Kebohongan yang hakiki, siapakah pemilik kata-kata ini?
~~
Dialah sang wanita kuat, yang punggungnya sanggup menahan belenggu kenistaan tiada henti. Dialah sang wanita hebat, yang senyumnya mampu redamkan lara. Dialah sang wanita suci, yang do'anya dapat menyingkirkan segala duka.
Namanya menyiratkan makna kasih sejati tentang perasaan mencintai. Merelakan segenap jiwa raga untuk merawat sang buah hati. Tak peduli jika harus mengorbankan nyawa demi sesuap nasi.
Kebohongan selalu terasa manis diujung bibirmu. Setiap penolakan yang terlontar tak lain dan tak bukan hanya untuk mengalah. Keinginan dan godaan akan gemerlap dunia terpaksa diikat kuat-kuat dalam angan semata.
Aku yakin kau pasti merasa lelah, lelah dan penat akan kesibukan dunia yang terkadang membuatmu lupa dan tak sadarkan diri hingga tubuh terbaring tak bertenaga.
Selalu ada kalanya dimana perasaan itu muncul dan membuatmu terkesiap dalam buliran air mata. Mencoba untuk bertahan dan menanggung perih seorang diri tanpa ingin berbagi. Tak mau meracaukan dansa buah hati yang tengah bernyanyi menikmati hari.
Kau terlalu kuat untuk menanggungnya sendiri. Tak bisa ku gambarkan semua pengorbanan mu dengan kata-kata. Kaulah malaikat tak bersayap, wanita tercintaku, ibu.
~~
Untuk dirimu yang tercinta, wanita tangguh yang tak kenal lelah. Cintamu, dan perjuanganmu, akan selalu terkenang. I love you.