Sebelum memulai suatu kisah dan perjalanan...
Apa yang ada dipikiran kalian tentang kata 'Destiny'?...
Apakah itu kata biasa?..
Atau..
sebuah kata dengan makna mendalam?.
Seperti nama nya, 'Destiny'.
Yang berarti 'Takdir'..
Atau bisa juga disebut 'ketetapan'..
Dan kadang..disebut pula 'nasib'.
Entah..takdir apa yang sudah 'disusun' oleh tuhan kepada kita(manusia).
Terkadang, memberi harapan pada seseorang akan sulit dibandingkan diberi.
Karena apa?, Sudah memberi tapi tidak dihiraukan. Sungguh,menyebalkan bukan.
Tapi, jikalau kita berusaha, dan memperjuangkannya..
Tidak mungkin tidak ada hasilnya.
Pepatah mengatakan..
"Usaha tidak menghianati hasil".
Mari..kita saksikan betapa hebatnya memperjuangkan cinta bersama, oleh orang terkasih.
__
Matahari mulai menampakkan diri, bersiap menjaga kehangatan serta menyinari makhluk bumi saat ini.
Di pagi itu, sepasang insan berbicara di sudut rumah, tepatnya di bagian halaman belakang.
Sambil melihat pemandangan asri didepan nya, secangkir teh menemani dua insan tersebut.
Setiap detik mereka meneguk teh sambil bercerita hubungan kedua nya.
"Ray..aku harus gimana?." Tanya rachel, dengan suara penuh kelembutan menatap lelaki di depan nya.
"Apa aku mundur saja?. Aku ga kuat hiks..hikss " Tanya-nya lagi. sambil menutup seluruh wajah nya, kali ini ia tidak bisa menahan tangisnya.
Mendengar suara sang kekasih menangis di depan nya dengan pilu dan terasa menyakitkan,
membuat hati rayyan seperti tergores pisau tajam yang menusuk hingga kedalam.
"Hei..hei..sayang..dengerin aku."
Rayyan memegang kedua tangan yang menutup wajah cantik kekasihnya dan menatap intens rachel.
"Jangan dengerin apa kata mommy oke?. Kita bakal terus bareng bareng,ga ada kata pisah. Paham sayang..?"
Rayyan mencoba meyakinkan kekasihnya agar ia tidak sedih dan teringat kejadian beberapa hari lalu.
Rachel pun mengganggukan kepala guna mengiyakan ucapan lelaki di depannya.
Ya,beberapa hari lalu..mommy rayyan melarang keras hubungan kedua nya.
Karena perbedaan keluarga rayyan dan rachel. Namun rayyan, dengan tekad yang kuat akan selalu mempertahankan hubungan bersama kekasih nya.
Tak terasa hari sudah menjelang siang, kedua insan tersebut masuk ke dalam rumah milik kedua orang tua rayyan.
Lalu, rayyan mengantarkan rachel ke rumah nya karna kekasih nya meminta pulang.
"Kita ketemu lagi besok, oke?."
Rayyan berucap dan meninggalkan halaman depan rumah kekasih nya.
Dari kejauhan rachel menatap kekasihnya pulang dengan tatapan yang tidak bisa dijelaskan.
Malam hari nya, rachel menjatuhkan diri ke kasur miliknya, menatap langit-langit rumah nyaman nya dan berbicara dalam hati.
"Kamu seperti bintang, yang selalu menyinari kegelapan ku. Rayyan.."
rachel berucap di hati nya.
"Kamu itu, seperti tali yang diikat kuat di otak ku, karna tidak pernah lepas dari pikiranku. Ray."
Rachel berucap lagi dengan adanya bulir-bulir air mata menetes di pipi nya.
Dan, ia pun tertidur dengan sendirinya.
Menunggu hari esok tiba.
Kukuruyuk ....petok petok petok.
Suara hewan memiliki sayap berkaki dua menyapa pagi sinarnya matahari dan bumi.
Di pagi itu pula, rachel sudah bersiap melangkah dan memijaki jalan bebatuan dengan senyuman. Meski tak dipungkiri bahwa ia lelah dengan keadaan.
Ia menuju pendidikan sekolah nya. Ya,sma sinar bintang . Nama yang seperti seolah-olah murid disana bisa menjadi seorang bintang berkat prestasi yang dijunjung nya.
Disepanjang jalan ia berpijak dengan kondisi yang tidak memungkinkan.
Mata berwarna coklat nya yang indah itu ternodai warna merah, Begitu sembab.
Seperti ada sisa-sisa air mata tercetak di pipinya.
Tidak perduli oleh manusia-manusia bumi yang melihatnya saat ini.
Ia terus melangkah sampai suara motor menghentikan jalannya.
Brumm...Brumm..cittt.
Rayyan turun dari motor nya dan berdiri berhadapan dengan kekasihnya lalu ia berucap.
"Kenapa tak menunggu ku..?" .
"Untuk apa..?,apakah bumi bercanda denganku?. Harus menunggu yang belum pasti.." ucap lirih rachel mendongakkan kepala dan menatap manusia pujaan hatinya.
"Cinta tak memilih, chel. Untuk mencintai atau tidak. Ia hadir dengan sendiri nya.." ucap rayyan.
"Sama sepertiku. kamu ada di relung hati yang paling dalam, disini."
Rayyan berucap sambil meggerakkan jari telunjuk dan menunjuk hati di dadanya.
Jantung berdesir dengan sangat cepat memenuhi seluruh tubuh rachel. Seolah ia tak percaya, pujaan hati nya itu memiliki rasa yang sama.
"Tuhan, apakah ini yang dinamakan cinta?.., namun..ujian yang kau berikan membuat hatiku seperti tertancap pisau yang sangat tajam.."
Rachel berbicara dalam hatinya.
Ia berdiri dengan tak kuasa menahan tangis, namun air mata mengalir keluar dengan sendirinya. seolah ia tak kuat jika menumpuk di dalam kelopak mata rachel.
Rayyan yang melihat nya, lagi-lagi seperti pelaku yang membuat kesalahan pada sang korban hingga menangis. Ia memeluk tubuh ramping tersebut, dan setetes demi setetes air mata keluar di pipinya.
Rachel yang diperlakukan seperti itu, meraung - raung menangis dipelukkan rayyan. Seolah, ia tak terima dengan kenyataan.
"Cintamu adalah sihir, ragamu bagai tameng, dan jiwamu terikat padaku".
Mungkin..inilah yang dirasakan mereka berdua ketika saling berpelukan.
Dan...jalan yang dipijak mereka serta langit dan bumi yang melihatnya menjadi saksi, bahwa..kedua insan tersebut saling mencintai, namun keadaan yang membuat mereka seperti ini.
Lalu.. sampai nya disekolah..
Mereka belajar dikelas masing masing.
Bergiat dalam pelajaran,
Melihat guru yang menerangkan.
seakan-akan.. mereka sedang di bacakan sebuah cerita yang memiliki teka-teki,dan diberi jawaban ketika selesai diterangkan.
Disaat itu pula, mereka fokus belajar.
Untuk siap menghadapi segala cobaan ketika ujian yang mematikan itu datang nantinya.
Hari demi hari terlewatkan, Bulan-berbulan telah usai. Hingga saatnya dimana para murid sma sinar bintang dengan pakaian rapi, ciri khas anak sekolah itu duduk dan memulai ujian mematikan tersebut.
Seolah mendukung ujian mereka,terik matahari begitu silau masuk ke dalam menembus jendela kokoh itu. Yang membuat otak para murid semakin panas dibuatnya.
Disisi lain...
Rachel menjawab soal yang diberikan guru, dan ia berpikir..
"Kenapa soal-soal ini bisa dijawab oleh banyak murid hingga selesai.., sedangkan cintaku dengannya begitu rumit dan belum mendapatkan jawaban pastinya."
Rayyan pun sama dengan rachel,ia sedang menatap intens soal dimeja nya. Dan berpikir..
"Disetiap lembar soal ini, banyak kata serta kalimat tertulis yang tercetak didalam nya. Tapi, kalimat ku untuk rachel hanya satu..'aku mencintai nya'."
Tak terasa hari yang paling ditunggu-tunggu para murid sma sinar bintang telah tiba.
Ya, 'hari kelulusan'.
Dimana hari itu berbondong-bondong para orang tua berdatangan demi menyaksikan dan memeluk dengan bangga anak nya yang telah berhasil menyelesaikan sekolah nya.
Justru di hari itu pula rayyan merasakan sakit.., sakit sekali. Seperti ada pisau tajam yang menghantam dadanya. Bibir nya terasa dingin dan kaku, seolah ia adalah seseorang yang ingin bicara namun tak mengeluarkan suara sedikitpun.
Tuhan mempermainkannya,
Bumi menertawakannya.
Dan ujian ini...
sangat...
sangat berat berada dipundak nya!.
"Tuhan,tolong..untuk tak menghalangi jalanku dengannya" rayyan berucap menatap langit yang biru itu, setetes air mata jatuh di pipinya.
Karena..hari ini.. hari terakhir ia bertemu dan melihat kekasih tercinta nya.
Ya, mommy berpesan padanya, ketika hari kelulusan nanti ia akan kuliah di luar negeri. Keinginan papa dan mommy nya.
Ia tak mengelak, karna ia tak bisa membantah ucapan kedua orang tua nya.
Mau bagaimana lagi? Ia pasrah. Dan ia merupakan anak semata wayang.
Disinilah rachel, duduk ditemani kedua orang tua nya. Ia senang bisa lulus dengan nilai terbaik disekolah nya.
"Mama..ayah.." ucap lirih rachel.
" ya nak..?" jawab kedua orang tua rachel yang saat ini bingung anak nya berbicara seperti..ingin menangis.
"Selalu disisiku ya..ma..yah.." ucap lirih rachel yang saat ini menatap kedua orang tua nya, dengan mata yang memerah.
"Nak..jangan bicara seperti itu, kami selalu ada untukmu. Curahkan isi hatimu pada kami, kami pasti mendengarkannya.."
Kedua orang tua rachel dengan nada lembut dan mengusap sayang kepala anak nya berucap.
"Terimakasih mama.., ayah.." ucap rachel
~~~~~~~~
Masih ditempat yang sama, tepatnya dihalaman belakang sekolah.
Langit yang diselimuti awan mendung, menyaksikan dua insan yang saat ini berhadapan.
Saling menatap intens, menunggu siapa yang ingin memulai bicara.
"Maaf...Kita berakhir disini." ucap rayyan dengan tegas.
"........"
"........"
"........"
JEDERRRRRRR!!!!.
Secara tiba-tiba, langit menangis bersamaan suara petir yang datang.
Membasahi kedua insan yang saat ini mengucapkan kata-kata terakhir menyakitkan bagi kedua nya.
Kaget, Sakit, Kecewa, Menghantam dan menembus ulu hati rachel sangat dalam.
Iya tak percaya dengan apa yang diucapkan pujaan hati yang ia dambakan selama ini.
"K-k-kamu..bercanda..? Iya..? IYA KANN!" ucap rachel mendongakkan kepala nya dan menatap intens lelaki di hadapannya bersamaan bulir-bulir air mata membasahi pipinya sangat deras.
"JAWAB AKU RAY!!. hiks hiks..JAWAB!!!. "
Sekuat tenaga rachel memukul dada bidang rayyan sambil menangis histeris.
"Kamu berbohong padaku,kamu mempermainkanku..Rayyan aditama..hiks..hiks.." ucap tangisan lirih rachel.
Rayyan terdiam kaku melihat betapa terlukanya dan kecewa kekasihnya.
Ia memeluk dan mencium dahi kekasihnya.
"Tidak..jangan berkata seperti itu. Aku mencintaimu lebih dari yang kau tau" ucap rayyan, yang masih setia memeluk kekasihnya.
"Aku pamit pergi..ya?. Aku janji akan kembali ke negara ini..dan.. maaf.."
Rayyan melepas pelukannya dan menatap wajah lelah serta terluka kekasihnya.
Rachel hanya menggangguk tanda mengerti, ia kecewa dengan kenyataan pahit tersebut.
Lalu, rayyan pergi membelakangi mantan kekasihnya itu...
Sejenak ia berhenti,menoleh kebelakang dan melihat senyuman terbit di bibir mantan kekasihnya itu. Ia pun membalas dengan senyuman juga dan berbalik kembali ke mobil yang menunggu di depan nya.
Mantan kekasih- tidak. Itu hanya kedengarannya saja, tapi di dalam hatinya ia tetap kekasihnya!.
Sebesar itu cinta sang kekasih padanya, ia bertekad akan selalu mengingat bahwa nanti ia sukses, ia akan membawa sang kekasih pada tangisan kebahagiaan!.
"Aku tersenyum manis agar kau berani pergi, meski hatiku retak tanpa suara".
Ucap lirih rachel melihat rayyan dari kejauhan.
"Kau pergi mengejar masa depan, sementara aku menjaga kenangan kita dalam hatiku " ucap rachel lagi.
"Jiwaku terikat padamu, ragamu adalah ragaku, tapi takdir...memberi jarak dan waktu"
ucap rachel dengan mata memerah melihat mobil yang ditumpangi rayyan melaju pergi.
_____________________________
Hari demi hari berlalu, rachel jalani dengan rasa yang hampa. Namun dihatinya terukir abadi nama yang begitu indah.
Setiap detik, setiap menit,ia selalu rindu akan sosok yang mewarnai hidup nya. Seperti seorang ratu yang menginginkan pangeran nya kembali,ia terus memohon pada tuhan, agar apa yang diharapkan nya dapat terjadi.
"Kau takkan pernah tau rasanya menanti sesuatu yang belum pasti, meski hatiku berkata... bahwa kau kembali."
Ucap rachel menatap figuran foto yang dipegangnya. Menampilkan sosok sepasang kekasih terseyum bahagia pada masa-nya.
Lalu..
Rachel beranjak dari kamar menuju balkon kamarnya, berpegang pada pembatas lalu ia menatap bintang bersinar diatas langit.
"Diantara jutaan bintang-bintang, terselip namamu yang terukir disana."
Ucap lirih nya.
"Wahai pangeranku,kembalilah...ratu menunggumu disini. " ucap rachel yang menahan tangis, namun tak dapat dipungkiri air mata nya jatuh mengalir deras.
Dan dimalam yang sunyi itu, sang ratu menumpahkan tangisan nya, ia terisak kencang. lelah dengan cobaan yang diberi tuhan oleh nya.
____________________________
4 TAHUN KEMUDIAN...
Suasana riuh memenuhi universitas,
Para mahasiswa maupun siswi saling berpeluk hangat bersama orang tua nya.
Begitupun rachel, ia berterimakasih pada tuhan bahwa orang tuanya menemani sampai titik ini.
Ya, rachel menyelesaikan kuliah nya.
Dan tanpa disangka-sangka, satu momen mengubah hidupnya.
Brukkk.
"Selamat honey...aku bangga padamu"
Rayyan memeluk erat membelakangi kekasih yang ditinggalkannya bertahun-tahun.
"R-ray...i-i-ni k-kamu..?" Jantung rachel berdetak sangat cepat ketika ada yang memeluknya dari belakang. pelukan ini...pelukan yang sama beberapa tahun lalu.
"Ya...sayang. aku kembali.." ucap rayyan.
"Hiks...hiks...aku...rindu padamu...pangeranku." ucap lirih rachel lalu membalikkan tubuhnya dan menatap seorang lelaki berjas hitam seperti seorang ceo yang menjemput kekasih nya.
"Aku juga...ratu..." ucap lirih rayyan.
"Hikss...hiks.." ucap rachel menangis menutup wajah cantiknya dengan kedua tangannya.
Dan...tanpa diketahui rachel, rayyan membungkukkan badannya mendongak ke atas menatap wajah cantik kekasihnya itu dengan mengangkat kedua tangannya. Lalu..
"Will you mary mee, honey? " ucap rayyan sedikit gugup.
secara langsung rayyan menembak rachel didepan kedua orang tua nya dan orang tua kekasih nya.
Rachel membuka kedua tangan yang menutup wajahnya, dan betapa terkejutnya ia dilamar oleh pangeran yang selama ini ia rindukan. Ia menatap sebentar mommy rayyan yang berada tepat disamping mama nya.
"Terimalah sayang...mommy setuju kamu dengan rayyan...maafkan mommy yang dulu sempat menyakitimu. Mommy sadar, kebahagiaan rayyan ada pada dirimu " ucap lirih mommy rayyan menatap calon menantu nya itu.
Rachel menghela nafas sambil memejamkan mata nya, dan ia menerima lamaran rayyan dengan rasa bahagia mengguncang hatinya.
"Diantara ribuan cahaya yang redup, takdir menuntun jalanku untuk bersamamu" rayyan berucap dengan rasa bahagia.
"Mari berjuang, sayang. Biarkan kisah kita tercipta selamanya" ~
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
• Rumah Menulis .
•Tema 2 ~ Cinta Penuh Perbedaan .