Rudi divonis menderita penyakit kronis. Ia merasa putus asa dan tidak bersemangat. Ia merasa menjadi beban bagi istrinya, Santi.
Santi tetap setia mendampingi Rudi. Ia merawat Rudi dengan penuh kasih sayang. Ia memberikan semangat dan dukungan agar Rudi tidak menyerah.
Santi mengorbankan banyak hal untuk merawat Rudi. Ia berhenti dari pekerjaannya, mengurangi kegiatan sosialnya, bahkan rela tidur tidak nyenyak demi menjaga Rudi.
Rudi merasa terharu dengan pengorbanan Santi. Ia merasa beruntung memiliki istri seperti Santi. Ia berjanji untuk tidak menyerah dan berjuang untuk sembuh.
Santi dan Rudi saling menguatkan. Mereka menjalani pengobatan bersama, saling memberikan semangat, dan saling berdoa.
Meskipun penyakit Rudi belum sembuh total, mereka tetap bahagia. Mereka mensyukuri setiap momen bersama dan saling mencintai dengan tulus. Mereka membuktikan bahwa cinta sejati tidak mengenal batas waktu dan keadaan.