Pada dahulu kala, hiduplah seekor Barongsai lincah dari budaya Cina. Ia sangat enerjik dan gemar menari. Setiap kali mendengar musik, ia tidak bisa menahan diri untuk bergoyang. Namun, ada satu hal yang membuatnya penasaran: budaya Melayu. Ia selalu mendengar desas-desus mengenai tarian Zapin yang katanya sangat elegan. Dalam hatinya, Barongsai berpikir, "Ah, aku pasti bisa menari lebih keren dari itu!"
Ketika mendengar kabar tentang sebuah pernikahan Melayu yang diselenggarakan di dekat situ, Barongsai langsung merancang rencana rahasia. Yakni menyelinap ke gudang untuk mencuri kain pelikat dan memasangnya sebagai selendang, sembari bercermin, dia bertutur dalam hati "Lihatlah aku! Sangat cocok dengan budaya Melayu, pasti aku mendominasi acara tersebut"
Saat hari -H tiba. Di acara tersebut, para tamu sedang asyik menikmati tarian Zapin. Penari bergerak anggun, langkah mereka pun penuh ritme
Tapi tiba-tiba, dari belakang panggung, terdengar suara "GONGGG!" diikuti Barongsai yang meloncat masuk sambil berteriak "Barongsai telah datang untuk meramaikan acara." Semua tamu sontak kaget. Seorang wanita hampir menjatuhkan piring berisikan makanannya, sementara anak muda menjerit "Astaga, makhluk dari mana itu?"
Namun, Barongsai seakan tak memedulikan itu semua.. Ia langsung menari, mencoba menyesuaikan diri dengan irama Zapin. Tapi bukannya anggun, ia malah tersandung kain pelikatnya sendiri hingga berguling di tengah panggung. Para tamu pun tertegun sedikit menahan tawa
Tiba-tiba, Barongsai bangkit dan berkata "Eh, itu cuma gaya baru! namanya ‘Zapin Guling’!" Semua orang pun sontak tak kuasa menahan tawa. Suasana yang awalnya canggung pun menjadi meriah
Tak berhenti di situ, Barongsai mulai memutar badannya dengan gaya freestyle. Orang-orang dari budaya Melayu pun terinspirasi. Seorang om-om ikut-ikutan melompat seperti Barongsai, meskipun sarungnya hampir lepas. Anak-anak mulai mengejar Barongsai sambil tertawa
Beberapa saat kemudian, rombongan dari budaya Cina tiba membawa simbal dan gong untuk mendukung Barongsai. Mereka bergabung, menciptakan perpaduan irama Melayu dan Cina yang unik. Para tamu yang tak henti kaget pun turut larut dalam acara tersebut. Di tengah tarian, Barongsai berkata "Kita semua bersaudara, yang penting goyangannya!"
Pada akhirnya, acara pernikahan itu menjadi legenda. Dikenal sebagai "Pesta Zapin Barongsai" acara tersebut dikenang sebagai perpaduan dua budaya yang tidak hanya saling melengkapi, tapi juga penuh tawa