Matahari pagi menembus celah-celah jendela, menerangi kamar sederhana milik Arlo dia pria tampan dengan keterbelakangan mental berusia 20 tahun sudah bangun sejak subuh, dia duduk di depan kanvasnya, siap memulai hari dengan melukis, Arlo tidak bisa berbicara lancar, tidak bisa membaca lancar dan menulis, tidak mengerti banyak hal seperti orang lain, namun dia memiliki bakat yang luar biasa, bisa melukis pelangi yang indah, Lukisan - lukisan karyanya bukan hanya tentang keindahan semata tetapi ungkapan dari jiwanya yang murni, ungkapan dari emosi yang dia tidak bisa ungkapkan dengan kata-kata, setiap pagi dia melukis dengan warna - warna cerah dan unik menarik perhatian banyak orang hingga mereka berdatangan ke rumahnya hanya demi melihat dan menyaksikan langsung.Arlo tidak mengerti mengapa orang-orang menyukai lukisannya, yang dia tahu adalah melukis membuatnya bahagia.
Suatu hari seorang kritikus mendatanginya dan melihat hasil lukisannya dia terpesona dan terdiam karena lukisan Arlo begitu jujur dan menyentuh.
Mereka merasa lukisan Arlo dapat menyentuh dan merasa terhubung dengan sesuatu yang lebih besar dari dirinya sendiri.
Pesan
Keindahan dan kebahagiaan sejati tidak selalu di temukan dalam kesempurnaan atau kecerdasan, tetapi dalam kejujuran hati dan kemampuan untuk berbagi kebahagiaan dengan dunia,meski dengan cara yang unik dan sederhana.