Ardi dan Maya adalah pasangan yang unik. Ardi seorang seniman idealis, Maya seorang pengusaha sukses yang pragmatis. Mereka saling mencintai, meskipun memiliki pandangan hidup yang berbeda.
Perbedaan pendapat seringkali mewarnai hubungan mereka. Ardi selalu berpendapat bahwa seni harus bebas dari kepentingan komersial, sedangkan Maya berpendapat bahwa seni harus bisa menghasilkan uang.
Suatu hari, Ardi mendapat tawaran untuk membuat lukisan mural di sebuah gedung perkantoran milik Maya. Ardi menolak, ia tidak ingin karyanya diatur oleh kepentingan bisnis. Maya kecewa, ia merasa Ardi tidak menghargai usahanya.
Mereka bertengkar hebat. Ardi menuduh Maya hanya memikirkan uang, Maya menuduh Ardi terlalu idealis. Mereka memutuskan untuk berpisah sementara waktu.
Dalam perpisahan itu, mereka saling merenungkan. Ardi menyadari bahwa Maya hanya ingin membantunya mengembangkan karirnya, Maya menyadari bahwa Ardi memiliki prinsip yang kuat.
Mereka bertemu kembali dan saling meminta maaf. Mereka sepakat untuk saling menghargai perbedaan masing-masing. Ardi tetap berkarya dengan idealisme, Maya tetap mendukungnya dengan pragmatisme. Mereka membuktikan bahwa perbedaan bisa menjadi kekuatan, bukan penghalang cinta.