Elisa, seorang desainer muda berbakat, sangat bersemangat untuk mengikuti lelang amal yang diadakan oleh yayasan kanker anak. Ia telah merancang sebuah gaun pengantin impian yang akan disumbangkan. Gaun itu adalah simbol harapan dan cinta, ia harap dapat memberikan semangat bagi anak-anak yang berjuang melawan penyakitnya.
Di hari yang sama, di tengah kesibukannya, Elisa menerima kabar bahwa gaun pengantin pesanannya untuk seorang klien bernama Renata tertukar dengan gaun lain di butiknya. Panik, Elisa berusaha mencari gaun Renata. Ternyata, gaun itu tak sengaja terbawa ke acara lelang amal.
Elisa tiba di acara lelang dan menjelaskan situasinya kepada panitia. Namun, gaun pengantin sumbangannya telah dilelang dan dimenangkan oleh seorang pria misterius yang tak dikenalnya. Dalam kebingungannya, ia bertemu dengan seorang anak perempuan bernama Anya, penderita kanker yang sangat mengagumi gaun pengantin impiannya.
Anya bercerita bahwa ia bermimpi melihat ibunya menikah mengenakan gaun itu. Elisa tersentuh dan berjanji akan berusaha mendapatkan kembali gaun itu. Ia mencari pria pemenang lelang, seorang pengusaha bernama David.
David bersedia mengembalikan gaun itu dengan satu syarat: Elisa harus menjadi pendampingnya di acara makan malam amal. Awalnya Elisa ragu, namun ia akhirnya setuju demi mewujudkan impian Anya.
Di acara makan malam, Elisa dan David saling mengenal lebih dekat. Elisa menemukan bahwa David adalah pria yang baik dan peduli terhadap anak-anak penderita kanker. David terpesona dengan ketulusan dan semangat Elisa.
Akhirnya, David mengembalikan gaun itu kepada Elisa. Elisa menyerahkan gaun itu kepada Anya, yang kemudian diberikan kepada ibunya. Ibu Anya menikah dengan gaun impian itu, disaksikan oleh Anya yang tersenyum bahagia.
Elisa dan David terus menjalin hubungan baik. Mereka sering mengunjungi Anya dan anak-anak lainnya di yayasan. Elisa menyadari, kebahagiaan sejati datang dari membantu orang lain. Pertukaran gaun pengantin itu telah membawa Elisa dan David menuju jalan cinta dan kebahagiaan.