EPISODE 16 :
DI GUDANG PALSU (PT. GARUDA JAYA MANDIRI)
Markonah mendorong pintu gudang dengan keras. Bersama Lala dan Boris, mereka memasuki ruangan yang sunyi dan penuh debu.
Kosong.
Tidak ada rantai, tidak ada seragam, tidak ada jejak Zikri sama sekali. Hanya gudang tua biasa dengan beberapa karung kosong dan barang bekas yang berantakan. Tidak ada petunjuk apapun yang menunjukkan seseorang pernah berada di sana.
"Kok bisa begitu?" bisik Markonah, melihat sekeliling dengan wajah penuh kekagetan. Semua bekakak mobil yang mereka ikuti ternyata hanya mengarah ke tempat kosong seperti ini.
Boris mengendus setiap sudut, bahkan menggali sedikit tanah di lantai, tapi tidak menemukan bau Zikri atau sesuatu yang mencurigakan. Ia hanya bisa menggeram rendah karena frustasi.
Lala membuka peta nya dengan tangan gemetar. "Menurut jejak bekakak mobil, ini memang tempatnya... tapi kenapa tidak ada apa-apa?"
Tak lama kemudian, polisi juga tiba di lokasi. Mereka melakukan penyelidikan menyeluruh di seluruh kompleks PT. Garuda Jaya Mandiri, tapi tidak menemukan satu pun bukti yang bisa membantu menemukan Zikri. Semua yang ada hanya gudang-gudang kosong yang sudah terbengkalai lama.
"Mungkin kita salah arah dari awal," ucap salah satu petugas polisi dengan nada kecewa.
Mereka semua tidak menyadari bahwa ini adalah jebakan yang sengaja dibuat oleh Pak Samsudin. Bekakak mobil yang mereka ikuti sengaja dibuat agar mengarah ke sini, hanya untuk membingungkan dan menghabiskan waktu penyelidikan.
DI GUDANG SEBENARNYA (TENGAH HUTAN TERENCENG)
Zikri masih terikat dengan rantai besi yang kuat, tubuhnya menggigil karena dingin dan ketakutan. sementara jamur mulai tumbuh di tanah basah di sekelilingnya.
Tiba-tiba, pintu gudang terbuka dan sosok Pak Samsudin masuk. Wajahnya yang kasar kini terlihat sedikit lunak, tapi mata nya tetap tajam seperti biasa. Zikri baru menyadari bahwa orang yang selama ini dia panggil "Ayah" adalah orang yang telah menjebaknya di sini.
"Kau tahu kan, aku bukan ayah kandungmu," ucap Pak Samsudin pelan, mengambil kursi kayu dan duduk di depan Zikri. "Ibumu—istriku yang sebenarnya—yang ingin mengangkatmu saat kau masih kecil. Aku tidak pernah setuju, tapi karena aku mencintainya, aku setuju saja."
Zikri hanya bisa menatapnya dengan mata penuh kebingungan. Ia tidak pernah tahu bahwa Pak Samsudin bukan ayah kandungnya.
"Aku tidak pernah bisa mencintaimu seperti mencintai anak kandungku sendiri," lanjut Pak Samsudin dengan suara yang sedikit bergetar. "Terutama ketika aku melihat tubuhmu mulai berisi, sama seperti diriku dulu. Aku adalah orang yang dikenal sebagai mafia terkejam di daerah ini—semua kekuatanku datang dari tubuh yang kuat ini."
"Aku takut kau akan mengikuti jejakku, Zikri. Takut kau akan terjebak di dunia kekerasan yang sudah kuhuni selama bertahun-tahun," sambungnya. "Itu sebabnya aku selalu berusaha membuatmu tetap kurus—dengan cara apa pun. Bahkan sampai menyuruh orang untuk mengganggumu di sekolah."
Zikri merasa dada nya sakit. "Jadi semua kejadian di sekolah, para preman yang menyerang aku... itu semua dari perintahmu?"
Pak Samsudin mengangguk dengan wajah penuh kesusahan. "Dan PT. Garuda Jaya Mandiri? Itu memang perusahaan milikku yang sudah tutup lama. Aku menggunakan namanya sebagai umpan agar polisi dan orang-orang yang ingin membantumu tersesat mencari di tempat yang salah. Aku tidak ingin mereka menemukanmu di sini dan membawamu pergi—takut kau akan menjadi seperti aku."
DI GUDANG PALSU (PT. GARUDA JAYA MANDIRI)
Markonah, Lala, dan Boris masih berdiri di gudang kosong itu. Polisi sudah mulai membersihkan lokasi karena tidak menemukan apa-apa yang bisa membantu.
"Kenapa semua jejak mengarah ke sini tapi tidak ada apa-apa?" gumam Markonah dengan penuh kebingungan.
Boris menggeram rendah, seolah merasakan bahwa ada sesuatu yang tidak benar tapi tidak bisa menjelaskannya. Lala hanya bisa menangis diam-diam, khawatir dengan keadaan Zikri.
Mereka semua tidak tahu bahwa Pak Samsudin adalah ayah angkat Zikri, dan tidak punya sedikit pun ide bahwa Zikri sebenarnya terkunci jauh di tengah hutan, dengan alasan yang tak terduga dari orang yang seharusnya melindunginya.