Di SMA Negeri 5 Bandar Lampung, ada dua siswa kelas XI yang sedang saling menyukai satu sama lain: Rizky—siswa pintar yang suka bermain basket dan selalu membawa buku puisi di tasnya, dan Dewi—anggota klub seni yang pandai melukis dan sering menghiasi dinding kelas dengan mural cantik.
Keduanya sudah dekat sejak semester lalu, sering bersama-sama nugas di kantin sekolah atau berjalan-jalan ke warung bakso khas Lampung dekat gerbang sekolah. Namun mereka belum pernah mengungkapkan perasaan masing-masing, takut merusak hubungan baik mereka.
Suatu hari, ketika mereka sedang duduk di taman sekolah sambil makan es cendol durian, tiba-tiba ada sosok yang muncul dari tengah-tengah pepohonan dengan suara "WHOOSH!"
Ia adalah Author—cowok dengan rambut panjang hitam yang rapih, mengenakan kacamata, masker hitam, dan baju maid yang terlihat cukup mencolok. Mata cokelatnya menyipit melihat keduanya. "Halo halo~👁️👄👁️ Apa kalian lagi pacaran ya?!"
Rizky dan Dewi langsung kaget, wajah mereka memerah seperti buah rambutan khas Lampung. "K-kamu siapa?! Dari mana kamu muncul?!" tanya Rizky dengan suara gemetar.
"Aku Author aja lah 😤! Penulis cerita kalian lho! Bisa apa aja lho aku—teleport, terbang, bahkan bikin hujan kopi di Neptunus kalau mau 😎!" Ujarnya sambil menampar tangannya ke telapak tangan kiri.
Sejak itu, Author sering muncul secara tiba-tiba setiap kali Rizky dan Dewi sedang bersama. Saat mereka mau ngobrol serius di halaman masjid sekolah, Author tiba-tiba muncul dari balik mimbar: "Woy, jangan di tempat yang suci aja dong 😤! Mau ngobrol apa sih kalian? Mau bilang cinta ya? Yuk cepat aja biar cerita bisa jalan!"
Kali lain, ketika Rizky mau memberikan bunga mawar yang dia beli dari pasar Cibinuang ke Dewi, Author tiba-tiba teleport tepat di tengah mereka dan menyambar bunga itu: "Wah cantik banget bunganya 🌸! Tapi warna merah terlalu biasa aja, aku ganti jadi warna ungu aja ya~✨" Tanpa basa-basi, dia menyentuh bunga dan warnanya berubah secara ajaib—bikin Rizky jadi kesal karena sudah merencanakan itu dari semalam.
Masalah semakin kompleks ketika Aldo—anggota klub olahraga yang dulu pernah menyukai Dewi—melihat kedekatan Rizky dan Dewi. Dia merasa cemburu dan mulai mencari kesempatan untuk membuat Rizky tersinggung. Suatu hari, Aldo menyuruh teman-temannya menyebarkan kabar bohong bahwa Rizky hanya bermain-main dengan perasaan Dewi.
Dewi yang mendengar kabar itu menangis di belakang kelas. Ketika Rizky datang untuk menjelaskan, mereka lagi-lagi ditemukan oleh Author yang baru saja datang dari Cincin Planet Uranus: "Waduh aduhai nangis lagi 😩! Gak usah baper deh, aku tahu itu kabar bohong dari Aldo lho! Tapi gak boleh bilang ya, spoiler kan nanti cerita jadi tidak seru 🤐!"
Rizky marah karena Author tidak mau membantu menjelaskan kebenaran, sementara Dewi merasa bingung kenapa Author selalu muncul dan membuat suasana jadi kacau. Malam itu, Rizky memutuskan untuk mengajak Dewi bertemu di jembatan kecil dekat sungai Way Sekampung, tempat mereka dulu sering kumpul saat liburan sekolah.
"Aku mau bilang sesuatu padamu, Dewi..." ujar Rizky dengan suara lembut, sudah siap mengungkapkan perasaan. Namun tepat saat itu, Author muncul lagi dengan membawa cangkir kopi: "Wah tempatnya romantis banget 🤩! Aku bawa kopi dari Neptunus nih, rasanya beda lho dari kopi Lampung!"
Tanpa diduga, Aldo dan teman-temannya juga datang ke sana. Dia melihat Rizky dan Dewi bersama, dan rasa cemburunya meledak. "Rizky! Kamu berpura-pura baik saja tapi sebenarnya cuma mau menghina Dewi bukan?!" teriak Aldo sambil mendekat dengan langkah kasar.
Akhirnya bentrok kecil terjadi antara Rizky dan Aldo. Sementara itu, Author cuma berdiri di sisi jauh sambil menikmati kopinya: "Waduh bentrok nih 😯! Tapi ini bagian dari cerita kok, biarin aja dulu ya~"
Ketika bentrok mulai membesar, Dewi menangis dan berteriak, "Cukup saja! Kalian berdua tidak mengerti apa-apa!" Dia berlari menjauh dari sana, meninggalkan Rizky dan Aldo yang terdiam. Rizky mencoba mengejarnya tapi terjatuh karena tersandung akar pohon.
Keesokan harinya, Dewi tidak datang ke sekolah. Rizky mencari dia ke rumahnya, tapi dikabarkan bahwa Dewi dan keluarganya sudah pindah kota karena ayahnya mendapat pekerjaan baru di luar Lampung. Rizky merasa sangat sedih, dia tidak punya kesempatan untuk mengungkapkan perasaan dan membuktikan bahwa dia benar-benar menyukai Dewi.
Ketika Rizky sedang duduk sendirian di taman sekolah tempat mereka dulu sering kumpul, Author muncul lagi—kali ini wajahnya terlihat lebih serius tanpa emoji di ucapannya.
"Aku tahu kamu marah padaku..." ujar Author dengan suara pelan. "Tapi ini adalah jalan cerita yang aku buat. Kadang cinta tidak selalu punya akhir bahagia, bahkan penulis sekalipun tidak selalu bisa mengubahnya...👁️👄👁️"
Tanpa berkata lagi, Author menghilang dengan teleportasi, menyisakan Rizky sendirian di taman itu—menatap langit sambil mengingat semua momen indah yang pernah dia lewati bersama Dewi, dengan kenangan tentang sosok aneh yang selalu muncul dan membuat hidup mereka jadi lebih kompleks dari yang seharusnya.