Suatu hari hiduplah seorang pelaut yang setiap hari hanya mencari ikan untuk makan. Padahal dia sendiri sudah bosan dengan rutinitas hariannya itu.
Ia mempunyai seorang sahabat yang selalu menemaninya ketika mencari ikan. Ia sudah menganggapnya sebagai seorang sahabat yang sangat baik.
Pada suatu malam yang sepi ia sedang merenung menikmati ombak yang tenang seakan mengajaknya untuk menjelajahi samudra yang aangat luas itu.
Tiba-tiba "dor" sahabatnya muncul dengan pakaian seba hitam untuk mengejutkannya lalu pelaut itupun mengajaknya duduk bersama menikmati indahnya pantai di malam hari.
Akhirnya ia pun betanya pada sahabatnya "hei apakah kamu tahu aku tadi seperti diajak ombak di laut pergi menjelajah samudra ini"temannya menjawab"ya ngga tau lah aku kam baru nyampe ke sini" dan mereka pun tertawa bersama.
Setelah pembicaraan yang singkat itu merekapun mulai serius untuk membuat rencana agar mereka bisa menjelajah lautan dan mempersiapkan perbekalan untuk menjelajahi samudra.
Mereka sudah sepakat kalau penjelajahan mereka akan dimuali bulan depan. Hari demi hari mereka lewati dengan bekerja lebih keras dari hari biasa.
Tak terasa hari keberangkatan adalah besok saat ia sedang mengopi besama sahabatnya.Ia membahas apa saja yang akan dibawa temannya besok ia betanya "hei kau besok bawa apa jangan sampai ada yang ketinggalan ya" temannya menjawab "santai saja aku sudah persiapkan semuannya kok".
Karena pembicaraan mereka sangat seru sehingga mereka tidak menyadari kalau ini sudah jam sebelas malam namun pada saat ingin pulang sahabanya betanya "kamu tadi sudah beli perahu barukkan untuk perjalanan kita besok" pelaut itu menjawab "oh tidak aku lupa membelinya" sahabatnya pun menjawab"tidak apa-apa besok kita beli di dermaga saja" pelaut itu pun menjawab "yasudah aku pulang dulu ya".
Pembicaraan malam itu sangat seru sehingga ketika mereka berdua sampai di rumah mereka tidak sabar untuk segera besangkat besok pagi.
Pagi hari pun tiba mereka berdua segera membawa bekal dan persiapan masing masing ke dermaga. Sesampainya di dermaga. Alangkah baiknya nasib mereka pelaut dan temannya itu dihampiri oleh seorang pelaut tua yang hampir pensiun ia menawarkan kapalnya dengan harga murah dan kapal itu masih dalam kondisi yang bagus.
Akhirnya tidak menunggu lama mereka langsung mengemasi barang-barangnya dan menarunya di gudang kapal lalu mereka berangkat ke sebuah tempat yang bernama Nusantara.
Mereka mendengar dari pelaut tua itu bahwa di tanah Nusantara memiliki harta karun yang lebih berharga daripada emas. Seketika rencana mereka menjelajah samudra hilang seketika dan mengubah rencana untuk pergi ke Nusantara.
Ketika perjalanan mereka menikmati angin yang berhembus pelang seperti membelai wajah. Namun tak berselang lama terlihatlah skelompok bajak laut yang ingin merebut kapal mereka.
Mereka sadar bahwa kalau melawan dengan tenaga mereka tidak akan menang jadi, sahabat si pelaut yang memang sudah ahli dalam megemudikan kapal yang besar ia segera mengambil alih kemudi dan mereka menghindari peluru besi yang ditembakkan meriam di kapal bajak laut itu.
Pelaut itu menyuruh sahabatnya agar segera pergi dari jalur itu dan mengubah arah kapal ke arah sebaliknya untuk menghindari kejaran bajak laut.
Setelah pelarian yang mengangkan itu akhirnya bajak laut sudah tidak mengejar lagi karena mereka sudah terlalu jauh.
Mereka pun melanjutkan perjalannya ke Nusantara menggunakan jalur alternatif yang sudah disarankan oleh pelaut tua yang ada di dermaga tadi.
Mereka melanjutkan perjalannya hingga perbekalan mereka mulai menipis. Dan akhirnya setelah berhari-hari dan penantian yang lama merekan pun melihat sebuah pulau yang hijau dan makmur.
Pelaut dan sahabat nya itu segera mngubah arah kapal ke pulau itu. Setelah sampai mereka bertemu dengan masyarakat setempat dan beratanya "tempat apakah ini?" salah satu orang pulau pun menjawab "ini Nusantara inilah pulau yang sangat dicari oleh pelaut dari berbagai belahan dunia" pelaut itu tidak percaya ia berkata "benarkah aku tidak bermimpi" orang orang di pulau banyak menyambut mereka dengan ramah ia dan sahabatnya menemukan berbagai macam rempah rempah yang dikatakan oleh pelau tua yang ia temui di dermaga.
Beberapa hari ia tinggal di pulau dengan makanan yang berkecukupan. Akhirnya ia dan temannya memutuskan untuk membawa sedikit rempah-rempah untuk dibawa pulang agar bisa dijual.
Setelah sampai di rumah, mereka sangat bahagia dimana saat mereka baru saja sampai mereka bertemu dengan pedagang sukses di desa mereka yang ingin membeli rempah-rempah mereka untuk obat.
Akhirnya rempah-rempah yang mereka bawa dibeli semua oleh orang itu dengan begitu mereka menjadi orang yang berkecukupan dan mereka menjadi sahabat selamanya.