Sahabat dalam Satu Langkah
Najwa, Assyifa, dan Rafliy Syahputra adalah tiga sahabat di kelas VIII-B. Mereka dikenal kompak meskipun memiliki karakter yang berbeda.
Najwa teliti, Assyifa sabar, dan Rafliy sigap membantu. Perbedaan itu justru membuat mereka saling melengkapi.
Suatu hari, guru memberi tugas proyek kelompok tentang kebersihan sekolah. Mereka bertiga berada dalam satu tim. Najwa mencatat hasil pengamatan, Assyifa mencari referensi, dan Rafliy mengatur perlengkapan.
Awalnya semua berjalan lancar, hingga Rafliy datang terlambat saat jadwal pengumpulan data.
“Aku minta maaf, aku harus membantu orang tua,” ujar Rafliy jujur.
Najwa sempat kecewa, tetapi Assyifa mengajaknya berpikir tenang.
Mereka sepakat membagi ulang tugas agar pekerjaan tetap selesai tepat waktu. Rafliy bekerja lebih keras untuk menebus keterlambatannya, sementara Najwa dan Assyifa saling membantu tanpa menyalahkan.
Saat presentasi, kelompok mereka tampil rapi dan kompak.
Guru memuji kerja sama dan tanggung jawab yang mereka tunjukkan.
Ketiganya merasa bangga, bukan karena nilai semata, tetapi karena berhasil menyelesaikan tugas bersama.
Sepulang sekolah, Rafliy tersenyum lega. “Terima kasih sudah percaya.”
Najwa dan Assyifa mengangguk.
Mereka tahu, persahabatan bukan tentang siapa yang paling hebat, melainkan siapa yang mau saling memahami.
Amanat
Persahabatan yang baik dibangun atas kejujuran, tanggung jawab, kerja sama, dan sikap saling menghargai.
Dengan saling memahami dan membantu, setiap masalah dapat diselesaikan bersama.