Selama liburan sekolah saya habiskan dengan membaca novel secara online atau yang dikenal dengan e-book/Buku digital. Saya bahkan sudah membaca sekitar 8 lebih novel selama liburan ini. Saya juga melanjutkan membaca buku fatimah yang saya beli waktu smp dulu. Sebelum liburan saya ingin belajar mantiq tapi saya terserang rasa malas dan berakhir dengan novel. Belajar memang membosankan.
Saya menghabiskan liburan saya dengan berada dirumah. Saya bahkan tidak keluar rumah jika tidak disuruh. Hampir selama liburan ini saya habis bersama diri saya sendiri dan juga keluarga. Saya introvert jadi lebih suka menyendiri bersama keluarga saya. Terkadang juga saya habis hari-hari saya dengan berada didalam kamar dengan hp ditangan membuka novel-novel saya.
Perasaan saya waktu liburan biasa saja tidak ada yang istimewa. Mungkin sedikit senang karena bisa menghabiskan waktu dengan membaca novel atau menonton film hingga tengah malah. Terkadang juga saya merasa bosan karena tidak ada kegiatan yang bisa saya lakukan. Sangking bosannya saya kembali belajar menulis novel walaupun akhirnya gagal memang benar saya lebih cocok menulis cerpen dari pada novel. Saya juga merindukan perpustakaan sekolah karena saya ingin pinjam novel.
Sebenarnya tidak ada yang membuat saya senang kembali ke sekolah kecuali perpustakaan. Mungkin sekolah sedikit menghilangkan rasa bosan. Hah mau sekolah atau tidak aku tetap akan merasa bosan. Walaupun begitu saya tetap sedikit senang kembali ke sekolah walau membosankan. Mungkin sekolah bisa memberikan saya inspirasi untuk menulis tapi kemungkinan kecil sekecil debu.
Saya sepertinya memiliki masalah dengan otak saya setiap selesai liburan sekolah saya selalu merasa pusing dan entah kenapa? Saya juga tidak tau. Mungkin, saya lebih suka libur. Setiap kali ada pelajaran di sekolah itu ilmu tidak mau masuk ke otak saya selama 1 minggu. Semua itu membuat saya pusing. Mungkin tidak masuk akal tapi itu yang saya rasakan. Inilah tantangan terbesar saya saat kembali ke sekolah. Mengembalikan otak saya untuk belajar kembali.
Membaca novel terlalu banyak sebenarnya tidak sampai saya buang jauh-jauh cuma sedikit saya kurangi saja. Bagaimana tidak saya kurangi‽ setiap saya membaca novel digital saya selalu lupa waktu sungguh itu sangat menyebalkan. Kalian ingin tau seberapa menyebalkannya?... setiap saya makan saya membacanya, setiap saya ambil air saya membawanya, bahkan kemana pun saya pergi saya tetap membaca kecuali kamar mandi. lupa waktu lupa tempat juga Bagaimana pun juga aku tetap melakukannya walau tau itu tidak baik. Rencanaku adalah wacana.
Kebiasaan baik yang saya miliki sepertinya tidak ada, mungkin. Saya saja juga bingung. Emangnya saya punya kebiasaan baik?... hah saya pun tak tau. Mungkin ini saja yang saya ucapkan 'akan menjadi manusia lebih baik setiap harinya' udah itu aja.
Hmm... harapan Saya? Semoga semua mata pelajaran masuk otak saya dan saya paham tanpa harus belajar. Oh sangat tidak mungkin bukan. Jadi saya ganti saja semoga semua mata pelajaran bisa saya terima dengan baik aamiin. Saya mah mengandalkan usaha jangan lupa doa juga.
Setelah saya lulus? Mungkin sama dengan orang lain dapat pekerjaan apalagi kalo bukan itu. Saya juga mau melanjutkan kuliah tapi berbeda dengan jurusan yang saya ambil di smk ini.
Satu kata yang menggambarkan semangat saya adalah "saya" dan satu kalimat untuk menggambarkan semangat saya "semangat terbaik adalah semangat yang datang dari diri mereka sendiri"