Saat itu aku yang berusia 23 mendapati musibah sakit kepala yang kubayangkan sendiri. Karena berfikir dengan keras dan setres, belakang kepalaku mengalami kenaikan. Seperti naik darah tapi tidak terlalu parah hanya saja nyeri. Namaku satrya, aku introvret yang berjuang hidup sendiri memendam kegilaan bicara sendiri. Itu saat musibah kenaikan syaraf belakang kepala..seperti sayatan di dalam otak. Tapi aku tak menghiraukannya. Saat itu beban menumpuk di kepalaku....
Musibah itu pun tiba...
Aku frustasi dan melampiaskan amarhku kepada mamaku..
" Mati kamu mati ". Ucapku kasar memegang rambut ibuku.
" Kamu kenapa nak, tolong tolong..". Teriak ibuku.
Saat itu aku tidak bisa berfikir dengan jernih. Aku di datangi setiap aku kambuh.
" Sepertinya anak ini kecapeaan ". Ucap pak RT setempat.
Aku sangat tidak sadarkan diri dan berkata. " Aku masih waras ".
Hari kedua aku dibawa puskesmas..
Untuk menjalani pengobatan..disitu aku berfikir, aku tidak gila.
Hari ketiga aku di datangi polisi..
" Kamu jangan melakukan kekerasan pada ibumu, nak. Kalau masih, aku bawa ke kantor polisi ". Ancam polisi itu.
Seminggu kemudian resep dokter bekerja di tubuhku..aku menjadi super hero...haaa..sedikit gila kan aku..
Dua minggu kemudian aku lanjutkan kerja sebagai pembantu. Aku memiliki motivasi lebih untuk hidup lebih baik lagi. Dan disitulah letak dimana orang menggangap aku sedikit waras.
Kau tau orang gila...ya aku dijadikan meme desa..seperti kemvang desa...haaa..itu lucu di kalangan anak kecil..
" Apa aku seterkenal itu, aku artis desa ".