"Hei anak haram! kau tidur di sini dulu malam ini ya!" ucap bibi Cinthya sambil mendorong paksa Zaki, hingga membuat anak yang baru berusia sepuluh tahun itu jatuh tersungkur di lantai gudang yang dingin. Dengan cekatan dia langsung menutup pintu gudang itu dan menguncinya dengan gembok agar Zaki tidak berusaha kabur.
Cinthya sangat membenci Zaki, karena anak itu dilahirkan dari hasil perbuatan zina antara adiknya dan suaminya sendiri. Setelah beberapa hari anak itu lahir, kedua orang tuanya yang belum resmi jadi suami istri itu mengalami kecelakaan tragis dan langsung meninggal di tempat. Lebih tragisnya lagi, Cinthya harus bertanggung jawab untuk merawat Zaki yang sudah yatim piatu.
Saking bencinya Cinthya pada Zaki, dia sampai tidak ingin memasukkan anak itu ke panti asuhan. Hal itu dilakukannya untuk membalas dendam. Cinthya ingin Zaki merasakan rasa sakit yang di terimanya karena kesalahan kedua orang tuanya itu.
***
"Tante!!! jangan kurung Zaki!" ujar Zaki sambil menggedor-gedor pintu berharap bibinya itu mau membukakan pintu. Namun seberapa keras Zaki menggedor-gedor pintunya dan memohon, bibinya yang jahat itu tidak akan kembali membukakan pintu.
Zaki akhirnya menyerah dan hanya duduk memeluk lututnya, sambil menangis sesegukan di gudang yang gelap itu. Satu-satunya penerangan Zaki saat itu hanyalah cahaya kecil dari ventilasi gudang. Beberapakali dia memanggil ibunya yang sudah lama pergi meninggalkannya. Namun hanya terdengar keheningan malam yang menyahut panggilannya.
"Tante, hari ini Zaki ulang tahun. . .hiks. . . hiks. . ." rengek Zaki dengan tangis sesegukan karena mengingat tanggal hari ini. Zaki juga mengingat jarum jam yang tadi dia lihat sebelum bibinya mengurungnya di sini. Dia mengira waktu sekarang menunjukkan jam 10.00 malam. Dalam dua jam dari sekarang hari ulang tahunnya itu akan segera berakhir.
Ketika Zaki sudah lumayan lama merengek, tiba-tiba dari ventilasi gudang muncul bayangan seseorang. Zaki langsung berdiri agar bisa melihat sosok itu dengan jelas. Dengan perlahan dia melangkahkan kakinya untuk mendekati ventilasi itu. Ventilasi itu lumayan tinggi, membuat Zaki harus mengambil salah satu benda yang ada di sekitarnya untuk bisa menggapainya.
Saat sudah bisa mencapai ventilasi, mata Zaki langsung menyapu apa yang bisa di lihatnya melalui ventilasi.
"BAAAA!!!" seorang badut tiba-tiba muncul tepat di hadapan Zaki, dan langsung membuatnya berteriak dengan keras karena di buat begitu kaget. Meskipun begitu Zaki tidak mengalihkan pandangannya dari badut itu.
Badut yang berpakaian merah menyala itu tampak memberikan isyarat permintaan maaf, seakan dia menyesali perbuatannya pada Zaki. Saat melihatnya, ada sedikit rasa senang di hati Zaki. Setidaknya dia tidak merasa sendirian lagi di gudang.
"Ya sudah aku memaafkanmu, tapi jangan ulangi lagi ya?!" ucap Zaki dengan tersenyum tipis.
Mendengar ucapan Zaki, badut itu langsung meloncat kegirangan, dan berhasil membuat Zaki tertawa geli melihatnya. Badut itu juga tampak memperlihatkan keahlian sulapnya untuk menghibur Zaki, yang kala itu hanya bisa menontonnya lewat ventilasi gudang.
Setelah melakukan aksi sulapnya, badut itu berlari ke samping dan menghilang dari pandangan Zaki.
"Om badut kemana?!!" Zaki menampakkan raut wajah sedihnya. Dia langsung menundukkan kepalanya, dan matanya mulai berkaca-kaca. Sekarang Zaki kembali merasa kesepian. Sesekali dia melihat dengan seksama keluar ventilasi, berharap bisa melihat badut itu lagi. Nihil, Zaki tidak melihat kemunculannya lagi.
BRAKKK!!!
Tampak Cinthya terlihat dari balik pintu. Raut wajahnya terlihat sangat marah sambil melotot ke arah Zaki. Di genggaman tangannya terlihat ada alat pemukul kayu.
"SINI KAMU ANAK HARAM!!!" teriak Cinthya sambil berusaha meraih Zaki yang kala itu masih berdiri di atas benda dekat ventilasi. Zaki kembali menangis sejadi-jadinya.
"Tante ampun! ampun tante!" rengek Zaki sambil menahan sakit pukulan bibinya sendiri.
"Kamu ya!!! berani-beraninya teriak sekeras itu!!! mau balas dendam sama tante hah? mau lihat tante di penjara?!!!" ujar Cinthya yang sudah berhasil menurunkan Zaki ke bawah. Tanpa ampun dia langsung memukuli Zaki dengan alat pemukulnya yang sedari tadi ada di genggaman tangannya.
PLAK! PLAK! PLAK!
Cinthya terus memukuli tubuh Zaki, amarahnya begitu meluap-luap kala melihat wajah anak kecil itu.
DOR!
Tiba-tiba dari luar terdengar suara seperti balon yang pecah. Cinthya langsung menghentikan pukulannya. Dia mencoba menatap keluar pintu. Sama halnya dengan Zaki, dia juga langsung mengarahkan bola matanya keluar pintu.
Cinthya langsung membelalakkan matanya, ketika melihat seorang badut berdiri di depan pintu sambil memegangi banyak balon di tangannya. Raut wajah Cinthya tampak sangat ketakutan. Berbeda dengan Cinthya, raut wajah Zaki terlihat senang ketika melihat kemunculan badut itu.
Perlahan Cinthya melangkah mundur untuk menjauh dari badut yang berjalan mendekatinya. Badut itu menutup dan mengunci pintu gudang. Perlahan dia mengikat balon-balonnya di gagang pintu.
"Kumohon, jangan laporkan aku ke polisi!" mohon Cinthya pada badut itu dengan tangan gemetaran. Badut itu terlihat mengambil sebuah kain hitam dari sakunya, perlahan dia pasang kain hitam itu untuk menutup mata Zaki.
"Untuk apa ini Om Badut?" tanya Zaki penasaran.
"Agar masa depanmu lebih baik, berjanjilah kau tidak akan membuka penutup mata ini sampai aku membukakannya untukmu. . . dan jangan menanyakan apapun ketika kamu mendengar sesuatu ya!" bisik baduit itu ke telinga Zaki.
"Baik!" jawab Zaki sambil menganggukkan kepala.
Melihat badut itu sibuk dengan Zaki, Cinthya memanfaatkan kesempatan itu untuk mencari jalan keluarnya. Dengan air mata yang terus bercucuran di pipinya, dia terus berusaha mendobrak pintu berulang kali agar bisa keluar dari gudang.
DOR! DOR!
Balon-balon yang menggantung di gagang pintu itu satu per satu pecah karena ulah Cinthya.
Sang badut yang mendengarnya perlahan berdiri, dia langsung mengambil pisau berkarat dari sakunya. Dia melangkahkan kakinya dengan cepat untuk mendekati Cinthya. Tangannya langsung di arahkan ke mulut Cinthya, agar wanita itu tidak berteriak.
JLEB! JLEB! JLEB!
Badut itu menusuk dada Cinthya berkali-kali. Cinthya pun melemah dan langsung tergeletak di lantai dengan darah yang terus merembes keluar dari dadanya. Cinthya pun tidak sadarkan diri dengan seketika.
Badut itu pun langsung menggendong Zaki keluar dari gudang.
***
"Om Badut! kau membawaku kemana?" tanya Zaki masih dengan kain hitam yang menutup kedua penglihatannya. Namun sang badut hanya diam sambil terus berlari membawa Zaki ke suatu tempat.
Badut itu pun perlahan mendudukkan Zaki.
"Selamat ulang tahun Zaki. . . selamat ulang tahun Zaki. . .🎶" badut itu bernyanyi, sambil melepaskan kain hitam yang menutupi mata Zaki.
Zaki mengerjapkan matanya di barengi dengan senyuman yang lebar ketika melihat kue ulang tahun di depannya. Tidak lupa dia menyapu ruang tamu kediaman bibinya itu, yang sudah penuh dengan balon berwarna warni yang beterbangan di langit-langit rumah.
Zaki perlahan menangis, dan membuat badut itu langsung menghentikan nyanyiannya.
"Nak. . . kenapa kamu malah menangis?" tanya badut itu lembut.
"Ini. . . ini . . .hiks. . . hiks. . Ini pertamakalinya seseorang mengingat ulang tahunku. . . hiks . . . hiks!" rengek Zaki sambil sesekali mengusap-usap matanya. Badut itu tersenyum lembut melihat anak polos itu.
"Terima kasih Om Badutku!" ujar Zaki sembari memeluk erat badut itu. Badut itu langsung membalas pelukan Zaki sambil tersenyum lebar.
Setelah suasana haru itu, Zaki memakan kue ulang tahun yang diberikan badut itu. Perlahan mata Zaki mulai di serang rasa kantuk yang berat.
Teng! teng! teng!
Jam berdenting dua belas kali, seketika itu Zaki pun langsung tidak sadarkan diri.
***
Zaki membuka pelan matanya, sinar matahari pun langsung menyentuh penglihatannya yang kala itu baru terbangun dari tidurnya. Dia langsung di buat kaget ketika melihat dirinya sendiri terbangun di depan sebuah rumah yang besar. Di sampingnya terdapat tas besar yang berisi barang-barang dan juga sedikit uang.
Zaki mencoba melihat ke sekeliling tempat itu, dan matanya langsung tertuju pada plang kayu yang bertuliskan 'Panti Asuhan Cahaya'.
~TAMAT~
🎂 Selamat ulang tahun untuk kamu yang berulang tahun hari ini.
Dari, Om Badutmu 🤡