Adit adalah pemuda yang baik dan cerdas namun dia yatim piatu tidak memiliki saudara satu pun Adit juga tidak tau siapa asal usul nya karna selama ini dia besar di panti asuhan
tetapi Adit selalu ceria tak pernah dia murung atau mengeluh kan keadaan nya.
Adit bekerja di minimarket persimpangan jalan dekat dengan komplek perumahan mewah
Adit bekerja sebagai kasir yang selalu di krumuni para remaja cantik karna Adit memiliki paras wajah tampan
siang ini Adit kedatangan pelanggan tetap nya remaja wanita yang bernama Kania dia selalu membeli begitu banyak barang
"ada promo apa bulan ini kak"
senyuman manis terpampang di wajah gadis kecil ber nama kania
"ada prodak kecantikan dan salah satu dari prodak makanan"
Adit tersenyum lebar sambil memegang salah satu prodak
"aku mau lipblam satu kak sama bedak"
tangan Kania menunjuk rak di belakang Adit
"mi nya sekalian dek lagi promo beli 3 gratis 2 bungkus"
Adit menyunggingkan senyuman
Kania menggelengkan kepalanya dengan senyuman melebar di bibir nya.
kania berlalu pergi meninggal kan mini market menuju rumah nya yang terletak di komplek perumahan mewah.
Kania pun tiba di rumah nya dia masuk mencari kakak nya Kirana
"kakak kak kirana, dimana dia itu"
kania terus berteriak
tetapi tidak ada jawaban sama sekali karna Kirana tidak ada di rumah dia belum pulang kerja
"non Kirana belum pulang non"
bi Iyem menghampiri Kania
"oo ya sudah kalau begitu bi"
Kania menaiki anak tangga menuju kamar
setahun lalu mama dan papa Kania meninggal dalam kecelakan kini Kirana menggantikan papa nya di perusahan milik kakek nya walau itu bukan perusahan yang besar Kirana sangat serius bekerja disana.
Kirana terkenal sabagai bos yang sabar dan baik kepada semua staf tanpa terkecuali
semua karyawan nya sangat menghormati Kirana
walau Kirana anak orang kaya dia tidak sombong dan selalu rendah hati
hari ini Kirana pulang lebih awal karna dia kurang enak badan, butuh waktu 40 menit menuju rumah dan akhirnya Kirana sampai di rumah dengan badan yang lemas dan wajah yang pucat Kirana berjalan menuju kamar nya dengan sempoyongan
bi Iyem segara menghampiri Kirana dan memapah kirana menuju kamar nya yang bersebelahan dengan kamar Kania
"makasih bi, Kania sudah pulang belum bi"
seuara Kirana terdengar lirih
"sudah non satu jam yang lalu non Kania pulang"
bi Iyem tersenyum kepada Kirana
"bi tolong ambilin obat dan bikinin teh ya "
kania membaringkan badan nya di ranjang
bi Inah keluar menuju dapur untuk membuat teh dan mengambil kan obat buat Kirana.
bi Iyem segera melangkah menaiki tangga menuju kamar Kirana yang terletak sebelah pojok kanan lantai dua
kreek,,,
bi Iyem membuka pintu kamar Kirana dan mendekati Kirana yang berbaring
"ini non obat nya silahkan di minum dulu selagi teh nya hangat"
bi Iyem menyodor kan nampan yang ada cangkir teh nya
Kirana pun segera minum obat dengan teh hangat yang di bawa bi Iyem
"makasih iya bi, bibi boleh pergi saya mau tidur sebentar"
Kirana berbaring lagi di ranjang karna dia merasa pusing kalau terlalu lama duduk.
Kania tidak tau kalau kakak nya sedang sakit sekarang karna dia sibuk belajar di ruang kerja papa nya disana tempat yang nyaman untuk belajar karna kedap suara dan disana ada perpustakan kecil yang khusus di buat kan papa untuk Kirana dan Kania
karna merasa sudah cukup lama belajar Kania merasa bosan dan keluar untuk menonton drama kesukaan nya di ruang keluarga
"bi tolong kupasin apel dong sama ambilin cemilan"
Kania sedikit berteriak sambil menoleh kearah dapur
bi Iyem yang mendengar perintah Kania segera mengupas apel dan meletakan di piring.
setelah selesai bi Iyem membawa cemilan dan apel ke ruang keluarga untuk Kania.
"non Kirana sudah pulang non tapi dia sakit"
bi Iyem meletakan piring di meja
"sejak kapan bi kakak sakit dan sekarang dimana"
terlihat wajah Kania sangat cemas
"non Kirana sedang tidur di kamar nya sekarang"
bi Iyem mengembangkan senyuman
"apa dia sudah minum obat bi"
Kania duduk santai lagi di sofa
"sudah non tadi"
bi Iyem meninggal kan Kania di ruang keluarga sendirian, Kania yang lagi serius nonton drama kesukaan nya di kejut kan Baim dari belakang
"doooor hahahaa lihat wajah mu itu Kania"
Baim tertawa terbahak bahak
"astaga Baaiim kamu bikin jantung ku terasa mau copot saja"
Kania sedikit menekan suara nya
"maaf ya Kania, habis kamu serius amat nonton nya sampai tak sadar aku ada di belakang mu"
Baim duduk di sebelah Kania
Kania mengacuh kan ocehan Baim yang kaya burung beo.
Baim celingukan mencari Kirana yang tak nampak dari tadi
"Kirana dimana kok gak kelihatan dari tadi"
Baim menatap Kania serius
"kakak sakit sekarang dia tidur di kamar nya"
mata Kania masih fokus ke televisi
"sakit apa kok gak di bawa kedokter sih"
Baim berdiri hendak pergi ke kamar Kirana
"dia takut jarum, jangan coba coba kamu mengganggunya"
Kania melotot ke arah Baim
"iya aku gak bakalan ganggu lagi pula aku hanya di suruh memastikan keadaan kalian"
Baim kembali duduk santai
"ya sudah sana pergi kan sudah tau keadan kami"
tangan kania menunjuk kearah pintu utama
"dasar cewek jutek apa ada cowok yang suka sama kamu"
Baim melirik sinis ke arah kania
"banyak lah kan gue cantik huu"
kania memalingkan muka nya
Baim pun pergi entah kemana tujuan nya tidak ada yang tau karna Baim adalah play boy cap kacang.
malam yang indah pun datang Kania yang cantik mengenakan kaos oblong dipadukan memakai celana pendek berwarna coklat.
tok,, tok,, tok,,
"kak bangun ayo kita makan malam"
teriak Kania dari balik pintu
"sebentar aku lagi pakai baju kamu turun aja dulu"
Kirana menyisir rambut panjang nya
"ok aku duluan turun ya kak"
Kania menuruni anak tangga
selang beberapa saat kemudian Kirana pun turun menuju meja makan dan duduk di sebelah Kania Kirana menuang nasi dan mengambil beberapa lauk begitu juga dengan Kania.
tidak ada obrolan diantara mereka hanya ada suara sendok dan garfu yang beradu Kania dan Kirana menikmati makan malam nya
setelah selesai makan Kania mengajak Kirana nonton televisi tetapi Kirana menolak karna dia harus memeriksa laporan yang dikirim oleh Rani asisten pribadinya
sudah dua jam Kirana duduk memandangi laptop nya dengan serius membuat mata Kirana perih dan sedikit panas, Kirana pun memutus kan untuk istirahat dan membaringkan badannya di rajang ternyaman di dunia.
malam yang sunyi pun berganti pagi yang cerah Kirana bangun pagi pagi sekali karna dia harus pergi ke proyek pembangunan mall yang ia tangani
tanpa sarapan tanpa membangunkan adik nya Kania.
Kirana pergi diantar pak asep ke lokasi yang lumayan jauh butuh waktu satu setengah jam menuju kesana di tengah perjalanan mobil yang di tumpangi Kirana mogok dan membuat Kirana sedikit kesal, karena bosan Kirana keluar mobil untuk menghirup udara segar di pagi hari
"kayanya non harus naik taksi soalnya ini butuh waktu lama untuk memperbaiki mesinnya non"
pak asep menghampiri Kirana
"dimana saya mendapat kan taksi pak,jalan ini sepi dari tadi gak ada mobil lewat"
Kirana menoleh ke kanan dan ke kiri
belum terlalu lama Kirana clingukan dari jauh terlihat ada seorang pengemudi motor yang lewat
"naah itu ada ojek, non mau tidak naik ojek"
tangan pak asep menunjuk ke arah blakang Kirana
"iya gak apa apa pak asal bisa sampek aja"
Kirana menoleh ke belakang
pak asep segera menyetop pengendara motor yang dia kira tukang ojek,
ternyata pengendara motor itu adalah Adit yang akan berkunjung di panti asuhan Rahmat Tuhan yang tidak jauh dari lokasi proyek yang Kirana tuju
Adit bersedia membonceng Kirana kesana karna tujuan mereka sama dan Kirana tidak tau bahwa Adit bukan tukang ojek
mereka pun berangkat bersama selama perjalanan Kirana dan adit hanya diam tidak ada percakapan apapun.
Kirana yang tak pernah naik motor kini merasakan punggung nya sakit membuat dia terus bergerak ingin menghilangkan rasa sakit yang ada di punggung nya itu.
"maaf mbak tolong jangan bergerak terus nanti kita bisa jatuh"
Adit tetap fokus mengendarai motor
"iya maaf, ini pengalaman pertama saya naik motor mas"
Kirana tersenyum tipis
Adit diam tak bersuara lagi tetapi dia melihat Kirana dari sepion kanan terlihat Kirana tersenyum sangat manis menambah keayuan di wajah Kirana
"astaghfirulloh betapa sempurnanya ciptaan mu ya alloh membuat dada hampa bergetar"
gumam Adit dalam hati nya
walau Adit terpesona dengan paras cantik Kirana tapi dia masih tetap fokus dan akhir nya mereka sampai di proyek, Kirana turun dari motor
"ini mas ongkos nya"
Kirana mengulur kan tangan
"saya iklas bantu mbak jadi gak perlu repot repot"
Adit mendorong tangan Kirana
"mas kan butuh uang untuk makan jadi ini ambil"
Kirana kembali mengulur kan tangan nya
"saya bukan tukang ojek mbak"
Adit tersenyum kearah Kirana
"benar kah itu,maaf ya mas saya tidak tau"
Kirana memasukan uang ke tas nya
"silahkan anda lanjut kan bekerjanya nanti kena marah atasan"
Adit menyalakan motornya kembali
"iya makasih ya mas bantuannya"
Kirana masih menatap Adit walau sudah agak jauh tiba tiba Adit membelokan motor nya kembali kearah tadi Kirana yang melihat terkejut
"kenapa dia balik lagi kesini ya"
Kirana bicara sendiri
"maaf mbak saya lancang boleh minta nomer hp nya mbak,andai nanti mbak mau pulang saya bisa antar"
Adit menggaruk kepalanya walau tidak gatal
"iya boleh mas mana hp nya mas"
Kirana tersenyum sambil mengulurkan tangan
mereka pun saling menyimpan nomer hp masing masing dan berkenalan Adit yang jatuh cinta pada pandangan pertama Kirana yang kagum akan sifat Adit yang baik membuat mereka semakin akrab saja
satu minggu berlalu tetapi Adit masih mengingat kejadian yang ia lalui bersama Kirana dia begitu ingin menemui Kirana dan menyatakan perasaan nya namun Adit takut di tolak karna dia orang yang tak punya sedang kan Kirana terlihat seperti anak orang kaya
Adit yang selama ini tak pernah lalai dalam bekerja namun beberapa hari belakangan ini Adit sering melamun dan sering membuat kesalahan membuat dia mendapat teguran keras dari atasan nya.
hari hari yang berat bagi Adit dampak pertemuan nya dengan Kirana membuat kehidupan nya berantakan seketika, Adit yang lagi asyik membayangkan wajah Kirana di kejutkan suara yang familiar bagi nya
"permisi mas apa ada lifblam seperti ini"
kirana menyodorkan lifblam kosong
Adit terperangah melihat Kirana ada di depan nya dia memejamkan matanya dan menggeleng gelengkan kepala untuk menyangkal itu bukan Kirana
"bangun Adit itu hanya bayangan saja"
suara Adit menggemah di mini market
membuat pengunjung menatap mereka berdua
"iya ini saya mas Kirana,mas nya kerja disini ya"
senyuman mereka di bibir Kirana
"maaf ya mbak saya tadi lagi ngelamun"
Adit menundukan kepalanya karna malu
"sip nya mas kapan selesai saya mau bicara"
kirana berbalik menatap orang di belakang nya
"15 menitan lagi mbak saya ganti sip"
Adit menunjukan lifblam yang Kirana mau
Kirana menunggu Adit selesai kerja.
15 menit pun berlalu Adit pun keluar memakai kemeja biru langit membuat Adit nampak sangat tampat
"wah memang bener kata Kania dia memang tampan"
gumam Kirana dalam hati
tok,, tok,, tok,,
Adit mengetuk kaca mobil Kirana,
Kirana membuka pintu dia pun menyuruh Adit duduk di sebelah nya.
"kalo saya ajak mas pergi ke cafe ada yang marah gak"
"gak ada mbak saya hidup sendirian di dunua ini"
Adit memangku ransel nya
"maaf mas bukan maksud saya, bener gak ada yang marah jika kita pergi"
Kirana memastikan lagi
Adit hanya menggelengkan kepalanya
pak Asep melajukan mobil menuju ke salah satu cafe terkenal, sesampai nya disana Kirana memesan minuman buat mereka berdua Kirana terdiam tetapi wajah nya mengatakan bahwa dia sedang bingung.
Adit juga salah tingkah melihat Kirana yang ia cinta kini duduk di depan nya.
mereka hanya saling memandang tanpa berbicara tatapan saling mengagumi dan saling mencintai tetapi bibir mereka bungkam tak bersuara.
Adit memberanikan diri untuk mengawali percakapan dan menghilangkan rasa canggung.
"mbak mau bicara apa ya"
Adit menyeruput kopi nya
"aa begini mas gimana ya saya bingung mau bicara apa sama mas nya"
Kirana salting membuat wajah nya memerah
"saya juga mau berbicara sama mbak tapi maaf sudah lancang"
Adit menghentikan perkataan nya
"ngomong aja mas saya akan dengar kan"
Kirana menatap serius wajah Adit
"saa saya suka sama mbak dari pandangan pertama"
"itulah perasaan saya tapi saya mohon mbak jangan benci saya mbak boleh marah sama saya"
"kita sama mas,saya juga kaya gitu"
wajah kirana semakin merah karna malu
"yang beneer,mbak suka juga sama sayaa"
Adit mendekat kan wajah nya ke Kirana
Kirana hanya mengangguk membenarkan perkataan Adit, hari itu sangat indah bagi Adit karna cinta nya tak bertepuk sebelah tangan
"tapi saya orang miskin,mbak nya orang kaya apa mbak gak malu sama status saya"
wajah Adit seketika murung
"denger mas saya yakin perasaan mas ke saya itu tulus walau saya bukan orang kaya sekalipun"
Kirana menggem tangan Adit
tetapi Adit seketika melepas genggaman tangan Kirana
"maaf kita bukan muhrim mbak"
Adit mengerutkan dahi nya
"alkhamdulillah saya mendapat calon suami yang sholeh"
senyuman mereka dari bibir Kirana
Adit terkejut mendengar perkataan Kirana
"apa saya tidak salah denger mbak"
Adit memajukan kursinya
"tidak mas saya sangat serius kalo mas memang suka sama saya tolong datang kerumah lamar saya"
"saya sangat serius mbak saya bukan mencari pacar tapi saya ingin meminang mbak tapi saya orang miskin"
"saya tidak memandang siapa anda dan bagai mana anda,saya hanya ingin di cinta di sayang dan di mengerti"
"baik lah saya akan ke rumah mbak besok malam"
mereka menikmati kebersaman dengan suasana yang membahagiakan.
hari yang di tunggu Kirana pun datang Adit melamar nya di rumah Kirana dengan suasana penuh suka cita Kania bahagia karna sudah mengenal calon kakak ipar nya itu
hari pernikahan mereka di putus kan oleh paman Kirana dan Baim akan mengurus semua keperluan pernikahan dari undangan sampai konsumsi.
semua keperluan pernikahan sudah siap dan undangan pun sudah ter sebar.
dua minggu pun berlalu dan hari H pun tiba Kirana tampak gugup begitu juga dengan Adit dia begitu
sangat takut tetapi dia mencoba menenangkan hati nya, pak penghulu telah tiba Adit pun melakukan akad nikah suasana yang tenang membuat acara sangat hikmad
kini Kirana dan Adit telah sah menjadi suami istri,
semua keluarga dan tamu undangan sangat bahagia menyaksikan pernikahan Kirana dan Adit
setahun telah berlalu mereka di karuniai seorang putra yang tampan.
dan Kania juga sudah menikah dengan sahabat nya sendiri yaitu Roy semua hidup bahagia tanpa ada masalah
dukung saya terus ya sobat si pemula