Aku seorang gadis berumur 16 tahun. Terlahir di keluarga miskin. Untuk membayar hutang aku di nikahkan di umur yang begitu muda oleh orang tuaku. Hatiku perih, begitu iri dengan teman temanku yang masih bisa menikmati masa Remajanya.
Di rumah besar mewah di iringi musik dan tamu pengantin. Hari ini aku menikah dengan orang yang berbeda lima tahun lebih tua dari pada diriku. Setiap langakah masuk kerumah mewah ini, aku bertanya pada diriku.
Bagaimana kau akan menghadapi malam pertama mu?
Bagaimana hidupmu selanjutnya?
Apakah kamu bisa bahagia?
"Dengan ini saya nyatakan Deon dan Lala sah menjadi suami istri."
Para tamu bertepuk tangan. Semua menagis bahagia atas pernikahanku "Lala".
Aku belum memperkenalkan diri, Jadi
Namaku Lala Zaint. Dan nama suamiku adalah Deon Putra. Suamiku ini tak lain adalah Guru magang di sekolahku. Umurnya 21 tahun. Ibu berkata aku beruntunf menikah dengan guru sendiri.
Walau pun ia seorang guru namun sikapnya sangatlah tak terpuji. Ia sangat suka pergi ke cafe dan mabuk mabukan. Aku mendengar berita itu dari beberapa tamu undangan yang berbisik memperingatiku.
Benar tak benar hal itu aku tidak bisa melakukan apa pun. Malam pertama Deon berkata, "Jika kamu takut ** maka minum anggur ini."
Deon menyodorkan segelas anggur untukku. Aku tak tahu berisi apa anggur itu.
Aku menuruti perkataannya. Segera ku minum anggur yang ia berikan.
"Gadis pintar.", Ucap Deon mengelus kepalaku.
"Apa kau mau nilai tambahan muridku tercinta?", Tanya Deon dalam keadaan mabuk
Aku terdiam mendengar pertanyaannya. Penglihatanku Mulai buram. Aku menggosok mataku beberapa kali. Kepalaku semakin lama semakin terasa berat. Apa aku pingsan?
Oh tentu tidak!, sekujur tubuhku terasa panas. aku tak dapat menggendalikan tubuhku. Dengan otomatis aku merobek bajuku sendiri karena kepanasan.
*****
Malam pertama pernikahan terjadi. Pagi hari saat ku terbangun. Kaget rasanya melihat tubuhku di kaca penuh dengan bekas kecupan suamiku. Aku merasa jijik melihat diriku sendiri. Aku yakin kalian tidak akan pernah tahu bagaimana perasaanku sekarang. Rasanya sangat bercampur aduk.
Seperti yang di katakan Lingkunganmu mempengaruhi sikap mu. Sejak saat itu aku mulai kecanduan melakukan Se*s dan pergi ke cafe. Di umur 16 tahun aku memiliki seorang anak perempuan bernama Safira. Dia tumbuh menjadi gadis yang baik setelah beberapa tahun kedepan. Di umurku ke 20 tahun saat seutuhnya menjadi dewasa.
Tak lepas dari merawat buah hati kecilku. Hanya ia yang mampu membuatku melupakan segala masalah yang ada di dunia ini. Ya, terkadang aku bertengkar dengan ibu mertuaku. Ia selalu mengungkit masalah aku terlalu muda menjadi ibu.
Bila malam saat anakku tertidur, aku akan keluar bersama Deon. Kami pergi ke cafe. Aku sudah biasa degan Deon yang selalu mencari Cewe Cafe. Tapi Deon tidak pernah mengijinkan ku melakukan hal yang berhubungan dengan lawan jenis di cafe.
Suamiku itu sangat tempramen dan cemburuan. Jika ku gali memori lama, Ia pernah menjambak rambutku karena Bos ku di kantor kepergok olehnya menggodaku. Tidak hanya bos ku yang di hajar olehnya. Sampai ruma aku pun di hajar.
"Deon kamu boleh mukulin aku cuman jangan pernah di depan Safira anak kita!", Ucapku marah
"Hah munafik!", Bentak Deon dengan nada yang sangat tinggi.
Safira menanggis mendengar bentakan Deon. Kami segera menghampirinya dan menenangkannya. Amarah Deon pada ku tidak hanya sampai di sana. Beberapa kali saat ada yang menggodaku ia juga melakukan hal yang sama berulang ulang.
Saat ketika aku muak dengan perlakuan Deon. Tanpa sepengetahuannya aku berpacaran sudah 1 tahun dengan Darel.
Darel adalah sahabat Deon. Seringkali mereka di sebut saudara kembar. Tampang mereka hampir mirip. Namun sikap Darek terhadap perempuan lebih lembut di banding Deon.
Sudah sangat tidak tahan dengan perlakuan Deon, aku mengumpulakan semua bukti yang ada. Sempat juga aku memasang CCTV di rumah hingga banyak bukti KDRT yang terekam. Kini aku telah memiliki bukti kuat untuk bercerai dengan Deon
"Suamiku, Aku mau kita cerai!", Ucapku pada Deon ketus
"Apa Cerai? hump! Mimpi!", Teriak Deon di telingaku.
Ya aku terus mengulang kalima Cerai di hadapan Deon. Hingga muak ia bersilat lidah denganku.
"Liat saja kamu gak bakal bisa Cerai sama aku!", Ancam Deon sambil mencekik leherku.
Aku tak memberontak dan berlagak lemah. Karna ku tau ada CCTV yang akan ku gunakan Sbagai bukti. Ku pikir itu akan lebih menguntungkan. Aku licik bukan kawan?
Di persidangan, Hakim sudah melihat semua bukti yang ku kumpulkan. Safira pun mengatakan, "Ayah pernah mendorong dan menjambak rambut ibu, lalu ibu menangis di kamarku."
Anakku sangat pintar. Semoga nasib mu lebih baik dari pada ibumu ini nak.
Hakim sudah membulatkan keputusan bahwa yang di lakukan Deon adalah KDRT. Hukumanya ia di penjara beberapa tahun. Namun Deon orang kaya. Ia membayar sebanyak 2 Miliar sbagai ganti di penjara.
Hakim juga memutuskan hak asuh jatuh ketangan Deon karena ia jauh berpenghasilan dari pada aku. Awalnya itu terasa sangat menyakitkan. Namun asal anakku baik baik saja di sana, Aku bisa merasa tenang.
Resmi bercerai dengan Deon, Hidupku bebas. Tidak ada tamparan, Tidak ada mertua galak. Masa Remajaku yang terambil oleh Deon kini kembali. Bahagia sekali rasanya. Terutama Berpacaran dengan Darel. Walau aku bebas sekarang, Nafsu ku malah semakin bertambah. Mumpung tidak memiliki pekerjaan, aku bekerja menjadi Cewe Cafe. Selain itu mudah dan memuaskan Nafsuku. Aku juga mendapat 2x uang.
Darel yang begitu tulus padaku tidak mengetahui hal ini. Hingga saat Darel memergoki ku melakakuan hubungan di Cafe. Ini kali pertama ku melihat Ia marah besar.
"Lala mengapa kau bekerja menjadi p*lac*r!", Teriak Darel menarik tanganku.
"Kita sudah pacaran 1 setengah tahun, aku bahkan belum pernah menyentuh ujung jarimu!", Sambung bentaknya.
Saat itu aku sungguh merasa ketakutan. Gemetar dari ujung kepala samapi kaki. Darel pria yang begitu tulus dan lembut pada orang yang ia cintai. Kejam sekali aku melakukan hal ini padanya.
"Lala, kamu kurang uang?, Bilang aku bisa kasik!, apa yang kurang dari aku?, Kurang jantan?", Teriak Darel mendekapku.
Aku menolak setiap remasannya di tubuhku. Aku merasa tidak nyaman dengan Darel yang sekarang. Ia bukan Darel yang ku kenal menjadi pacarku selama ini.
Darel mendaratkan bibirnya di mulutku. Dengan kasar ia mencumbu. Aku bisa mendengar detak jantungnya. Terdengar sangat cepat. Perasaannya seperti sedih bercampur marah.
"Darel!", Teriakku mendorong darel.
"Hah, aku sudah puas lanjutkan saja.", Ucap Darel kecewa. Ia lantas pergi meninggalkan ku. Tak lupa ia menutupiku dengan jaket yang ia pakai.
Aku sungguh merasa bersalah padanya. Ia begitu setia menungguku dari perceraian. Tega sekali diriku. Bukan begitu kawan?
Ini tidak patut di contoh ya. Kejadian besar berlalu. Aku masih belum bisa Move on dari Darel. Ia juga salah! terkadang ia menghubungiku dan menayakan kabarku.
Untuk Darel
Maafkan aku, aku banyak salah terhadapmu. Jika kau masih mencintaiku. Tolong kembalilah aku akan berubahh!!
Yu Chen Lingxiu nama yang turun bersamanya tersisip nama dewa Yu Zheng . Anak laki laki yang familiar di panggil Pangeran Yu ini sejak umur 3 tahun sudah tertarik dengan sihir alam bawah. Kabar kelahiran Yu menggemparkan penghuni surga. Ramalan surga mengatakan anak dengan nama dewa Yu zheng ini akan menghancurkan surga. Dewa Yu zheng adalah dewa kehancuran.
Tak lama peramal surga kembali memberi kabar jika seorang dewi akan lahir di surga. Ia akan diberi gelar dewi kehidupan karena ia membawa nama Liu Xia Huanran memiliki arti aliran kebahagiaan seindah matahari terbit/terbenam (selalu akan ada). Pada tanggal 9 bulan 9, Risha membuka mata untuk pertama kalinya di surga. Kelahiran Liu Xia Huanran yang di nanti semua dewa dewi juga bidadari dirayakan dengan begitu meriah.
Malangnya pada malam perayaan, sekelompok iblis menyerang surga. Karena sedang dalam kondisi perayaan para petarung Dewa sedikit lengah. Para iblis menawan para dewa yang hanya membawa senjata andalan mereka tanpa senjata kedua. Anehnya dewa inti Seperti Dewa He, Dewa Sun dan Dewi Hua tidak turun tangan sama sekali di dalam perang besar ini. Sayang sekali para bidadari gagal menyembunyikan Xia Huan, akhirnya ditangkap oleh para iblis.
18 tahun kemudian …
Kerajaan Iblis, kamar Liu Xia Huanran.
"Ranran!", teriak remaja lelaki sambil menggedor pintu kamar Xia Huan.
"Pangeran Yu tolong jangan marah padaku. Aku hanya bermain dan tidak tahu apapun selain itu."
"Bukakan aku pintu Ranran." dengan suara yang lebih lembut.
Xia Huanran perlahan mengulurkan tanganya, membuka pintu dengan kekuatan cahaya tangan. Chen Lingxiu masuk ke dalam dengan wibawa. Duduk si bibir tempat tidur Putri kecil.
"Xia ran kecil katakan sejujurnya, apa kau meminum alkohol yang ada di atas mejaku?"
"Ee… Xiuxiu apa kau akan marah?" Mendekat dan memelas
"jangan panggil aku Xiuxiu, sudah ku katakan panggil Lingxiu/Chen!" gertak Chen Lingxiu
"Katakan Iya atau tidak?", Membalikan badan. Memakai selimutnya kembali
"Tidak."
"Aku meminumnya, Chen aku penasaran jadi itu bukan salahku. Aku tahu Chen akan memarahiku jadi baiklah." Wajahnya menjadi cemberut
Chen Lingxiu berpindah tempat menuju sisi Xia Huanran yang lebih dekat. Chen Lingxiu mengelus kepala kecil Xia Huanran.
"Gadis bodoh, apa kau baik baik saja?"
Xia Huanran hanya menatapnya lalu menelan ludah.
"Kakak aku bukan anak kecil lagi yang bisa kau elus seenaknya.", berbalik melilitkan tubuh di dalam selimut.
"Keluarlah kita akan menghadiri perjamuan 18 tahun.", Bangkit lalu berjalan menuju lemari pakaian Xia Huanran.
"Kakak dulu saat aku masih berumur 5 tahun kau selalu memandikanku, begitu juga setiap tahunnya hingga saat aku 12 tahun sampai tahun ini kau tidak pernah melakukannya lagi."
"Pikirkan saja sendiri." Acuh tak acuh
"Kak katakan katakan, kenapa?" Keluar dari selimut dengan pakaian yang berantakan.
Chen Lingxiu berbalik badan melihat tubuh mulus adik angkatnya. Entah mengapa pikiran jahat menyerangnya. "aku akan menjelaskannya setelah kau membenahi pakaian mu.", Chen Lingxiu bergegas keluar dari kamar itu. Hatinya sedikit berdebar melihatnya.
Pelayan memanggil Chen lingxiu mengatakan kalau raja neraka mencarinya. Bergegas ia menuju ruang sidang tempat ayahnya berada. Chen lingxiu menunduk hormat "salam Yu Chen pada baginda ayahanda."
Ayahanda mengangguk perlahan. "Anak ku Yu Chen seharusnya kamu sudah mengetahui hal ini sejak umur 12 tahun. Ayah akan mengadakan pengorbanan wanita kepada dewa kita yaitu Dewa Yu Zheng. Kau jangan lupa bahwa kau adalah keturunan Yu."
"Ayah harap kau mengerti tradisi ini. Genap 18 tahun adikmu yang ceria dan cantik itu masih suci, akan dipersembahkan kepada dewa yu."
"Tapi Ayah… Ranran sama sekali tidak mengetahui hal ini. Terlebih lagi tahun ini adalah ulang tahunnya yang sangat ia nantikan."
"Itu adalah salahmu terlalu memanjakan dia hingga membawanya ke dunia fana kelas bawah." , ayah melempar gelas arak yang ada di tangannya.