Hai, entah bagaimana caraku mengenalkan diriku. Namaku mei, aku anak pertama dari 2 bersaudara. Ya, adikku laki-laki. Sofi namanya. Lucu bukan? Nama yang biasanya indah untuk wanita.
Baiklah, ini awal perjalanan ku.
Aku hidup dalam keluarga yang bisa di bilang finansial ke bawah. Aku cukup terbiasa tumbuh dalam kekerasan orang tua. Orang tuaku mendidikku sangat keras. Dimana aku dilarang memakai handphone. Dan terbilang aku anak kudet,yups. Kurang update hahaha..
Tepat tahun 2018. Aku Lulus smk. Aku mendapat pesan dari salah satu karyawan di tempat magang .oh ya, itu tempat perbaikan printer,komputer dan laptop.
"Kamu mau kemana setelah lulus?" Tanya dia. Sebut saja namanya Lat.
"Aku mau kerja mas, tapi masih gak tau kemana"
"Kerja di sini mau? Jadi customer servis. Cuman nerima tamu dan barang service datang"
Tanpa pikir panjang aku meng-iyakan. Kenapa? Karna cari pekerjaan susah.
Aku bilang pasa ibuku.
"Bu aku dapat tawaran kerja di toko click"
"Alhamdulillah nak"
2 hari setelah itu aku berangkat. Tau gak? Aku perjalanan ke kota tanpa membawa uang lebih. Aku hanya membawa 20rb untuk ongkos angkot. Karna biasanya dari daeerahku ke kota perjalanan 30km. Aku naik 2x angkutan. Dari naik kol(bus mini) lalu naik lin(angkutan kota).
Aku tidak punya uang sama sekali saat itu. Ibuku membekali aku hanya dengan 20rb.
Di jalan aku berpikir.
"Nanti malam aku tidur dimana?"
"Aku makan apa?"
Tepat jam 09.00 wib aku tiba. Melangkah perlahan dengan sandal slop karetku. Dan menenteng tas besar di pundakku yang hanya berisikan baju ganti 2 setel. "Assalamualaikum mas" . Hening, Canggung. Susah berinteraksi di lingkungan baru. Siapa lagi kalo bukan si introvert parah.
"Ayo masuk"
Namun, sesampainya di sana aku hanya duduk. Tanpa di beri tugas apa-apa. Aku bingung. Ini beneran? Aku di suruh kerja disini? Atau aku hanya di kerjain?.
Sehari penuh, aku hanya mondar-mandir. Tepat jam 16.00. Waktu pulang telah tiba. Ini yang benar-benar membuatku kacau. Aku harus kemana setelah ini? Akan kemana tujuanku? Aku gak punya uang sama sekali.
Allah mendengar keluh kesahku. Dengan kebaikan hati pak bos. Dia membantuku mencari tempat tinggal. Ternyata, Aku serumah dengan seorang nenek yang tinggal sendiri. Beliau bilang putranya sedang merantau. Karna kamar kosong. Jadi dia sewakan untuk kamar kos.
"Sementara disini dulu ya mei" kata pak bos.
"Besok pagi gak usah beli makanan. Sarapan di rumahku. Kos nya sudah ku bayar sekalian untuk 2 bulan. Jadi kamu bisa bayar kos sendiri setelah punya uang".
Seolah dia mendengar isi hatiku. Dia menolongku benar-benar saat aku butuh.
Setelah lokasi toko kami pindah. Aku tidur di toko. Aku ber alas kan kardus. Dan bantal? Bantalku dari tisu.
Tepat 2 tahun sudah bekerja.
Bos ku bilang.
"kamu kalo bisa cari tempat kos aja ya. Disini gak aman untuk cewek tidur sendirian"
"Iya pak, sebetulnya saya juga mau bilang. Saya mau kos aja pak"
"Sudah dapat lokasi?"
"Sudah, masih jadi pertimbangan pak. Rencana mau cek lokasi lagi di jalan bengawan solo"
Entah kenapa aku merasa di usir. Apa yang sudah aku lakukan??apa karna aku lupa membuang sampah pembalutku yang tertinggal di kamar mandi???. Aku terus bertanya-tanya. Dari lokasi 1 sampai lokasi ke 3. Benar-benar membuatku kelelahan. Bagaimana tidak?. Aku berjalan kaki. Di jalan naik turun. Seperti naik gunung lalu turun lagi.