Saat kehidupanku yang tidak mampu. Keluagaku kurang mampu. Saat itu yang hanya ibuku belikan adakah tas bekas dari pemberian tetangga. Tas itu milik cewek.
" Ibu masak aku pakai tas cewek ". Kesal ucapku. Aku satrya kecil saat SD..inilah dimana maluku menjadi introvret.
Saat itu semua tidak menggap aneh hal itu. Mungkin berangapan " Anak kecil ".
" Aku masih malu memakainya ibu ". Jengkel ku yang hampir berlebihan.
" Bagaimana lagi nak, hanya itu yang dapat ibu berikan ". Jawab ibuku dengan melas.
Pulang sekolah aku di ejek teman sekolah.
" Hy anak cewek, aku ambil tasmu ya ". Saut nuryadi. Anak nakal di sekolah tidak naik kelas dan berandal. Dia memiliki anak buah yang seumuranku.
" Kembalikan tasku nuryadi ". Rayuku sambil nangis. Aku merasa di intimidasi dan sedih. Saat itu aku bertipe cengeng lemah dan tidak kuat.
Dan pilihan terakhir dari itu adalah aku menagis dengan keras..hingga nuryadi mengembalikan tasku kembali.
" Heeh, dasar tak memiliki gedang telinga bagus ". Pikirku dalam hati.
" Kenapa aku lemah, akan ku beritahukan ini kepada ibunda ". Ucap ku dan omelanku yang terus membara.
Hari esok telah tiba...
Ibuku datang ke kepala sekolah. Dan musibah untuk nuryadi.
Hari berikutnya..dia sudah tidak menjailliku lagi. Hidupku tenang. Tapi tidak saat hari libur tiba..
" Bu, aku beki layangan ini ". Tanya ku untuk beli layangan di toko.
" Eh, ada anak ceggeng. Mana tas barbie nya...di pakai donk ". Tanya nuryadi yang berandal..
Jurus pamungkasku...
Aku menagis kencang dan semua berlari. Kau tau pendengaran mereka lemah..
" Berani kau sama aku ". Pede sekali kan aku...pulang dengan muka cemberut...
Saat itu aku menerbangkan layang layang bersama teman baikku yang berusia tua dari aku mungkin 14 tahun..aku masih berusia 13 tahun lah.
" Ayo kita adu senar layangan kita ". Dia menantangku. Aku tidak meresponya. Tapi mungkin interaksi nakalku kurang..hadi dia nakal duluan..dia menaruh senar di bawah senarku dan putus dah layanganku.
Saat itu yang kufikirkan adalah menagis lagi...dan ku sobek layangan toni itu..lalu ku berlari ke ibunya..dan bilang.
" Toni nakal ". Aku masih polos dan bodo. Padahal toni adalah teman paling baik. Mungkin dia jahil.
Itulah tingkatan kedua introvretku..mau denger kisahku yang lain....
1 bulan kemudian..
Saat pelajaran sekolah lama..aku tak pandai bicara di depan umum, apa lagi ngomong sama guru..
" Yekk, satria berak dilantai ". Saut teman teman.
Malunya aku dan aku harus di bawa ke toilet.
Itulah pengalaman peningkatan introvretku kawan kawan..kalau kalian apa nih....