EPISODE 18 :
Mereka mendekat dengan sangat hati-hati ke gudang yang terletak di tengah hutan. Suara angin yang menghembuskan daun-daun kering menjadi satu-satunya teman mereka. Markonah memberi isyarat untuk berhenti sejenak, lalu menyelinap ke balik pohon besar untuk mengamati situasi.
Dari balik pepohonan, mereka melihat pintu gudang terbuka selebar sesekali. Tidak ada seorang pun yang menjaga di luar, tapi dari dalam terdengar suara orang yang sedang berbicara dengan nada tinggi.
"...kau harus mengerti bahwa aku lakukan ini untukmu!" suara itu terdengar jelas—suara Pak Samsudin.
Markonah merasakan darahnya mendidih. Dia tidak mengenal suara itu, tapi tahu pasti bahwa orang di dalam adalah yang menyiksa Zikri. Dia menunjuk ke arah celah kecil di dinding gudang, dan mereka semua menyelinap ke sana untuk melihat ke dalam.
Di dalam, Zikri terlihat terikat dengan rantai besi, tubuhnya penuh dengan memar dan bekas luka. Seorang pria besar dengan wajah kasar berdiri di depannya—Pak Samsudin.
"Aku adalah ayah angkatmu, Zikri! Aku takut kau akan menjadi seperti aku—mafia yang ditakuti tapi tidak pernah bahagia!" teriak Pak Samsudin dengan suara yang bercampur antara kemarahan dan kesedihan.
Zikri hanya bisa melihatnya dengan mata penuh air mata. "Aku tidak ingin menjadi seperti kamu, tapi aku juga tidak ingin diperlakukan seperti ini!"
Pada saat itu, Boris tiba-tiba melompat keluar dengan menggeram keras. Markonah tidak punya pilihan lain selain mengikutinya, bersama Lala yang meskipun takut tetap menyusul.
"LEPASIN DIA!" teriak Markonah dengan suara memecah keheningan.
Pak Samsudin terkejut berbalik, melihat tiga sosok yang tiba-tiba muncul. Dia segera mengambil tongkat kayu yang ada di dekatnya, siap melawan.
"Tidak ada yang boleh mengambilnya dariku!" serangnya.
Boris langsung menyerang, menggigit lengan Pak Samsudin hingga dia harus melepaskan tongkatnya. Markonah dengan cepat menghampiri Zikri dan mencoba membuka rantai besinya. Namun rantainya terlalu kuat—dia butuh sesuatu untuk memecahnya.
Sementara itu, Lala yang melihat ada kapak tua di sudut gudang segera mengambilnya dan memberikan kepada Markonah. Dengan kekuatan penuh, Markonah memukul rantai besinya hingga putus.
"Aku tidak akan pernah menyerah padamu!" ujar Markonah sambil membantu Zikri berdiri.
Pak Samsudin yang sudah berhasil melepaskan diri dari Boris melihat Zikri yang sudah bebas. Wajahnya tiba-tiba menjadi lemas, mata penuh dengan kesedihan.
"Zikri... maafkan aku," bisiknya pelan. "Ibumu meninggal saat kamu masih kecil, dan aku tidak tahu bagaimana cara merawatmu dengan benar. Aku hanya takut kehilanganmu juga."
Pada saat itu juga, suara sirene polisi terdengar semakin dekat. Ternyata, saat mereka pergi, salah satu petugas polisi melihat mereka mengikuti jejak baru dan memutuskan untuk mengikuti diam-diam.
Polisi memasuki gudang dan menangkap Pak Samsudin. Dia tidak berlawan lagi, hanya menatap Zikri dengan wajah penuh penyesalan.
Markonah membantu Zikri mengenakan seragamnya kembali, lalu membawanya keluar dari gudang yang suram itu. Matahari mulai meremajakan, menyinari jalan pulang mereka.
"Terima kasih sudah datang menyelamatkanku," ucap Zikri lembut kepada Markonah.
"Kita adalah teman, bahkan lebih dari itu," jawab Markonah dengan senyum hangat. "Aku tidak akan pernah meninggalkanmu sendirian."
Lala datang mendekat dan memeluk mereka berdua. Boris juga mendekat, menjilat tangan Zikri dengan penuh kasih sayang.
Di kemudian hari, Pak Samsudin mengaku semua perbuatannya kepada polisi. Dia menjelaskan bahwa dia hanya takut Zikri akan mengikuti jejaknya, sehingga melakukan hal-hal yang salah dengan alasan cinta yang keliru. PT. Garuda Jaya Mandiri benar-benar perusahaan miliknya yang sudah tutup, digunakan hanya sebagai umpan agar penyelidikan menyimpang.
Zikri menjalani perawatan dan konseling untuk mengatasi trauma yang dialaminya. Markonah dan Lala selalu ada di sisinya, serta Boris yang tidak pernah lepas menjaganya. Meskipun masa lalunya penuh dengan kesulitan, Zikri tahu bahwa dia kini memiliki orang-orang yang benar-benar mencintainya dan akan selalu melindunginya.
SELESAI