Kepala Pusing karena Banyak Kegiatan
Rafliy dikenal sebagai siswa yang aktif di sekolah. Pagi belajar, siang rapat organisasi, sore latihan, malam mengerjakan tugas. Hampir tak ada waktu kosong.
Suatu pagi di kelas, Rafliy memegangi kepalanya.
“Kamu kenapa?” tanya Dika, teman sebangkunya.
“Pusing. Kayaknya kurang istirahat,” jawab Rafliy sambil tersenyum lemah.
Saat pelajaran berlangsung, Rafliy sulit berkonsentrasi. Tulisan di papan tampak kabur. Ketika bel istirahat berbunyi, ia hanya duduk diam.
“Kamu nggak ikut ke kantin?” tanya Dika lagi.
“Nanti saja,” kata Rafliy. “Kepalaku berat.”
Sepulang sekolah, Rafliy menemui guru pembina.
“Bu, saya sering pusing akhir-akhir ini,” katanya jujur.
“Kegiatanmu terlalu padat?” tanya guru itu.
Rafliy mengangguk. “Saya takut mengecewakan kalau menolak.”
Guru itu tersenyum bijak. “Belajar bertanggung jawab juga berarti menjaga diri sendiri.”
Kata-kata itu membuat Rafliy berpikir. Malamnya, ia menyusun ulang jadwal. Beberapa tugas ia bagikan kepada teman, dan satu kegiatan ia kurangi.
Beberapa hari kemudian, Dika menepuk bahunya.
“Kamu kelihatan lebih segar.”
Rafliy tersenyum. “Ternyata istirahat itu penting.”
Rafliy tetap aktif, tetapi kini lebih teratur. Ia belajar bahwa semangat harus diimbangi dengan kebijaksanaan.
Amanat
Kesibukan yang berlebihan dapat mengganggu kesehatan. Mengatur waktu, berani berkata jujur, dan menjaga keseimbangan antara kegiatan dan istirahat adalah sikap bijak yang harus dimiliki siswa.