Di sebuah kamar kecil yang penuh buku dan alat eksperimen sederhana, tinggal seorang mahasiswa fisika bernama Ken. Ia selalu terobsesi dengan teori dimensi paralel, bahkan sering menghabiskan malam hari untuk mencoba membuat alat yang bisa menghubungkannya dengan dunia lain.
Suatu malam, ketika badai melanda kota, percikan listrik menyambar alat eksperimen yang sedang ia kerjakan. Tiba-tiba, layar laptopnya yang tadinya kosong muncul gambar sebuah taman yang tidak pernah ia lihat sebelumnya—dengan bunga berwarna-warni yang bersinar lembut dan jalan batu yang membentuk pola aneh.
Tanpa sengaja, Ken menyentuh layar dan rasanya seperti tersentak listrik lembut. Ketika dia membuka mata lagi, dia sedang berdiri di taman yang sama seperti di layar! Udara di sana segar sekali, dan ada suara musik lembut yang datang dari arah tidak jelas.
Saat ia bingung mencari jalan keluar, seorang wanita muda dengan rambut berwarna ungu muda datang menghampirinya. Wajahnya cantik dengan senyum yang hangat, tapi matanya menunjukkan rasa heran.
"Kamu siapa? Bagaimana kamu bisa masuk ke dunia kami? Orang dari dimensi lain jarang sekali bisa datang kesini," ujar wanita itu dengan suara lembut.
Nama dia adalah Nova—penduduk dari dimensi paralel yang disebut "Aurora", di mana segala sesuatu memiliki energi yang bisa terlihat dan suara bisa membentuk warna. Ken merasa takjub tapi juga takut, tapi senyum Nova membuatnya merasa tenang.
Mereka mulai berbincang, dan Ken tahu bahwa di dunia Aurora, manusia bisa berkomunikasi dengan alam semesta dan melihat jalannya waktu dengan cara yang berbeda. Nova juga sangat penasaran dengan dunia Ken—di mana warna tidak bersinar dan suara hanya terdengar, bukan terlihat.
Setiap malam setelah itu, ketika malam hari dan langit gelap, Ken bisa membuka jalur ke dunia Aurora melalui alat eksperimennya yang sudah diperbaiki. Mereka selalu bertemu di taman itu, berbagi cerita tentang dunia masing-masing. Nova mengajari Ken cara merasakan energi alam, sedangkan Ken mengajari Nova tentang teknologi dan buku yang ada di dunianya.
Namun masalah muncul ketika alat eksperimen Ken mulai tidak stabil. Setiap kali mereka bertemu, jalur antar dimensi hanya bisa terbuka selama 30 menit saja, dan terkadang muncul gangguan yang membuat mereka harus berpisah dengan tergesa-gesa.
Suatu hari, Nova datang dengan wajah sedih, "Ken, pemimpin dunia kami bilang jalur antar dimensi tidak bisa terus terbuka. Ini bisa menyebabkan gangguan energi di kedua dunia kita."
Ken merasa sangat sedih, "Tapi aku sudah cinta sama kamu, Nova. Aku tidak bisa hidup tanpa melihatmu setiap hari."
Nova menangis pelan, "Aku juga cinta padamu, Ken. Tapi kita harus menemukan cara agar bisa bersama tanpa merusak dunia masing-masing."
Mereka berpikir keras dan akhirnya menemukan solusi. Ken membuat sebuah perangkat khusus yang bisa menyimpan energi dari dunia Aurora, sedangkan Nova mengumpulkan bunga ajaib dari dunianya yang bisa tumbuh di dunia Ken. Dengan cara itu, mereka bisa menyampaikan pesan dan rasa cinta mereka melalui energi dan bunga itu.
Selain itu, mereka juga menemukan bahwa jalur antar dimensi bisa terbuka sekali dalam sebulan, tepat pada malam bulan purnama. Meskipun waktu bertemu singkat, mereka selalu menghargainya dengan sepenuh hati.
Setiap bulan, mereka bertemu di taman itu—Ken membawa cerita baru dari dunianya dan makanan khas yang bisa ia bawa ke dimensi Aurora, sedangkan Nova membawa bunga bersinar dan musik warna yang hanya bisa dinikmati di dunia itu.
Meskipun mereka hidup di dimensi yang berbeda, cinta mereka tumbuh semakin kuat. Mereka membuktikan bahwa cinta tidak mengenal batasan ruang dan waktu, bahkan tidak mengenal batasan dimensi. Bunga ajaib dari Aurora kini tumbuh subur di halaman rumah Ken, dan setiap kali ia melihatnya, ia tahu bahwa Nova juga sedang merindukannya.