelas ku sendiri dan akhirnya ketemu “Kelas 7A nomor absen 35 Yuki Kazuno (perempuan)” tertulis di papan pintu kelas 7A, kemudian aku langsung masuk. “hei lihat tu anak yang tadi di bentak kakaknya” “eh iya itu katanya anak manja” “hahaha baru hari pertama udah dimarahin aja, malu banget itu pasti” “iya sih klo aku malu pasti”. Segala omongan-omongan buruk tentangnya keluar dari murid murid sekelasnya. Aku hanya terus berjalan ke belakang seolah tak mendengarkan omongan mereka, kursi paling belakang berada di pojok kanan, itulah tempat duduk ku sekarang dan karena tidak ada yang mau duduk di samping ku maka aku hanya sendirian.
Seperti biasa hari pertama sekolah hanya perkenalan-perkenalan saja, akhirnya tugas pertama ku di SMP diberkan, yaitu kami diminta oleh guru untuk menentukan pengurus kelas, awalnya wali kelas ku meminta ku untuk menjadi ketua kelas namun “Jangan bu, dia kan Cuma anak manja, nanti tugas ketua kelas malah nyuruh kita yang ngerjain, kan saya ngga mau bu hal itu terjadi” tolak seorang siswa laki-laki. Teman teman sekelas ku kemudian langsung tertawa karena mendengar alasan siswa tersebut, aku hanya tersenyum kecut mendengar omongannya yang asal-asalan itu. Akhirnya sudah di putuskan kepengurusan kelas tersebut, dan aku hanya menjadi anggota biasa.
Dan inilah takdir Tuhan, tak kusangka hari pertama ku sekolah akan menjadi hari terakhir ku untuk bersekolah
Akhirnya pulang sekolah juga, aku dan kak Erina di jemput oleh supir pribadi ayah ku. Sampai di rumah aku terkejut karena ayah sudah pulang dari pekerjaan di luar kotanya, spontan saja aku langsung lari dan memeluk ayah.
“Yuki sayang, ayah ada kejutan buat kamu lho….”
“hah apa aitu yah kejutannya”
“jeng jeng jeng HP baru buat kamu, kan kamu pasti bosen pake HP jadul kamu itu kan, ini ayah beliin HP baru” kata ayah sambil mengeluarkan Hadiahnya.
“Ayah kalau hadiah buat kita mana?” tanya Erina dengan nada yang senang
“kalian kan udah besar, ngapain minta hadiah juga, udah ayah mau istirahat dulu” kemudian ayah masuk ke kamarnya
Kak Erina dan Kak Miyu merasa tidak senang dengan kata kata ayah, itu terlihat jelas dari ekspresi muka mereka. Ternyata kakak-kakak ku sudah merencanakan sesuatu yang jahat kepada ku.
Malam harinya mereka memanggilku ke Gudang, dan ternyata firasatku benar mereka mengunci ku di dalam Gudang. “kakak kenapa ini kok aku di kunci di dalem Gudang” teriak Yuki sambal menangis, “rasain kamu dasar anak manja, ini semua bayaran atas perilaku perilaku kamu” balas Erina. “Ta…Tapi kak, aku ngga ngelakuin apa apa ke kalian, kenapa kalian jahat banget sih ke aku” Teriak Yuki. “Jahat? Ini kamu bilang jahat, klo bukan karena kamu Mamah ngga akan meninggal, coba aja kamu ngga lahir mamah pasti ngga akan meninggal, coba aja kamu ga lahir keluarga ini ga akan seperti ini, coba aja kamu ga lahir…” blm sempat menyelesaikan kalimatnya Kak Miyu sudah menangis. “sudahlah kak, mari kita tinggalkan dia saja biar dia merasakan apa itu jahat” kemudian mereka meninggalkan ku sendiri.
Sendiri….Sendiri….. ku lalui gelapnya malam di Gudang yang dingin ini sendirian, karena ayah sibuk dengan pekerjaannya tidak mungkin ayah akan tau putrinya telah menghilang. Kebetulan aku menemukan sebuah buku dan bolpoin “Ah aku mungkin bisa menulis hari hari terakhir ku dalam buku ini” pikir ku
2 Hari ternyata sudah berlalu, ku dengar ayah ku memanggil manggil nama ku dari luar, ingin ku berteriak “ayah aku ada disini” namun tak sedikitnya tenaga ku tersisa. Kupejamkan mataku sejenak ku melihat seorang laki-laki yang familiar dan anak-anak perempuannya. “Ayah, Kak Miyu,Kak Erina Terima kasih, aku akhirnya menemukan cita-cita ku, yaitu aku bisa pergi dan membuat kakak-kakak ku menemukan kebahagiannya Kembali, mama akhirnya aku bisa bertemu dengan mu” kata-kata terakhir Yuki yang di ucapkan sambal menangis
Keesokan harinya akhirnya Yuki ditemukan dengan sudah tidak bernyawa Ayahnya tampak shock sekali, siapa yang berani melakukan ini pada anak bungsunya, ayahnya sama sekali tidak mecurigai anak-anaknya yang lain. Ternyata Miyu dan Erina juga tampak kaget, awalnya mereka kira tidak akan sampai seperti ini, tidak sengaja mereka juga menemukan catatan terakhir yang ditulis Yuki, kemudian mereka bergegas membacanya
“Halo kakak, kalaukakak sudah membaca catatan ini berarti aku sudah tiada ya, kakak-kakak ku maafin Yuki ya udah jahat sama kakak, setelah Yuki pikir-pikir ternyata Yuki sudah tidak memiliki alasan hidup di dunia ini, semoga setelah Yuki pergi kakak bisa hidup seperti dulu lagi sebelum Yuki, selamat tinggal kakak Yuki mau nyusul ke tempat Mamah dulu ya, kakak jangan cepet-cepet nyusul ke sini, capai dulu cita-cita kakak. Inget ya kak, jangan mencari Ketika seseorang itu telah pergi, karena kita tidak bisa mengulang sesuatu yang telah terjadi, jangan menyesal,Yuki selalu mengawasi kalian kok meskipun dari tempat yang berbeda dan juga Yuki senang jika Yuki bisa membawa kebahagiaan untuk kakak-kakak, Selamat tinggal Kakak….Yuki menyayangi kalian.”
Setelah membaca pesan terakhir Yuki mereka berdua pun hanya bisa menangis dan menangis, namun setelah mengingat pesan Yuki “capai dulu cita-cita kakak” mereka pun menghapus air mata itu dan bangkit menhadapi Hari yang akan datang.
“Terima Kasih Yuki, kamu telah membuka mata kakak-kakakmu yang buta ini, kami juga menyayangi mu, tolong sampaikan maaf kami ke mamah dan kami akan mengingat pesan-pesan mu”