Cerpenku yang lalu.
Dear kebodohan.
Namaku satrya, umurku 23 aku lulus sma dan tidak melanjutkan sekolahku. Waktu itu aku berfikiran untuk apa kuliah. Aku memutuskan untuk kerja sajalah. Saat itu aku teringat kalau saudara ayahku menawarkan pekerjaan di pom bensin, tempat dimana saudara ayahku kerja. Oh ya,dan ia sangat baik sekali kepadaku. Ia memberikanku sebuah laptop bekas anaknya, masih bagus sih. Tapi karena kebutuhan keluarga yang mendadak. " laptopmu tidak ada gunanya, mending di jual aja". Tanya mama dengan nada lembut. " Tapi ma, ini kan aku masih gunakan ". Jawabku sedih. Ehhh..ujung ujungnya kejual juga tu laptop. Bahkan aku tidak tahu kejual apa dan uangnya buat apa.
Hari pertama nganggur....
" udah 6 bulan kamu berada di penjara rumah, nak. Nggak cari kerja napa ". Tanya ibu dengan kesal. " iya ibu, aku akan ciba cari. Tapu dimana. Bahkan saudara ayah saja belum kasih kabar ". Jawabku dengan sedikit kesal. Karena keenakan ngangur santai dirumah.
Suara hp berbunyi..bib.bib..
" Wah, saudara ayah telepon. Halo halo ". Tanya ku dengan nada riang seperti anak ketemu orang tua yang sudah meninggal. Oh ya, ayahku sudah tidak ada saat lulusan SMA ku. Saat itu ia dilarikan kerumah sakit saat aku mau ambil ijasah. Kejadian sakit pada malam hari jam dua belas. Saat itu ia merasa panas dingin dan menggigil.
Lanjut ke telepon...
" apa kamu mau ikut kami ke solo untuk kerja ikut paman, nak ". Sambutan yang hangat dari paman dan bibi. " Terima kasih sudah memberikan kabar baik ini, paman saya sangat bersyukur sekali. Saya sangat kehilangan sosok ayah, paman adalah salah satu orang baik. Seperti ayahku ". Jawabku dengan bahagia campur sedih. Dan persiapan untuk hari minggu ke solo.
Naik bus kesolo sendiri..
Hari ini hari kesedihan untuk ibuku. " Iya ibu, aku akan jaga diri ". Jawabku dengan agak aneh. Aku naik bus sendiri dan sepi sekali belum ada penumpang 2 jam kemudian 2 wanita cantik masuk bis, mungkin tujuannya sama.
Sesampainya di solo...
Aku disambut pamanku. " Kamu pasti lelah, ambilah minuaman di kulkas itu ". Ucap paman dengan bahagia..
Kami tak lantas mengirim lamaran pekerjan saja tapi mau interviuw tapi ketunda. " Besok saja ya, saya akan atur jadwalnya.
Introvet melanda hari besok...
" Aku malas sekali bangun ". Paman memgintip dari pintu..melihat aku yang kelelahan. Mungkin tak tega membangunkanku. Akhirnya aku bangun kesiangan dan disana saat aku intetviuw aku mendapati. " Maaf nak, sudah penuh ". Disitulah letak kegagalanku. Dan disana aku tidak lama karna aku belum akab dengan lingkungan, aku memutuskan untuk pulang kerumah. Itu dimana letak kegagalan ku kedua.
Keberuntungan dirumah..
Aku mendapatkan tawaran sebagai pembantu rumah tangga dari majikan dulu tempat ayahku kerja. Dan sekarang mungkin aku yang gantikan kerjaan ayahku. " Dan ini lah saatnya aku membuktikan ". Penuh semangat melihat uang. Hari pertama yang memalukan...setelah pulang kerja aku menangis karena kelelahan dan lagi pula aku kesal dengan tugasnya...harus bersihin kotoran kucingg. bau sekali..mungkin kamu melihatku sebagai laki laki yang lemah.. itulah letak kegagalan ketigaku. Terlihat introvret dan feminim.
Dan hari berikutnya ku jalani rutinitas dengan mudah..