Rani dan Doni menikah dengan cinta yang membara. Namun, setelah menikah, mereka dihadapkan pada masalah ekonomi yang pelik. Doni kehilangan pekerjaannya, Rani hanya seorang guru honorer dengan gaji pas-pasan.
Mereka berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Mereka berhemat, menjual barang-barang berharga, bahkan berhutang pada teman dan keluarga.
Masalah ekonomi ini membuat mereka sering bertengkar. Doni merasa gagal sebagai suami, Rani merasa lelah dengan keadaan. Mereka mulai saling menyalahkan.
Suatu malam, mereka bertengkar hebat. Doni mengatakan bahwa ia ingin menyerah, Rani mengatakan bahwa ia tidak tahan lagi. Mereka hampir memutuskan untuk bercerai.
Namun, di tengah pertengkaran itu, mereka saling menatap. Mereka melihat cinta yang dulu pernah membara di mata masing-masing. Mereka menyadari bahwa mereka masih saling mencintai.
Mereka memutuskan untuk tidak menyerah. Mereka berjanji untuk saling mendukung dan berjuang bersama. Doni mulai mencari pekerjaan baru, Rani mulai mencari penghasilan tambahan. Mereka membuktikan bahwa cinta bisa mengatasi segala kesulitan ekonomi.