Suatu hari ada sahabat yang tak bisa terpisah kan namanya ayu dan Mila setiap hari ayu selalu Dateng ke rumah Mila untuk bermain ayu pun memanggil Mila "milaaaaaa" Mila pun keluar "woi berisik tau" ucap Mila "jadi gak kita main di tempat biasa?" Tanya ayu "iya bentar" jawab Mila, ayu pun menunggu selah beberapa saat mereka berdua main di tempat biasanya dan ayu bilang "mil, bosen gak sih kalo cuma main berdua cari tempat lain yuk" ajak ayu "boleh tuh" mila setuju, dan setelah keliling keliling ternyata dapat tempat yang banyak bocilnya " kita main di sini aja gak sih" tanya ayu random " yaudh boleh deh gimana kamu aja" jawab Mila, mereka pun main dengan bocil sebagian ada yang cari barang random sebagian ada yang main ayunan secara bergantian "heh aku belum" ucap Ani anak kecil yang main bareng itu "oh iya sebentar lagi ya" ucap Mila "yaudah janji ya" ucap Ani, walaupun muka tidak suka tapi dia tau Mila lebih tua dia tidak berani membantah beberapa saat kemudian terdengar suara adzan "ayu aku kaya nya udh mau pulang deh soalnya takut mamah ku nyari in "yaudah yu" jawab ayu setelah ayu dan Mila pulang pun Ani berbisik kepada teman teman nya "kaya nya kita besok harus cari tempat yang lain deh soalnya aku bosen di suruh suruh Mulu sama kak Mila" ucap Ani " iya, sama aku jua mentang mentang lebih tua suka nyuruh nyuruh kita" ucap teman Ani. Beberapa bulan kemudian tiba tiba ada suara telepon dari handphone Mila *kring, kring* Mila pun melihat siapa yang menelepon dan mengangkat telpon itu "yah, kenapa yu?" Tanya Mila ke ayu "emh, mil kita bisa ketemu gak? Ada yang perlu aku omongin penting" tanya ayu "oke tunggu aku di tempat biasa ya" jawab Mila, ayu tidak menjawab lagi tapi hanya menutup telponnya. Sesampainya di tempat yang biasa mereka bermain mereka seperti biasa basa basi dan di pertengahan mereka ngobrol ayu memotong "mil, aku mau mondok kayanya" "hah? Beneran?" Mila kaget "iya maaf ya aku ngasih taunya ngedadak kaya gini, sebenarnya ini juga kemauan orang tua aku sebenarnya udh dari lama tapi aku gak mau ngasih tau kamu takutnya kamu sedih" ucap ayu "tapi yu gak gini harusnya kamu ngasih tau dari kemarin" jawab Mila sedikit nge gas "maaf yah" ucap ayu, Mila tak bisa berkata hanya menerima kenyataan aja. Mereka pun pulang dan malam hari pun tiba "duh kok kepikiran tentang tadi yang ayu bilang" ucap Mila sambil melamun, namun Mila tidak memilih menelpon ayu, Mila lanjut tidur keesokan harinya Mila menunggu ayu yang biasa nya sudah menjemput dia untuk bermain tetapi dia tunggu lama tapi tak datang tiba tiba *kring, kring* suara hp Mila bunyi "halo, iya kenapa yu?" Tanya Mila sambil mengangkat telepon "mil,aku udh di pesantren nih maaf ya baru ngasih tau sekarang tadi hp nya sempet mati" ucap ayu "hah? Berarti kamu udh ga ada di rumah?" Tanya Mila "iyaa, maaf ya mil" jawab ayu setelah berbincang lama telpon pun di tutup tenyata Mila menangis karena telah di tinggalkan teman nya, sore pun telah tiba Mila bermain ke tempat yang biasa Mila dan ayu bermain hari Mila hancur karena telah di tinggalkan teman terdekatnya ia ingin menangis tapi dia tetap menahan tangisan itu dan hati Mila rasanya hancur dan hampa. Beberapa bulan kemudian tiba tiba Mila mendapatkan teman baru yang bernama Zahra di suatu hari Zahra mengajak Mila bermain "ahk bosen banget apa aku main aja ya sama Mila, eh tapi Mila ada di rumah gak ya? Yaudah deh aku chat dulu aja" Zahra bergumam *ppppp* chat Zahra ke Mila *apa?* Jawab Mila *main yu kita makan makan di tempat biasa* ajak Zahra *otw* jawab Mila. Mila pun jalan ke tempat biasa mereka bermain, setelah bertemu mereka ngobrol sebentar lalu Zahra mengajak Mila makan "mil, makan yu tapi aku pengen di tempat ini" "ayo mau makan apa kita mau bikin atau mau beli" tanya Mila "bikin aja deh" jawab Zahra, mereka pun makan dan setelah itu ngobrol ngobrol bercanda. Jam 4 sore pun tiba "eh aku pulang dulu ya mamah aku takut marah" ucap Mila "iyaa deh aku juga sama" jawab Zahra *dahhh* ucap mereka berdua keesokan hari nya Mila ketemu ayu yang baru saja pulang dari pesantren nya Mila menyapa ayu "ayuu" ayu hanya diam seperti orng yang nggak kenal tetapi Mila masih berpikir positif *mungkin ayu tidak mendengar aku yaudah lah* dalam hati Mila, Mila pun lanjut jalan dan tiba tiba ketemu dengan Zahra dan teman nya, Mila menyapa "Zahra" "eh Mila kebetulan ketemu yaudah yu ikut kita main" ajak Zahra terpaksa namun Mila tetap berpikir positif *mungkin Zahra gak ngajakin aku karena lupa kali* dalam hati Mila "oh iya kamu belum tau yah dia siapa kenalin dia Nisa" ucap Zahra Mila pun bersalaman sambil tersenyum dengan Nisa, lalu mereka bermain sampai sore setelah itu mereka pulang dan kebetulan rumah Nisa dan Zahra searah dan Zahra berbisik ke Nisa setelah Mila pergi jauh "eh nis, jujur aku gak suka main sama Mila sebenernya kemarin juga aku terpaksa main sama dia karena kamu gak ada di sini" dan Nisa pun menjawab "oh pas aku ke Banten kan" "nah iya" jawab Zahra sambil melanjutkan jalan nya. keesokan harinya Mila melihat Nisa jalan sama Zahara "eh itu kok ada Zahra sama Nisa ya" dalam hati mila tapi Mila sadar belakangan ini Mila selalu di cuek in terus oleh Zahra kali itu Mila ngga menyapa Zahra namun dia terus berjalan dan menutupi mukanya agar tidak dikenali oleh Zahra dan Nisa. Keesokan hari nya pun dia tetap main dengan Nisa sama seperti hari kemarin tanpa mengajak Mila dan hubungan pertemanan mereka mulai menjauh dan akhirnya mulai asing di sisi lain ayu juga setiap pulang ke rumah setiap si sapa oleh Mila selalu kaya nggak kenal begitu pun dengan Zahra setiap di sapa selalu ketawa ketawa jarang sekali dia menyaut setiap di sapa oleh Mila, Mila pun merasa kalau mereka semua mulai asing akhirnya beberapa tahun kemudian Mila mendapatkan teman baru dan sekaligus punya temen nya itu 3 orng yaitu namanya Amel, Carla, dan putri mereka awalnya bekenalan "hai nama aku Amel" ucap Amel sambil menyodorkan tangan nya dan Mila pun senyum sambil berkata "iyaa,nama aku Mila. Nama kamu siapa?" Jawab Mila sambil menanya kepada temen yang lain "aku Carla" ucap Carla begitu pun putri setelah berkenalan mereka ngobrol ber 3 Carla Amel dan putri sementara Mila yang baru bergabung hanya diam dan menyimak karena belum terlalu dekat tetapi Amel menyadari kalo Mila dari tadi diam sama "mil, kok kamu diam aja sih kenapa? Ayo join kita gosip" tanya Amel sambil tertawa bercanda "eh iya mel, aku bingung mau ngomong apa" jawab Mila "udh kamu gak usah anggap kita orng lain kaya sama siapa aja" putri nyeletuk sambil tertawa. Keesokan harinya mereka membuat grup wa yang berisi 4 orng *ppp mau pada sekolah gak?* Tanya Amel yang mengawali pembicaraan *ya mau dong masa enggak* jawab putri *eh kalian berangkat belum* tanya Mila *mau sekarang* jawab Carla mereka pun sampai di sekolah dan jam pelajaran pun tiba Mereka seperti biasa belajar tiba tiba jam ke2 itu jam kos "eh kok Bu Lina gak masuk ya?" Tanya murid lain "Bu Lina lagi sakit jadi kayanya kita jam kos deh" murid yang lain menjawab. Amel pun mengajak Mila, Carla dan putri main di luar karena jam kos setelah itu mereka main di luar ber4 tiba tiba ada Bu Lina datang "eh ini kenapa pada di luar masuk masuk" ucap Bu Lina, mereka hanya tersenyum dan masuk ke kelas dan Carla berbisik sama Mila "mil, Untung Bu Lina baik ya coba kalo Bu Cika abis kita di hukum" Mila hanya tertawa kecil. Beberapa bulan kemudian ternyata ada cowo yang suka sama Mila nama nya Aldi.saat Mila sedang duduk dan ngobrol bareng Carla, Amel, dan putri tiba tiba ada cowo yang nakal banget main bola di kelas dan tiba tiba *plak* bola mengenai kepala Mila, Aldi pun lari mendekati Mila dan mengelus kepala Mila, Mila pun canggung dan di Dian sejenak setelah Aldi pergi dia seperti biasa lagi namun dia tak bisa di bohongi dada Mila tiba tiba *Dug,dug* kencang sekali *kok aku deg deg an gini kenapa ya* tanya Mila dalam hati setelah itu Carla,Amel, dan putri senyum senyum sambil berbisik, muka Mila mulai memerah dan Amel menyadari nya "eh liat muka Mila merah" ucap Amel sambil berbisik ke teman nya dan Mila hanya memegang pipi nya agar tidak terlihat setelah itu Amel Carla dan putri menyadari kalo Aldi itu suka sama Mila setelah Mila pergi pulang Amel ngomong ke putri "sadar gak sih Aldi kayanya suka sama Mila" ucap Amel ke putri "iya jelas lah orng Mila cantik kok" ucap putri namun Carla tidak menanggapi apa pun tapi tapi muka nya seperti tidak suka
Keesokan harinya mereka seperti biasa nongkrong dan tiba bel pulang pun bunyi *kringg,kringg* "eh pulang tapi tar dulu deh aku males jalan tunggu bentar lgi aja ya" ucap Mila sambil duduk "yaudah aku juga" ucap Amel setuju tiba tiba putri berbisik "eh Mila kamu sadar gak sih si Aldi suka sama kamu?" Ucap putri "hahah, kamu bisa aja put gak mungkin lah Aldi suka sama aku, aku kan orng nya pendiam mana ada yang mau sama aku" ucap Mila sambil tertawa tetapi mila juga sadar kalo Aldi suka sama Mila tapi Mila tau Carla juga suka sama Aldi "mil, kamu liat di sini semua udh pada pulang kecuali kita ber 4 dan si Aldi itu coba aja kalo kita pulang si Aldi juga pasti pulang" ucap putri "maksudnya?" Tanya Mila yang pura pura gak tau. "Eh pulang yu mil" ucap putri sambil teriak agar Aldi dengar omongan putri dan mereka ber 4 pun pergi dan benar omongan putri Aldi pun pergi untuk pulang setelah di jalan putri ngomong "tuh kamu liat kan Aldi juga pergi kalo kamu pergi" ucap putri dan Mila hanya tersenyum tetapi Carla tetap memasang muka gak suka karena dia juga suka sama Aldi ternyata putri juga tau kalo Carla suka sama Aldi tapi putri sengaja panas panas in carla karena sebelum Carla suka sama Aldi putri juga pernah suka sama Aldi tapi karena Carla suka sama Aldi putri memilih mengalah demi teman nya dan akhirnya Aldi suka sama Mila tapi putri lebih rela kalau Aldi sama Mila dari pada sama Carla.
Keesokan harinya seperti biasa namun hari itu Carla tidak sekolah karena sakit. "Tau gak sih sebenernya si Carla gak sakit cuma dia gak mau aja liat Aldi akhir akhir ini suka sama Mila dia itu panas jadi dia gak sekolah" ucap putri nyeletuk "eh gak boleh gitu mungkin dia sakit beneran lagian kalo Aldi suka sama aku yaudah kan aku gak suka sama Aldi" ucap Mila mengelak "iya sih tapi kamu itu harus sadar mil, kamu cantik Aldi suka sama kamu" ucap Amel "udh lah mungkin itu perasaan kalian mana mungkin kan Aldi suka sama aku" ucap Mila "ahk emng susah ngasih tau si Mila" ucap putri kesal dan keesokan harinya ternyata sekolah itu libur mendadak dan di putri chat di grup *eh sekarang libur ya? Aduh kasian banget ya si Aldi* chat putri ke Mila tetapi Mila masih berpura pura polos dan gak tau apa apa *emng nya kenal si Aldi?* Balas Mila *yaallah, mil mil kamu ini ya Aldi kesepian dong kan gak bisa ketemu crush nya* balas Amel *siapa crush Aldi?* Tanya Mila polos *ya lu lah milaaaa* jawab putri sedikit kesal.
Beberapa bulan kemudian ternyata sudah akhir tahun pembelajaran sekolah "mil, aku sebangku sama kamu ya" ucap putri, Mila belum menjawab tapi Carla langsung memotong "gak Mila pokonya sebangku sama aku titik" mereka pun adu Mulut sebentar setelah itu Mila memotong "heh suttt udh gimana nanti aja ya oke" ucap Mila tetapi putri dan Carla tidak berkata apa apa lagi mereka hanya terdiam
Seminggu kemudian mereka dapat info dari wali kelas nya ternyata kelas mereka akan di pisahkan setelah dapat info dari itu Amel, Carla dan putri menangis. Tetapi Mila tidak Mila hanya menguatkan teman teman nya "guys udh gak usah nangis kita kan cuma beda kelas aja lagian kita masih satu sekolah kok kan masih bisa ketemu lagi kalo jam kos" ucap Mila menenangkan "tapi mil pasti beda" ucap putri dan Mila tidak bisa menjawab apa apa Mila hanya terdiam sambil memeluk ke 3 teman nya beberapa Minggu pun telah tiba ternyata benar apa yang putri omongin ternyata benar omongan putri mereka beda kelas Amel di kelas 11a sementara putri kelas 11b dan Carla dan Mila di kelas 11e dan mereka pun muali asing dan beberapa Minggu pun telah tiba ternyata Amel di keluarkan dari sekolah. "Sumpah Mel aku gak nyangka kamu bakal gini dulu aku jaga kamu biar kamu gak salah pergaulan tapi baru 2 Minggu kita beda kelas kamu udh kaya gini aja sumpah aku kecewa Mel" ucap Mila pada dirinya sendiri.
Beberapa Minggu kemudian Mila mempunyai teman baru lagi bernama Lala trnyata Lala itu orng nya introvert sama seperti Mila dan suatu pagi Lala ngomong ke Mila "mil mau ke kantin gak kalo mau ayo bareng sama Lala" ucap Lala, lalu Mila pun metujui ajakan Lala, mereka pun pergi ke kantin dan membeli makanan terus balik lagi ke kelas setelah itu bel pulang pun berbunyi *kringg,kringg* suara bel semua kelas pun membaca doa lalu keluar dari kelas untuk pulang begitu pun dengan Mila
Keesokan harinya Mila sekolah lagi, Mila dan Lala sekarang sudah mulai akrab dan kemana mana selalu ber dua tetapi ada saja orng yang gak suka sama mereka berdua "mil, Mila sadar gak sih banyak yang ngomong in kita akhir akhir ini?" Tanya Lala "iya sih kayanya ada yang gak suka deh sama kita berdua" jawab Mila "kamu tau kan siapa orngnya?" Tanya Lala "jelas tau dong si pick me itu kan yang teriak teriak gak jelas dan caper ke cowo" ucap Mila, Lala hanya ketawa karena mereka sepemikiran
Beberapa bulan kemudian ternyata Lala jarang sekolah dan setiap Mila chat atau telpon pasti banyak alasan dan ternyata Lala di keluarkan dari sekolah nya karena hampir 1 bulan lala gak mau sekolah dan saat wali kelas nanya ternyata Lala di buli sama temen nya yang pick me itu, Mila awalnya gak sadar tapi dia tau yang ngebuli Lala siapa
Setahun kemudian
Akhirnya Mila gak punya temen lagi karena Mila tau dia pasti di tinggalkan lagi oleh teman nya, Mila sekarang lebih introvert dari Mila yang dulu. Dulu Mila sering ketawa tetapi sekarang Mila bahtan tersenyum aja jarang Mila mulai menyendiri dan tidak mau berteman dengan siapapun. Dan akhirnya Mila sadar yang datang bersama dia pasti akan meninggalkan
TAMAT