Pagi itu cuaca sangat cerah, 7 anak remaja sedang berkumpul di pinggir jalan menikmati sepiring ketoprak.
"Sebentar lagi kita lulus sekolah kalian mau kemana " Caca membuka percakapan
"Kayanya aku kerja deh" timpal Pipit
"Emm aku mh mau langsung nikah " sahut Elsa
"Kerja, apaan tuh langsung nikah" kata Fatma
"Kerja " sahut Diandra lagi
"Aku mau kuliah "Caca
"Bener El mau langsung nikah"
"Iyah, pacar aku ngajak nikah orang tua nya juga setuju "
"Orang tua kamu"
"Setuju"
"Eh Asta dari tadi diem aja kamu mau kemana" kata Nisa "kalau aku mau kuliah
"Kuliah, sambail kerja " jawab Asta
"Ooo"
"Eh ngomong-ngomong, Asta dari dulu kamu gak pernah tuh pacaran "
"Kenapa emang"
"Yah gak kenapa napa"
"Males akh" Asta cemberut
"Ih maaf, eh nanti jangan lupa Dateng yah ke nikahan aku"
"Kapan emang "
"Emmm, lamarannya Minggu depan "
"Wahhhh "
"Ngundang kami gak nih " sahut Diandra
" Ngundang dong kan kalian sahabat sahabat aku" Elsa merentangkan tangannya, mereka berpelukan
Mereka 7 bersahabat
Nisa, Elsa , caca, Fatma,Asta, Diandra, dan Pipit. Mereka sudah bersahabat sejak masuk SMA, walau mereka berasal dari berbeda sekolah tapi mereka begitu akrab. Salah Satunya Asta ia berasal dari Jawa timur tak ada yang mengenalnya ia ikut orang tuanya yang merantau ke Jawa barat, sampai sekarang.
"Emm sebentar lagi tahun baru, gimana kalau kita Bakar bakar " usul Elsa
"Wah seru kayanya " timpal caca
"Dirumah siapa" sahut Diandra "kalau dirumah aku, ada Abang katanya mau Bakaran sama temen temen nya
"Dirumah aku aja, mau gak" sahut Asta
"Bener nih"
"Iyah, mau enggak " kata Asta sambil merapikan kerudung nya
"Wah boleh tuh"
"Patungan buat beli Ikan sama yang lain berapa " sahut caca
"20 ribu cukup engak" sahut Nisa
"Hey ibu negara cukup gak" Pipit menyengol Asta
"Apaan sih," sahut Asta " aku bukan ibu negara kalian yah, tapi cukup ko kita kan ber 7 dikali 20 jadi "
"Berapa "
"Emm" Asta tampak berpikir " 140 ribu udah banyak tuh, mau Bakaran SE RT kayanya cukup"
"Iyah yang lain kebagian tusuknya aja"
Mereka lalu tertawa riya setelah membahas konsep yang akan mereka rancang untuk bakar bakar mereka memutuskan akan menginap dirumahnya Asta kebetulan orang tuanya sedang pergi dan ia hanya berdua dirumah dengan bibinya. Setelah itu merekapun pulang kerumah masing-masing
"Berapa tahun lagi" Asta menulis dibuku diary nya, setiap malam Asta Akan duduk termenung didepan buku diary.
Malam tahun baru pun tiba mereka bakar bakar di depan rumah Asta bercanda tawa menghabiskan malam taun baru, mereka mengobrol masa depan begitu asik dan seru.
Tak terasa waktu begitu cepat berlalu hari kelulusan mereka pun telah tiba sekarang mereka sudah lulus sekolah, dan harus berpisah
"Hey aku gak nyangka " Caca memulai drama nya dengan berbicara semenyedihakan mungkin
"Iyah"
"Kita akan berpisah "
"Berat banget"
"Dulu kita gak saling kenal, sekarang berat banget buat ningalin ini semua " sahut nisa
"Datang akan pergi "Asta bernyanyi lirih
Mereka berpelukan sambil menangis
"Elsa kita sekarang bakal jadi Ibu rumah tangga"
"Langgeng yah Sa "
"Aamiin"
"Nikah juga belum"
"Yah doanya dari sekarang"
"Kita akan menghadapi dunia luar sekarang kawan" sahut Pipit
"Iyah, aku kangen masa masa kecil" sahut Asta
"Waktu sungguh sungguh cepat berlalu"
"Kalian jangan saling lupain yah"
"Kita harus janji satu saat nanti, kita akan sering kumpul "
"Iyah, dan jangan lupa kalau ada yang nikah harus ngundang pokonya" sahut Diandra
"Pasti"
"Jangan saling lupain yah"
Mereka pun berfoto dengan gembira setelah sesi foto selesai mereka berbincang kembali, sambil makan makan tapi tidak ada yang memerhatikan Asta dari tadi ia terus memandang handphone seperti berharap ponsel itu mengeluarkan notif pesan
"Eh As jangan ngelamun dong, nanti kan cita cita kamu jad dokter tuh, kalau aku berobat gratis yah" canda temen temen nya
"Aturan dari mana tuh" sahut Asta cepat
"Dari kita"
"Kalau aku mau jadi bidan As"
"Wah bagus dong"
"Kalau aku mah jadi apa aja, jadi istri opa opa Korea aku mau" sahut Pipit
"CEO kaya gak sih" kata Caca
"Kerja yang benar dulu" sahut Asta
"Siap ibu negara" mereka kompak memberi hormat pada Asta, lalu tertawa dengan ria, mereka tidak akan tau apa yang akan terjadi kelak dengan masa depan
Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu sekarang Elsa, Nisa, Diandra dan Pipit telah menikah begitu pun Fatma.
Seperti hari ini mereka baru pulang dari rumah Fatma, dan mampir membeli bakso.
" Eh kamu kapan nyusul ca "
"Nyusul apa" sahut nya sewot
"Nikah" tebak Asta
"Emang kamu udah nikah sta"
"Emm belum" Asta meringis
"Ko belum nikah "
"Belum ada yang mau" Caca berpura-pura sedih
"Kamu sta"
"Belum waktunya"
"Mau aku cariin " sahut Diandra " Temen temen suami aku banyak tuh yang masih lajang duda juga ada " kata Elsa
"Gak usah sory yah" sahut caca cepat
" Gak mau gak papa cuma nawarin "
"Gimana sta"
"Udah ada gak usah "
"Wah siapa nih"
"Emm maksudnya udah ada yang nyiapin Allah"
"masyaAllah "
"Subhanallah "
"Lailahaillah "
"Beautiful "
"Alhamdulillah"
"Ko Alhamdulillah"
"Yah Alhamdulillah, kalau Allah yang nyiapin berarti yang terbaik " sahut caca
"masyaAllah Ning Ica "
"Nama aku Caca"
"Caca marica hehe" sahut anak kecil yang lewat
"Apa"
"Hahahaha" mereka semua tertawa
"Kalian" seru Fatama
"Seru loh Fat " mereka sedang Vidio call bersama Fatma, ia tak bisa ikut karena harus menjaga anaknya yang sedang sakit.
"Pokonya kita harus kumpul "
"Ia tapi kapan tuh"
"Seru deh kayanya kalau kita kumpul lagi abis dari nikahan"
"Hey nikahan siapa "
"Caca, sama Asta lah, siapa yang duluan aku kasih tiket jalan jalan ke LN gimana "
"Wah mau tuh, tapi Sama siapa" sahut caca
"Gimana nih tawaran ku ca mau gak" sahut Elsa
"Tawaran mana"
"Yang tadi masa udah pikun"
"Ooo mau deh "
"Bener, tapi harus yang baik yah".
"Iyah".
"Gak usah deh gak usah".
"Kenapa "
"Nunggu takdir aja"
"Gimana sta "
"Apa"
"Mau gak"
"Gak usah "
"Emm"
Saat mereka sedang melamun dengan pikiran nya masing-masing tiba tiba
"Permisi Asta yah " Seorang laki laki tampan menghampiri Asta
"Ervan " sahut Asta ia segera berdiri
"Assalamualaikum apa kabar Asa"
"Waalaikumsalam baik gimana kabar kamu"
"Alhamdulillah, lama gak ketemu semenjak kamu pindah ke Jawa barat aku gak pernah tau kabar kamu" katanya panjang lebar
Asta hanya tersenyum
" Ngomong ngomong kita kan sekampung nih, kapan kamu pulang ke Jawa timur"
"Gak tau, aku belum pernah mudik selama 7 tahun ini"
"Iyh yah tiap lebaran aku selalu kerumah kamu, berharap kamu yang buka pintu eh Kaka kamu"
"Ouh yah, mau apa kerumah"
"Yah emmm disruh ibu nagteriin nasi kan hari raya"
"Oo Gimana kabar tante Sari "
"Alhamdulillah ibu sehat yah tapi makin tua, mau aku cepet cepat nikah katanya takut gak keumuran"
"Ehh dari tadi berdiri mulu duduk sini" Asta berpindah kekursi lain dan duduk bersama Ervan
"Nyari nyari nomor wa kamu gak dapet media sosial kamu semua gak aktif, kenapa ko tiba tiba ngilang, pake segala keluar dari grup alumuni lagi"
"Yah aku mau aja gitu, ngehapus jejak masa lalu" ucapnya sedih
"Ko gitu, hemm kenapa "
"Engak ouh yah gimana kamu udah nikah belum, aku denger kamu tunangan sama Amel "
"Kata siapa "
"Ada yang bilang "
" Amel tunangannya sama Evan bukan Ervan" sahut Ervan " pasti kamu baca di grup Alumuni kan, itu si Aryo yang salah ngetik nama, yah heboh " katanya " eh makin heboh lagi kamu keluar dari grup udah gitu hilang sampe sekarang" kata Ervan
Asta hanya tersenyum menanggapinya
"Aku gak akan Nikah, kalau bukan sama orang yang dulu aku kasih gelang berlian plastik" kata Ervan memandang Asta yang menunduk
"Siapa tuh" sahut Nisa sejak tadi mereka hanya menguping pembicaraan Asta dan Ervan
"Eh sta dari tadi kamu asik berdua siapa tuhh" tanya Pipit
"Kenalin doong" timpal caca
"Calon imam kah" sahut Diandra
"Iyah mba" sahut Ervan
"Mba astaga"
"Wawww" mereka ber 5 heboh
"Kenalin ini namanya Ervan temen SMP aku dulu, Van kenalin ini temen temen SMA aku itu" Asta baru saja akan menyebutkan satu persatu.
"Diandra"
"Caca"
"Pipit"
"Elsa"
"Nisa"
"Ini fatma dia gak bisa hadir anaknya sakit" Caca mengangakat hp nya memperlihatkan fatma
"Hay "
"Udah absennya, kaya absen pas olah raga aja" sahu Asta
"Sekarang kamu cerewet yah Asa"
"Bener tuh Sta cerewet , eh ngomong-ngomong Asta pernah bilang yang boleh panggil dia Asa hanya orang spesial"
Ervan merilirik Asta
"Yah, berati kamu dong orang spesial nyah " kata caca
"OMG"
"Makasih Asa kamu udah tepat in janji kamu, sekarang aku mau nepatin janji aku, aku bakal nikahin kamu satu saat nanti." Ervan memandang Asta, yang terus menunduk "dan sekarang saat nya Dokter Asta Asyila Pertiwi apa kau mau menikah dengan Dokter Ervan "
"Waww dokter juga ternyata"
"Serasi"
"Tapi aku udah "
"Jangan bohong asa aku tau kamu belum bisa lupain aku kan, buktinya gelangnya masih kamu pake " kata Ervan "aku udah nyari kamu kemana mana Asa "
Asta melirik tangannya
"Gimana, mau kan"
Asta masih diam
"Asa"
Asa mengangkat wajahnya, lalu ia mengangguk tersenyum.
Semua orang heboh bertepuk tangan Asta dan Ervan mereka saling pandang, lalu tersenyum.
"Terimakasih Asa"
Selesai.