Bagus, seorang pria yang bekerja sebagai badut di sebuah panti asuhan, selalu berusaha menghibur anak-anak dengan tingkah lucu dan lawakannya. Ia dikenal dengan nama Badut Ceria. Di balik senyumannya, Bagus menyimpan kesedihan mendalam. Ia memiliki seorang putri yang menderita penyakit langka dan membutuhkan biaya pengobatan yang besar.
Bagus bekerja keras setiap hari untuk mengumpulkan uang. Ia tampil di berbagai acara, mulai dari ulang tahun anak-anak hingga acara perusahaan. Ia rela melakukan apa saja demi putrinya.
Suatu hari, seorang anak panti asuhan bernama Rina mengetahui tentang masalah Bagus. Rina dan teman-temannya berinisiatif untuk membantu Bagus. Mereka mengumpulkan uang dari hasil menjual kerajinan tangan dan mengadakan pertunjukan amal.
Bagus terharu dengan kebaikan anak-anak panti asuhan. Ia merasa terharu dan bersyukur memiliki mereka sebagai keluarga. Ia kemudian mengetahui bahwa seorang donatur anonim telah melunasi seluruh biaya pengobatan putrinya.
Ternyata, donatur itu adalah Rina, yang mendapatkan uang dari memenangkan lomba menulis cerita. Rina mempersembahkan kemenangannya untuk Bagus dan putrinya.
Bagus merasa sangat bahagia. Ia menyadari, kebahagiaan sejati datang dari cinta dan dukungan orang-orang di sekitarnya. Ia terus bekerja sebagai Badut Ceria, menyebarkan senyuman dan kebahagiaan kepada anak-anak yang membutuhkan. Air mata kesedihannya telah berubah menjadi air mata kebahagiaan.