Lina, seorang mahasiswi yang sedang berjuang untuk menyelesaikan kuliahnya, mengalami musibah. Ia kehilangan dompetnya yang berisi uang untuk membayar uang kuliah dan biaya hidup sehari-hari.
Lina panik dan putus asa. Ia tidak tahu bagaimana cara membayar uang kuliah dan memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia merasa masa depannya suram.
Di tengah keputusasaannya, Lina bertemu dengan seorang pria tua bernama Pak Salim. Pak Salim adalah seorang tukang becak yang tinggal di dekat kos Lina.
Pak Salim melihat kesedihan Lina dan menawarkan bantuan. Ia meminjamkan Lina uang untuk membayar uang kuliah dan biaya hidup sehari-hari. Ia mengatakan bahwa ia pernah mengalami hal yang sama dan tahu bagaimana rasanya.
Lina terharu dengan kebaikan Pak Salim. Ia berjanji akan mengembalikan uang itu secepatnya. Ia bekerja paruh waktu dan berusaha menghemat pengeluaran.
Setelah beberapa bulan, Lina berhasil mengumpulkan uang untuk mengembalikan pinjaman Pak Salim. Ia mendatangi rumah Pak Salim dengan perasaan lega dan bahagia.
Pak Salim menolak menerima uang Lina. Ia mengatakan bahwa ia ikhlas membantu Lina. Ia senang melihat Lina bisa melanjutkan kuliah dan meraih mimpinya.
Lina merasa sangat berterima kasih kepada Pak Salim. Ia menganggap Pak Salim sebagai pahlawan dalam hidupnya. Ia menyadari, kebaikan tidak mengenal status sosial atau usia. Pertemuan dengan Pak Salim telah mengubah hidup Lina dan membawanya menuju jalan kebahagiaan.