"Zeritha!"Panggil seorang pria yg mulai mendekat ke arah Zeritha.
"Oh,Daniel.Apa yg kau lakukan disini?"Tanya Zeritha yg menyadari kalau Daniel memanggilnya.
"Aku melihatmu membaca buku dari kejauhan jadi aku datang menyapamu.Itu saja"Jawab Daniel kemudian duduk di depan Zeritha.
"Apakah ayahmu belum kembali dari dinas di luar kota?"Tanya Daniel berusaha mencari topik pembicaraan.
"Semalam ayah meneleponku dan bilang kalau minggu depan akan kembali ke rumah"Jawab Zeritha.
"Ngomong-ngomong Daniel.."Kata Zeritha.
"Kenapa?"Tanya Daniel.
"1 bulan lagi kita akan graduation dan masuk ke universitas kan?"Kata Zeritha.
"Benar,Lalu?"Tanya Daniel lagi.
"Apakah ada universitas yg kau ingin tuju setelah Graduation nanti?"Tanya Zeritha.
"Seperti Juvenille Karrent University.."Sambung Zeritha.
"Aku nggak terlalu kepikiran buat memilih universitas mana.Universitas manapun yg ku tuju itu tergantung pada pilihanmu"Jelas Daniel sambil tersenyum simpul.
"Alasannya?"Tanya Zeritha bingung.
"Jika kau ingin masuk ke Juvenille Karrent University maka aku juga akan masuk kesana"Jawab Daniel.
"Hei,Love Birds!Apa yg kalian bicarakan daritadi?"Tanya seseorang yg tiba-tiba datang mengagetkan mereka berdua.
"Jangan ngagetin dong,Jill"Kata Zeritha sambil memegangi dadanya.
"Iya iya maaf"Jawab Jill sambil menggaruk-garuk kepalanya yg tidak gatal.
"Karena sebulan lagi kita akan Graduation,Bagaimana kalau aku,kalian berdua,dan juga Hayden jalan-jalan seminggu sebelum Graduation?"Tanya Jill.
"Ide yg bagus.Lagipula setelah Ujian aku juga butuh refreshing"Jawab Zeritha mengiyakan pertanyaan Jill.
"Asik!"Kata Jill dengan semangatnya.
SEMINGGU SEBELUM GRADUATION...
"Nah,Karena semuanya sudah ada disini.Bagaimana kalau kita mulai saja jalan - jalannya?"Tanya Jill kepada teman-temannya.
"Tentu!"Jawab Zeritha,Daniel,dan Hayden bersamaan.
SETELAH MEREKA SELESAI BERJALAN-JALAN SAMPE SORE.MEREKA KEMUDIAN PULANG KE - RUMAH MASING - MASING.SATU MINGGU KEMUDIAN GRADUATION MEREKA DI LAKSANAKAN.ZERITHA,DANIEL,HAYDEN,DAN JUGA JILL LULUS DENGAN NILAI YG CUKUP TINGGI ALIAS DI ATAS RATA-RATA...
"Yeay,Aku lulus!!"Kata Zeritha kegirangan.
"Bukan kau saja yg lulus,Kami juga lulus kau tahu?"Kata Jill,Daniel,dan Hayden bersamaan sambil tersenyum ke arah Zeritha.
"Iya,Siapa juga yg bilang kalau kalian gagal?"Tanya Zeritha sambil tertawa.
"Karena kita sudah lulus,Kalian akan pergi menuju universitas apa?"Tanya Jill.
"Juvenille Karrent University!"Jawab Zeritha dengan senang.
"Kalau Daniel dan Hayden kalian akan ke universitas apa?"Tanya Jill lagi.
"Aku akan ke universitas yg sama dengan Zeritha"Jawab Daniel sambil tersenyum.
"Kalian nggak bosan apa dari Sd,Smp,dan Sma barengan terus?"Tanya Jill heran.
"Tentu saja tidak!"Jawab Zeritha dan Daniel bersamaan.
"Kalau kau Hayden?"Tanya Jill kepada Hayden.
"Xieriel Vin University"Jawab Hayden dengan tenang.
"Kalau kau sendiri,Jill?"Tanya Hayden.
"Aku juga kepikiran buat masuk ke universitas itu.Soalnya aku ingin masuk jurusan kesenian cina.Aku cukup menyukai seni arsitektur Cina.Dan berharap bisa jadi arsitek yg khusus menangani hal - hal yg berbau dengan kesenian Cina"Jelas Jill.
"Mimpimu tinggi sekali.Awas jatuh nanti sakit"Kata Hayden sambil melipat tangannya.
"Apakah kau pernah merasakan di tampar,Hayden?"Tanya Jill dengan senyuman dingin di wajahnya.
"Yaelah cuman main-main"Jawab Hayden.
"Aku dan Zeritha akan pulang sekarang.Kami duluan ya!"Kata Daniel kemudian menarik Zeritha pergi.
DANIEL KEMUDIAN MENGANTARKAN ZERITHA PULANG KE RUMAH.DI HARI ZERITHA DAN DANIEL AKAN PERGI KE UNIVERSITAS...
"Mama Papa,Aku pergi sama Daniel dulu ya!"Kata Zeritha berpamitan dengan kedua orangtuanya.
"Hati-hati di jalan ya"Kata kedua orangtua Zeritha kepadanya.
"Iya"Jawab Zeritha.
DILUAR..
"Nah,Ayo pergi sekarang"Kata Zeritha kepada Daniel.
"Naiklah"Kata Daniel menyuruh Zeritha untuk naik ke motornya.
DI TENGAH JALAN...
"Daniel"Panggil Zeritha saat di tengah perjalanan.
"Apa?"Tanya Daniel sambil fokus mengemudikan motornya.
"Di universitas itu kan ada banyak jurusan.Kau ingin masuk ke jurusan mana?"Tanya Zeritha.
"Yg jelas jurusan yg sama denganmu"Jawab Daniel sambil menoleh ke arah Zeritha.
"Daniel Awas!!"Kata Zeritha memberi peringatan.
*TETTTT*Suara klakson truk memperingatkan Zeritha dan Daniel untuk menyingkir.
*CRASHH*Motor yg dikendarai oleh Zeritha dan Daniel kemudian menabrak truk tersebut dan akhirnya menyebabkan mereka berdua kecelakaan.
ZERITHA DAN DANIEL MENDAPATKAN LUKA YG CUKUP PARAH AKIBAT TABRAKAN ITU.ZERITHA LANGSUNG PINGSAN SEDANGKAN DANIEL MASIH SEDIKIT MEMBUKA MATANYA.SEMUA ORANG YG MELIHAT KECELAKAAN ITU LANGSUNG MENGERUMUNI MEREKA BERDUA DAN LANGSUNG CEPAT - CEPAT MEMANGGIL AMBULANS...
"Zeritha..."Kata Daniel dengan suara kecil sambil berusaha mendekati Zeritha yg sedang terbaring lemah dengan luka - luka yg ada di sekujur tubuhnya.
DANIEL LANGSUNG PINGSAN KARENA SUDAH KEHABISAN TENAGA DAN JUGA LUKA YG CUKUP SAKIT DI TUBUHNYA ITU..
SAYUP - SAYUP TERDENGAR SUARA AMBULANS YG DATANG KESANA KEMUDIAN MENGANGKUT ZERITHA DAN DANIEL KE DALAM..
MEREKA BERDUA LALU DI BAWA KE RUMAH SAKIT UNTUK MENJALANI PENGOBATAN.DISANA...
"Cepat panggilkan dokter!!"Kata suster yg cukup panik membawa Daniel dan Zeritha dengan tandu sorong.
"Zeritha bertahanlah.."Kata Daniel di dalam hati sambil menatap ke arah Zeritha yg sedang dalam masa kritis.
DENGAN CEPAT SEORANG DOKTER LANGSUNG DATANG DAN MEMBANTU SUSTER-SUSTER ITU UNTUK MEMBAWA MEREKA UNTUK DILAKUKANNYA PENGOBATAN.
KEDUA ORANGTUA DARI ZERITHA DAN DANIEL LANGSUNG DIPANGGIL KE RUMAH SAKIT KARENA MEREKA BERDUA SEDANG DALAM KONDISI KRITIS..
BEBERAPA JAM KEMUDIAN...
DOKTER YG MENANGANI ZERITHA DAN DANIEL LALU KELUAR..
"Bagaimana kondisi mereka berdua,Dok?"Tanya ibu Zeritha khawatir.
"Pasien yg laki - laki sudah tidak berada dalam kondisi kritis lagi.Sedangkan yg perempuan masih kritis sampai saat ini"Jawab sokter itu sambil menghela nafas.
"Zeritha!"Kata Ibu Zeritha yg langsung terjatuh dan menangis tersedu - sedu.
"Tenanglah,Berdoa saja kalau Zeritha akan baik - baik saja"Kata Ibu Daniel berusaha menenangkan Ibu Zeritha.
TIDAK LAMA KEMUDIAN DANIEL DIBAWA KELUAR DARI DALAM DAN LANGSUNG DIBAWA KE KAMAR RAWAT INAP KARENA KONDISINYA YG SUDAH STABIL.
BEBERAPA JAM KEMUDIAN...
"Ibu?"Kata Daniel yg langsung membuka matanya setelah koma beberapa jam.
"Iya Ibu disini,B-bagaimana kondisimu?Apakah masih sakit?"Tanya Ibu Daniel dengan kekhawatiran tinggi.
"Aku sudah baik-baik saja.Tapi dimana Zeritha?"Tanya Daniel khawatir.
"Dia..."Jawab Ibu Daniel tapi tidak mau melanjutkan kata - katanya.
"Dia kenapa,Bu..!"Tanya Daniel yg semakin gelisah.
"Dia sudah meninggal Daniel.Dia..Kehabisan banyak darah saat kecelakaan tadi.."Jelasnya dengan berat hati.
"Ibu,Bercanda kan?!"Tanya Daniel yg tidak terima akan perkataan ibunya itu.
"Ini kenyataannya,Daniel.."Jawabnya.
"Biarkan aku sendiri yg memastikannya!"Kata Daniel kemudian melepas semua alat - alat yg dipasangkan di tubuhnya.
"Kau tidak boleh begini,Daniel!"Kata Ibu Daniel berusaha menyakinkan Daniel untuk kembali ke tempat tidurnya.
*BRUK*Daniel langsung terjatuh karena kondisi kakinya yg masih belum sepenuhnya pulih.
"Zeritha,Aku tidak percaya kalau kau sudah meninggal!Kau..Tidak mungkin kan?"Kata Daniel di dalam hati kemudian berusaha berdiri lagi.
"Daniel..!"Panggil Ibu Daniel yg langsung mengejar Daniel yg sudah keluar darisana.
"Dimana Zeritha?!"Tanya Daniel kepada kedua orangtua Zeritha yg sedang duduk termenung di luar.
TIDAK ADA RESPON SEDIKIT PUN DARI MEREKA..
"Dimana dia?!"Tanyanya sekali lagi dengan air mata yg mulai menetes.
TANPA BERKATA - KATA IBU DARI ZERITHA KEMUDIAN MENUNJUK KE ARAH KAMAR MAYAT YG BERADA TEPAT DI UJUNG KORIDOR RUMAH SAKIT...
"Kenapa dia menunjuk ke arah sana?!"Tanya Daniel kepada dirinya sendiri kemudian berusaha melangkah ke Kamar Mayat itu.
SETELAH SAMPAI DI DEPANNYA,DANIEL LANGSUNG BERUSAHA MEMBUKA PINTU KAMAR MAYAT.DI DALAM IA MENDAPATI BADAN ZERITHA YG SUDAH DITUTUPI OLEH KAIN BERWARNA PUTIH SEDANGKAN WAJAHNYA DIBIARKAN TERBUKA..
*TAP TAP TAP*Dengan langkah berat Daniel berjalan mendekati Zeritha yg sudah tak bernyawa.
DI DEPAN ZERITHA...
*BRUK*Daniel langsung terjatuh saat melihat Zeritha sudah tak bernyawa.
"Kenapa kau meninggalkanku?!"Tanya Daniel dengan tangisan yg tak tertahankan sambil memegangi tangan Zeritha yg sudah dingin.
"Bukankah kau berjanji akan bersamaku sampai akhir?!"Tanyanya pada Zeritha lagi.
"Jawab aku!!"Kata Daniel dengan lantang sampai menggema di seisi ruangan itu.
"Kumohon bangunlah!Tetaplah bersamaku!"Sambung Daniel sembari terus menangis.
ORANGTUA DANIEL KEMUDIAN MASUK KE DALAM LALU BERUSAHA MENENANGKAN DANIEL SUPAYA IA MENGIKHLASKAN KEPERGIAN ZERITHA...
"Tenanglah Daniel.Dia sudah di takdirkan untuk meninggal.Dia tidak akan bisa tenang juga kau tidak mengikhlaskan kepergiannya"Kata Ibu Daniel sambil memegangi Daniel.
"Tidak!!Zeritha masih hidup!Dia sudah berjanji padaku!!!"Bantah Daniel sambil melepaskan tangan Ibunya dari pundaknya
"Daniel..."Kata Ibu Daniel.
"Kumohon...Tinggalkan..Aku..Sendirian disini.."Pinta Daniel sambil menundukkan pandangannya dengan tangan yg terus memegangi tangan Zeritha.
"Ibu mohon ikhlaskan dia,Daniel.Ibu mohon kepadamu..."Kata Ibu Daniel berusaha menyakinkan Daniel untuk mengikhlaskan Zeritha.
"Jika saja aku...Tidak gegabah saat itu,..Semua hal ini tidak akan terjadi"Kata Daniel sambil terus membasahi wajahnya dengan air mata yg terus jatuh seperti hujan.
"Ini semua bukan kesalahanmu.Ibu mohon keluar dengan ibu sekarang ya?"Pintanya.
"Iya.."Jawab Daniel mengiyakan permintaan Ibunya itu.
DANIEL KEMUDIAN KELUAR BERSAMA IBUNYA DARI KAMAR MAYAT ITU.DILUAR...
"Aku minta maaf,Karena telah membuat anak kalian meninggal dunia..."Kata Daniel kepada kedua orangtua Zeritha.
"Tidak apa-apa Daniel.Kami tahu itu bukanlah kesalahanmu"Jawab orangtua Zeritha bersamaan.
DANIEL LALU DIBAWA KEMBALI KE KAMAR RAWAT INAPNYA.KEESOKAN HARINYA,ZERITHA DIMAKAMKAN DI PEMAKAMAN REISTER YG ADA DI JALAN CAROL.
SELURUH KELUARGA ZERITHA BERDUKA ATAS KEPERGIANNYA ITU TERMASUK DANIEL SENDIRI.
BEBERAPA HARI SETELAH ZERITHA DIMAKAMKAN,NAFSU MAKAN DANIEL MENURUN BAHKAN TERKADANG TAK INGIN MAKAN KARENA MASIH SEDIH ATAS KEPERGIAN ZERITHA.
IA BERPIKIR KALAU DIA DAPAT BERSAMA DENGAN ZERITHA SAMPAI SAATNYA MEREKA MENIKAH NANTI BAHKAN SAMPAI MASA TUA MEREKA.TAPI NASIB BERKATA LAIN DAN MEMBUAT PASANGAN INI BERPISAH UNTUK SELAMANYA.
~The End~