DI SUATU HARI PADA TANGGAL 25 DESEMBER 2001 DI PROVINSI SHANXI,CHINA...
"Awas!"Kata seseorang perempuan sambil tertawa cekikikan.
"Hei!"Jawab seorang pria yg kaget karena dilempari bola salju.
"Terima ini!"Kata perempuan itu lagi.
"Hahahaha,Hentikan itu Lin!"Kata pria itu sambil tertawa lepas.
BEBERAPA SAAT KEMUDIAN...
"Sudah ayo masuk,Sepertinya akan ada badai salju"Kata Pria itu mengajaknya masuk.
DI DALAM...
"Minum cocoa enak banget waktu musim dingin begini"Kata perempuan yg bernama Lin sambil meneguk cocoanya.
"Iya iya aku tahu,Lin"Kata Pria itu sembari tersenyum.
"Yeri.."Panggil Lin.
"Iya?"Jawab Yeri.
"Orangtuamu sudah izinin kesini memangnya?"Tanya Lin kepada Yeri.
"Aku kesini diam - diam"Jawabnya dengan santai.
"Nanti kalau orangtuamu nyariin gimana?Apa nggak bakal kena marah?"Tanya Lin khawatir.
"Tidak apa - apa"Jawab Yeri.
"Tapi aku tidak ingin kau dimarahi hanya karena hal sepele seperti ini"Kata Lin dengan mata berbinar - binar.
"Tidak perlu khawatir.Aku bisa menjaga diriku sendiri"Kata Yeri sambil tertawa kecil.
"Terserah padamu kalau begitu"Kata Lin kemudian membalikkan pandangannya.
"Kapan - kapan kita bermain berdua lagi ya?"Pinta Yeri kepada Lin.
"Tentu"Jawab Lin dengan senang hati.
"Sepertinya aku harus pulang sekarang.Maaf karena sudah merepotkanmu sedari tadi"Kata Yeri kemudian menaruh gelas yg sudah kosong di tempat yg dia duduki tadi.
"Tak bisakah kau disini sebentar lagi?"Tanya Lin dengan mata memelas.
"Lain kali saja ya"Jawab Yeri sambil mengusap - usap kepala Lin dan membuat rambutnya berantakan.
"Baiklah..."Kata Lin sambil mengangguk - ngangguk.
KEESOKAN HARINYA...
"Kenapa kau terlihat lesu hari ini?"Tanya Lin kepada Yeri yg sedang duduk di bangku.
"Tidak ada"Jawabnya singkat.
"Kumohon beritahukan kepadaku..."Kata Lin memohon.
"Hahh..Tapi jangan sedih,oke?"Kata Yeri kepadanya.
"Tentu saja tidak!"Jawab Lin dengan yakinnya.
"Sebenarnya...Ayahku akan pindah ke kota Beijing besok.Aku dan juga Ibuku akan ikut pindah bersamanya..."Jawab Yeri dengan pandangan ke bawah.
"Apa?!!"Kaget Lin mendengar jawaban Yeri.
"Kenapa kau harus pindah?!!Apakah tidak bisa tidak ikut?!"Tanya Lin.
"Aku sudah bertanya kepada Ayahku apakah aku boleh tidak ikut dengannya tapi..Dia memaksaku untuk ikut.Jadi aku terpaksa harus ikut dengannya,Lin"Jelas Yeri.
LIN SEKETIKA LANGSUNG MENANGIS MENDENGAR KEPUTUSAN AYAH YERI YG SANGAT TIBA - TIBA ITU DAN TAK KUASA MENAHAN AIR MATANYA YG TERUS JATUH DI PIPINYA..
"Yeri...Kenapa kau harus pergi?!"Tanya Lin dengan isak tangis yg terus terdengar.
"Maaf,Lin.Tapi aku tidak bisa berbuat apapun"Kata Yeri dengan berat hati.
"Maukah kau berjanji akan terus mengingatku walaupun kau pergi meninggalkanku?"Tanya Lin sambil mengacungkan jari kelingkingnya dengan mata yg merah akibat menangis.
"Aku..."
"Kumohon berjanjilah!"Kata Lin mendesak Yeri.
"Iya,Aku berjanji"Kata Yeri kemudian mengaitkan jari kelingkingnya di Jari milik Lin.
BESOKNYA...
"Ambillah gantungan ini agar kau tidak melupakanku"Kata Lin kemudian menyerahkan sebuah gantungan berbentuk mawar.
"Kalau begitu ambillah gantungan milikku juga ya"Kata Yeri kemudian sama - sama menyerahkan sebuah gantungan.
"Yeri,Ayo cepat!"Kata Ayah Yeri dari dalam mobilnya.
"Sampai jumpa lagi,Lin"Kata Yeri kepada Lin untuk yg terakhir kalinya.
"I-iya"Jawab Lin sambil menahan air matanya agar tidak jatuh.
YERI KEMUDIAN MASUK KE DALAM MOBIL LALU BERANGKAT DENGAN KELUARGANYA...
*BRUK*Seketika Lin langsung terjatuh setelah Yeri pergi untuk selamanya.
"Hiks Hiks,Kenapa Kenapa!Kenapa kita harus berpisah sekarang!!"Kata Lin sambil menangis sekencang - kencangnya.
18 TAHUN KEMUDIAN...
"Presdir,Ini data seluruh orang yg ingin melamar masuk kesini"Kata seorang pria sambil memberikan sebuah dokumen.
"Baiklah,Kau boleh pergi sekarang.Dan juga tolong sekalian panggilkan orang pertama untuk masuk agar aku bisa melakukan interviewnya"Suruh Presdir itu.
"Baik"Jawabnya kemudian keluar darisana.
"Su Linjing?Kenapa nama ini bisa begitu mirip dengannya?"Tanyanya di dalam hati.
*CKLEK*Pintu kantor itu kemudian terbuka.
"Apakah kau adalah Su Linjing?"Tanyanya kepada perempuan yg baru saja masuk.
"Gantungan itu?!"Kagetnya di dalam hati.
"Iya benar,Saya adalah Su Linjing Tuan"Jawabnya dengan sopan sambil tersenyum.
"Ngomong-ngomong Nona Su dimana kau mendapatkan gantungan itu?"Tanyanya sambil terus memperhatikan gantungan yg ada di tas Su Linjing.
"Aku..Mendapatkannya dari seorang teman masa kecilku"Jawab Linjing dengan pandangan melihat ke arah lain.
"Namanya?"Tanyanya lagi.
"Namanya adalah Liu Yeri"Jawab Linjing.
"Apakah kau tidak mengingatku,Lin?"Tanyanya sekali lagi kepada Linjing.
"Tunggu,Jangan bilang kau..."Kata Linjing kemudian menatapnya.
"Iya,Ini aku Lin!"Kata Yeri dengan senangnya.
DENGAN CEPAT YERI LANGSUNG MEMELUK LINJING...
"Kukira aku tidak akan bertemu denganmu lagi!"Kata Yeri kemudian langsung membasahi bahu Linjing dengan air matanya.
"Aku juga,Yeri"Jawab Linjing kemudian memeluk erat Yeri.
"Yeri,Bisakah kau melepaskan pelukanmu sebentar dan mulai interview dulu?"Tanya Linjing sambil tertawa.
"Ah iya maafkan aku.Silahkan duduk dulu"Suruh Yeri.
SETELAH SESI INTERVIEW SELESAI...
"Baiklah,Kau lulus.Karena telah menjawab semua pertanyaanku dengan benar"Kata Yeri sambil menunjukkan kertas yg tadi digunakannya untuk menilai seluruh jawaban Linjing.
"Apakah kau masih tinggal di sana?"Tanya Yeri kepada Linjing.
"Iya"Jawab Linjing.
"Bagaimana jika aku berkunjung kesana hari ini?"Pinta Yeri.
"Tentu saja"Jawab Linjing sambil tersenyum manis.
SETELAH PEKERJAAN YERI DI KANTORNYA SELESAI,IA KEMUDIAN MENGANTAR LINJING KEMBALI KE RUMAHNYA..
DISANA...
"Linjing..."Panggil Yeri setelah turun dari mobil.
"Iya?"Tanya Linjing.
"Aku..sudah menyiapkan ini dari lama sejak aku menjadi presdir di perusahaan itu"Kata Yeri.
"Apa yg kau siapkan?"Tanya Linjing penasaran.
YERI LANGSUNG BERLUTUT DI TANAH YG SEDANG BERSALJU KARENA SAAT ITU BERTEPATAN DENGAN MUSIM DINGIN...
"Linjing,Maukah kau..Menikah denganku?"Tanya Yeri kemudian memperlihatkan sebuah cincin permata.
DI BAWAH LANGIT YG SEDANG TURUN SALJU,YERI LANGSUNG MELAMAR LINJING...
"Yeri..."Kata Linjing sambil menundukkan pandangannya.
"Kalau kau tidak ingin juga tidak apa - apa"Jelas Yeri gugup.
"Aku...Bersedia"Jawab Linjing sambil menitikkan air mata karena terharu.
"Benarkah?"Tanya Yeri memastikan.
TANPA BERPIKIR LAMA - LAMA LINJING LANGSUNG MELUMAT BIBIR YERI AGAR MEMBUATNYA YAKIN AKAN PERKATAANNYA..
"Nah,Apakah kau sekarang yakin?"Tanya Linjing sambil tersenyum.
"Iya"Jawab Yeri dengan senangnya.
2 BULAN KEMUDIAN YERI DAN LINJING MELANGSUNGKAN PERNIKAHAN MEREKA BERDUA DAN AKHIRNYA HIDUP BERSAMA SELAMANYA...
1 TAHUN KEMUDIAN...
"Mama!"Panggil seorang anak berusia 7 tahun.
"Iya,Lee?"Tanya Linjing kepada anak itu sambil tersenyum.
"Kemana ayah akan pergi?"Tanya Lee dengan polosnya.
"Ayah akan pergi ke kantor sekarang.Jangan khawatir nanti sore ayah akan segera pulang dan bermain bersamamu"Jelas Linjing sambil memegangi pundak Lee.
"Iya"Jawab Lee sambil tersenyum lebar.
Pertanyaan:
Apa makna yg bisa dipetik dari cerita ini?:>
~The End~