Kegiatan perkemahan pramuka dalam rangka ujian SKU atau syarat kecakapan umum yang biasanya di lakukan pada bulan Desember adalah moment perkemahan yang sangat dinantikan banyak anggota Pramuka di SMA Tunas Bangsa. Selain untuk menyelesaikan salah satu poin yang tertera dalam buku ujian SKU yang mengharuskan survive selama lima hari adik-adik Pramuka juga akan mendapatkan kenaikan level tingkatan dari Pramuka penggalang menjadi Pramuka penegak sesuai tingkatan umur atau jenjang sekolah.
Tahun-tahun kebelakang kemaren biasanya perkemahan SKU hanya dilakukan disekolah atau sekitarnya yang terdekat, kali ini di usulkan untuk dilakukan di daerah lumayan jauh yaitu bumi perkemahan di kawasan hutan Pinus yang lumayan terkenal. Hutan Pinus ini terletak didaerah perbukitan dengan pemandangan yang indah dan juga udaranya sangat sejuk.
Anggota Pramuka dari kelas sepuluh tentu sangat tertarik mengikuti perkemahan ini karena akan menjadi pengalaman yang pertama untuk berkemah selama hampir seminggu.
Tidak beda jauh, dewan ambalan yang menjadi panitia perkemahan ini pun sangat antusias karena akan melakukan banyak kegiatan diluar sekolah seperti biasanya.
Tanggal keberangkatan sudah ditentukan yaitu tanggal sebelas, terdiri dari anggota kelas sepuluh berjumlah empat puluh orang dan dua puluh lima orang dari dewan ambalan.
Rombongan berangkat dari halaman sekolah pagi hari pukul tujuh lebih lima belas menit. Upacara pemberangkatan dipimpin langsung oleh kepala sekolah selaku kakak pembina, yaitu kak Bambang.
Dengan tiga buah truk sebagai armada pengangkut, rombongan pramuka tersebut berangkat dengan sorak-sorai penuh semangat dan kegembiraan.
Rombongan sampai tujuan setelah melakukan perjalanan kurang lebih satu setengah jam, dan langsung mendirikan tenda serta persiapan lainya sebelum uparaca pembukaan dimulai.
Acara demi acara perkemahan sebagia ajang pengujian poin demi poin dalam SKU sudah berlangsung padat hingga malam hari bahkan masih akan berlangsung sampai lima hari kedepan. Lelah, tentu saja tapi karena acara dilakukan dengan senang dan semangat jadi tidak begitu terasa apalagi dilakukan secara bersama-sama.
Waktu sudah menujuk pukul sepuluh malam, acara berlanjut untuk istirahat. Semua masuk ke tenda masing-masing sesuai sangga. Dewan ambalan berkumpul melakukan breifing untuk acara selanjutnya dan esok hari, meskipun wajah lelah tampak pada masing-masing anggota tapi demi suksesnya perkemahan ini mereka tetap bersemangat.
Tepat pukul sebelas tiga puluh, diantara dewan ambalan yang tugas jaga malam ini yaitu kak Yono, kak Andi, kak Eko dan kak Dista ditambah kak Siska yang tak bisa tidur.
"Besok kan tanggal dua belas harusnya kak Eko merayakan hari lahirnya ini, benar kan kak?" tanya kak Siska mengingatkan.
"Ingat saja kamu sis, terima kasih ya" jawab kak Eko tersipu. Kak Siska adalah salah satu mantan kak Eko diantara mantan yang lain. Sedang asyik bercanda kelimanya dikejutkan dengan kedatangan kakak pembina mereka, kak Bambang.
"Sedang berjaga adik-adik?" Sapa kak Bambang.
"Iya kak, kita sedang jaga malam" jawab kak Andi. Mereka semua, terutama Kak Dista selaku seksi acara sedikit bingung sebab tidak ada dalam rencana acara akan kedatangan kak Bambang apalagi hampir tengah malam begini dengan pakaian Pramuka lengkap seperti waktu pelepasan tadi pagi.
"Acara tengah malam sebentar lagi kan? Kakak sengaja datang untuk ikut memantau karena ini diluar area sekolah" kak Bambang memberikan penjelasan seakan tahu dengan kebingungan mereka semua.
"Ohhhh..." Mereka berlima serempak tertawa geli menyadari keterkejutan dan kebingungan yang mereka alami tadi.
Acara malam berlangsung tepat pukul dua belas, adik-adik juga sudah dibangunkan dan berbaris sesuai sangga masing-masing. Dewan ambalan sudah menyebar sesuai titik-titik tempat berlangsungnya acara.
Kak Dista, kak Eko dan kak Yono kebagian tempat di sebelah barat pinggir hutan searah dengan makam cina yang ditempati tugas oleh kak Andi, kak Bella dan kak Dewi.
Kak Eko yang mendapat julukan kakak playboy dari beberapa temannya sebenarnya adalah seorang yang penakut jadi tidak mungkin mau ditempatkan tepat di kuburan bersama kak Andi, kak Bella dan kak siska. Mereka sudah siap untuk melakukan tugasnya malam ini, kakak dewan ambalan yang lain pun sudah siap ditempatnya.
"Ehhh aku kebelet ini, pengen kencing" kata kak Eko dengan mimik muka menahan sesuatu. "Ihhh sana, jangan ngompol disini!" Seru kak Yono sedangkan kak Dista hanya tertawa melihatnya.
"Iya-iya aku pergi ke pohon itu sebentar" kata kak Eko lagi sambil berlari kecil kearah pohon Pinus tidak jauh dari tempat mereka berada.
Saat sudah menyelesaikan hajatnya, kak Eko bermaksud kembali ke tempatnya semula tapi beberapa langkah sebelum sampai dia dihadang oleh kak Bambang yang mengajaknya ke arah kuburan cina.
"Ikut aku saja dik, tempat kamu sudah diganti sama Dewi." kata kak Bambang sambil menyalakan kembali senternya.
Kak Eko hanya menurut dan mengikuti langkah kak Bambang, dia berpikir 'mungkin Dewi ketakutan juga jaga dikuburan' sama seperti dirinya saat ini.
Sesampainya di lokasi kuburan suasana tampak sepi, yang ada hanya bangunan-bangunan kuburan cina yang besar dan tampak menakutkan dimalam hari.
Dengan senter yang masih menyala ditangan keduanya, mereka mencari keberadaan kak Yono dan kak Bella.
"Coba kita berpencar, siapa tahu cepat ketemu."
"Kalo sudah ketemu senternya diarahkan ke atas buat tanda ya." kak Bambang memberikan penjelasan.
Setelah hampir sepuluh menit kak Eko menemukan mereka bertiga tapi...
Tubuh kak Eko bergetar, kaku tidak mampu bergerak. Celananya sudah basah akibat kencing ditempat sangking takutnya bahkan jantungnya seakan ikut berhenti berdetak.
Diantara nisan besar kuburan cina yang seperti hampir rubuh dilihatnya ketiga temannya tergeletak dengan tubuh tercabik dan wajah hancur. Kak Eko ingin berteriak tapi mulutnya seakan terkunci, senter ditangan jatuh tidak mampu diarahkan ke atas sesuai intrusi kak Bambang!
Dari arah depan dilihatnya ada sekitar sepuluh vampir berjalan mendekat, melompat tenang ke arah kak Eko yang kaku ditempat. Penglihatan kak Eko mulai mengabur, dia sudah tidak kuat melihat darah segar yang berceceran keluar dari tubuh ketiga temannya.
Saat kak Eko menoleh kebelakang tampak kak Bambang, kak Yono dan kak dista. Tapi tunggu, dada mereka berlubang tembus dan darah masih mengalir dengan derasnya. Dari dalam mulut mereka keluar darah diantara gigi-gigi yang semakin terlihat meruncing.
"Harusnya aku merayakan hari lahirku dengan suka cita, kenapa ini jadi akhir cerita atau ini hanya prank seperti acara malam Pramuka seperti biasanya." Pikiran kak Eko sudah tidak karuan dan akhirnya dia sudah tidak merasakan apapun karena tidak sadarkan diri.
Disuatu sore kak Eko terbangun dalam keadaan terikat disebuah brankar rumah sakit, dia terlihat linglung dan tidak menemukan siapa pun yang dikenalnya diruangan tersebut selain satu suster yang sedikit gemuk dan dokter laki-laki yang sudah setengah baya.
"Dia sadar juga setelah lima hari pingsan, jaga dan jangan sampai terlepas ikatannya, nanti dia bisa mengamuk dan menghilangkan nyawa orang lagi." terdengar dokter tersebut berkata memberikan perintah pada suster didepannya.
"Dan jangan lupa selalu kunci kembali pintunya setelah memberikan suntikan." Dokter tersebut kembali memberikan peringatan, suster didepanya pun kembali mengangguk dengan tegas.
Selamat ulang tahun untuk kamu yang berulang tahun hari ini!