Kring kring kring
Bel istirahat berbunyi tiga kali menandakan waktu pulang telah tiba. Semua siswa-siswi yang telah menantikan bel tersebut tampak gembira. Banyak sekali siswa-siswi yang berdesakan-desakan.
Tapi tidak dengan ketiga sahabat ini mereka tampak menunggu sekolah agak sepi agar tidak berdesak-desakan.
"Eh kayaknya udah sepi deh, yuk kita pulang" ajak Alena kepada kedua sahabatnya.
"Bentar tunggu" cegah Gavina melirik ke Keiza.
"Kenapa Gav?, ada yang ketinggalan dikelas?" tanya Alena.
"Eh ngga kok, aku cuma mau bilang aku sama Keiza ga bisa pulang bareng kamu kali ini Len " ucap Gavina disusul anggukan kepala Keiza.
"Emang kalian mau kemana?" tanya Alena penasaran.
"Itu... Kita berdua soalnya ada tugas tambahan jadi kita pulangnya agak kesorean" lanjut Keiza.
Alena tampak kebingungan sebab mereka jarang dapat tugas tambahan. Tapi pada akhirnya Alena memutuskan untuk pulang sendirian.
"Oh yaudah aku duluan ya" pamit Alena terlihat sedih karna harus pulang sendiri.
Sekarang Alena sudah di tempat parkiran. Ia langsung mengambil sepedanya.
"Ada apa ya sama Gavina dan Keiza, belakangan ini mereka jadi sering ngehindar" ucap Alena penuh penasaran.
Setelah mereka mengambil sepeda. Ia lagsung menaiki sepeda dan mengayuhnya menuju arah rumah.
Diperjalanan Alena melihat dua orang yang sepertinya ia kenal tetapi agak samar di toko buku. Ia kemudian menghentikan sepedanya untuk melihat lebih jelas orang tersebut.
Dan benar itu adalah Gavina dan Keiza yang sedang tertawa kecil sambil memilih buku-buku. Alena yang melihat itu pun merasakan sakit hati yang begitu menusuk.
"Kenapa mereka bohong ya, aku salah apa sama mereka sampai-sampai mereka ga mau aku ikut" lirih Alena sambil menatap kearah toko buku dengan air mata yang sedikit demi sedikit berjatuhan.
Setelah ia menyadari akan air matanya yang berjatuhan ia langsung cepat-cepat menghapus air mata yang jatuh membasahi pipinya dan ia langsung melanjutkan perjalananya menuju kerumah.
***
Beberapa hari setelah ia melihat Gavina dan Keiza ditokoh buku. Gavina dan Keiza semakin menghindari Alena dan Keiza tanpa sebab. Saat berpapasan pun Gavina dan Keiza seolah tidak melihat akan kehadiran Alena. Dan itu membuat Alena begitu sedih.
Didalam kelas Alena tampak berpikir untuk menemui Gavina dan Keiza di kelasnya pada waktu istirahat tiba.
"Apa aku ke kelas mereka aja ya" tanya Alena pada dirinya sendiri. Pada akhirnya Alena memutuskan untuk menemui Gavina dan Keiza nanti.
Saat pelajaran pertama telah berlalu.
Kring kring
Bel berbunyi dua kali tanda istirahat telah tiba, tampak siswa-siswi yang berhamburan menuju kearah kantin untuk mengisi perut mereka yang kosong.
Alena bergegas menuju kelas Gavina dan Keiza dengan cepat sebelum mereka pergi dari kelas.
Sesampainya dikelas Gavina dan Keiza, Alena langsung menghampiri mereka berdua dan sontak membuat kaget Gavina dan Keiza.
"Ha-haii Gav Kei" sapa Alena tersenyum. Keiza melirik kearah Gavina dan Keiza pun berdiri dari tempat duduknya dan bergegas keluar dari kelas tetapi dicegah oleh Alena.
"Kei tunggu!, kalian kenapa sih" ucap Alena menahan tangisnya.
Tapi tidak dihiraukan oleh Keiza ia tetap melanjutkan perjalanannya tanpa menghiraukan Alena. Alena pun beralih menatap Gavina tapi Gavina hanya terdiam kemudian menyusul Keiza keluar dari kelas.
Alena begitu sedih melihat sahabatnya yang menghindari. Ia pun langsung berlari menuju kelasnya dengan menahan tangis disepanjang jalan.
......
Dilain tempat Gavina menemukan Keiza di tempat perpustakaan sekolah.
"Hampir saja Kei" ucap Gavina legah.
"Iya Gav untung kita pandai akting, tapi aku ga tega sama Alena kayaknya dia sedih banget tau" sahut Keiza.
Mereka berdua kemudian bernapas legah hampir saja rencana mereka berdua gagal. Karena Ini merupakan rencana Keiza dan Gavina untuk memberikan surprise ulang tahun Alena bersamaan dengan hari jadi persahabatan mereka dengan cara menjauhi Alena.
Keiza dan Gavina telah menyusun rencana ini sejak jauh hari agar rencana mereka berjalan lancar.
flashback on
Gavina dan Keiza menyusun rencana mulai dari mereka berdua menjauhi Alena dan sontak membuat Alena bertanya-tanya dan khawatir.
Saat itu Alena, Keiza, Gavina sedang berjalan bersamaan saat bel pulang sekolah. Diperjalanan koridor sekolah Gavina dan Keiza mulai menjalankan rencana mereka karena hari ulang tahun Alena yang sebentar lagi tepatnya Minggu depan.
Keiza melirik kearah Gavina seolah memberi kode pada Gavina. Gavina yang peka pun langsung menjalankan rencana. Mereka berbohong akan mengerjakan tugas tambahan padahal mereka berdua pergi ketoko buku membeli buku yang Alena incar dari dulu.
Setelah itu hari demi hari rencana Gavina dan Keiza pun berjalan lancar. Alena bahkan tidak sadar bahwa Keiza tengah bersekongkol bersama Gavina.
Gavina semakin hari pun semakin menjauh dari Alena dan Keiza. Alena begitu bingung dan khawatir akan sahabatnya menjauhinya.
***
Hari-hari Alena lewati dengan penuh kesediaan dan kesendirian. Dan sekarang tepat hari ulang tahun Alena. Ia masih mengkhawatirkan Gavina dan Keiza yang sudah tidak dekat lagi dengannya. Alena begitu sedih dihari ulang tahun nya karena sahabatnya yang telah menjauhinya.
Gavina dan Keiza telah memberi tahu kedua orang tua Alena mengenai rencana yang mereka berdua buat dan Orang tua Alena pun menyetujui rencana Gavina dan Keiza.
Saat Alena berada didalam kelas selama pelajaran ia tampak tidak fokus dalam belajar. Ia selalu memikirkan tentang sahabatnya.
"Ulang tahun kali ini terasa berat" batin Alena dengan memaksa tersenyum.
Jam menunjukkan pukul 13.00 saat pulang telah tiba. Alena segera membereskan buku-bukunya dimeja dan memasukkannya kedalam tas.
Ia kemudian segera berlari cepat menuju parkiran sekolah untuk mengambil sepedanya. Tapi saat ia akan menaikki sepedanya ia merasakan hal yang berbeda. Ternyata ban sepedanya bocor padahal pergi tadi ban nya masih baik-baik saja.
"Lah kok bisa bocor sih ban nya" Alena mendengus kesal menatap kearah ban sepedanya.
Alena kemudian terpaksa mendorong sepedanya sampai rumahnya yang lumayan jauh dari sekolah apalagi ia mendorong sepeda. Alena menghentikan sepedanya didekat pondok sambil beristirahat sebentar.
....
Flashback on
Gavina dan Keiza berbicara dengan kedua orang tua Alena. Mereka berencana memperlambat Alena sampai rumah agar Gavina dan Keiza dapat menyiapkan suprise kepada Alena sebelum ia tiba dirumah.
Saat bel pulang sekolah berbunyi Gavina dan Keiza langsung berlari secepat mungkin melewati gerombolan siswa-siswi. Mereka berlari karena agar tidak didahuli Alena.
Gavina dan Keiza sengaja membocorkan ban sepeda Alena agar ia terlambat sampai dirumahnya. Dan itu dapat membuat Gavina dan Keiza lebih cepat sampai dirumah Alena.
"Gav buruan ntar ketahuan Alena" ucap Keiza sambil melihat keadaan.
"Iya iya udah nih" sahut Gavina yang telah berhasil membocorkan ban sepeda Alena.
"Oke sip" Keiza mengacungkan jempolnya pada Gavina. Kemudian mereka langsun pergi dari perkiraan dan segera menuju rumah Alena.
Flashback off
Setelah Alena beristiraha dipondok sekitar 10 menit ia langsung segera melanjutkan perjalanannya menuju rumah. Dijalan ia terua mendorong sepeda sambil bersenandung kecil.
Setibanya dirumah Alena mengucapkan salam tetapi tidak ada orang yang menyahutinya. Ia kemudian membuka pintu yang tidak dikunci. Alena heran kenapa rumahnya begitu gelap.
Ia memanggil ibunya tetapi hanya keheningan yang didapatkannya. Ia kemudia mencoba menyalakan lampu rumahnya.
Tiba-tiba...
"Happy birthday" teriak Gavina dan Keiza membawa dua kue yang satu bertuliskan Happy birthday Alena dan yang kedua bertuliskan Selamat hari persahabatan.
Alena yang begitu kaget melihat kedua sahabatnya pun langsung menangis haru. Ia tidak percaya hal ini akan terjadi.
"Happy birthday Alena, Happy birthda Alena, Happy birthday Happy birthday, Happy birthday Alena.... YEAYYYYY" Gavina dan Keiza menyanyikan sampai habis lagu Happy birthday. Alena yang melihat mereka berdua masih tidak percaya.
"Happy birthday Alena semoga panjang umur, sehat selalu, makin pintar, makin rajin, semog selalu dalam lindungan Allah, intiny doa terbaik untuk Alena... Sekali lagi Happy birthday Alena" ucap Gavina memberikan ucapan pada Alena.
"Happy birthday ya Len, maapin kita ya udah menghindari kamu beberapa hari yang lalu hehehe" ucap Keiza terkekeh.
Alena yang mendengar ucapan keduanya langsung memeluk keduanya erat karena masih tidak percaya dengan apa yang terjadi saat ini.
"Makasih banyak kalian berdua, aku kira kalian bakalan benar-benar mau ngelupain aku" ucap Alena sedih sambil menatap Gavina dan Keiza bergantian.
"Mana mungkin Len, ya ngga Kei?" ucap Gavina melirik kearah Keiza. Keiza pun mengangguk sebagai tanda setuju.
"Sahabat untuk Selamanya?" ucap Alena sambil merentangkan sebelah tangannya. Gavina dan Keiza yang melihat kearah Alena langsung merentangkan sebelah tangan mereka dan meletakkan diatas tangan Alena.
"SAHABAT UNTUK SELAMANYA" teriak Gavina dan Keiza berbarengan.
Mereka kemudian tertawa gembira dan kembali berpelukan.
END