Ada banyak hal yang tidak bisa dijelaskan oleh akal sehat didunia ini, seperti apakah surga dan neraka itu ada? Apakah mitos urban legend itu benar-benar pernah terjadi atau hanya bualan belaka? Apakah hantu benar-benar ada?
Urban legend, atau bisa juga disebut dengan cerita rakyat adalah cerita yang disampaikan dari mulut ke mulut. Dari satu orang ke orang lainnya, hingga menyebar dan terkenal di komunitas masyarakat tersebut. Bahkan menjadi sebuah larangan atau tabu bagi mereka.
Disetiap daerah, seperti desa dan kota kecil pasti akan ada urban legend yang berbeda. Begitu juga di daerahku, Farmville. Sebuah desa kecil di Texas.
Di desa ini, ada sebuah cerita rakyat yang menyebar diantara kami mengenai seekor kucing yang diberi nama Nero.
Dikisahkan bahwa Nero adalah kucing yang berasal dari neraka, keberadaannya tidak akan membuat seseorang yang melihatnya dalam keberuntungan. Mereka akan sial hingga ke titik ekstrem.
Ada juga yang percaya bahwa Nero adalah kucing milik malaikat maut yang membantunya membawa pesan kematian.
Saat kecil dulu nenekku pernah menceritakan dongeng mengenai sosok Nero ini, apa kalian penasaran dengan kisahnya? Biar kuceritakan sedikit.
Pada zaman dahulu, ada seseorang bernama Nero yang tinggal di desa ini. Dia adalah pria yang baik hati dan sangat ramah pada semua orang, sehingga banyak yang menyukainya.
Warga sekitar sering kali meminta bantuan padanya, dan dia pasti akan dengan senang hati melakukannya.
Ini berkebalikan dengan rivalnya, Noah. Noah adalah pria tampan namun memiliki sifat buruk. Dia suka berjudi, mabuk, bermain perempuan, dan masih banyak lagi.
Banyak orang di desa itu tidak menyukainya karena sikap buruknya, namun ia tidak peduli. Hingga suatu hari gadis yang disukainya menolak lamaran Noah dan mengatakan bahwa ia lebih memilih Nero daripada dirinya.
Saat ditanya, gadis itu berkata bahwa sikapnya sangat buruk, dan dia takut Noah akan mencampakkannya begitu mereka menikah lalu bermain dengan gadis lain sementara dia harus berjuang untuk hidupnya.
Disitulah ia mulai membenci Nero, si pria dengan penampilan biasa saja namun memiliki hati yang baik. Kebenciannya semakin bertambah tatkala penduduk desa selalu memujinya karena kebaikan hatinya.
Suatu hari, ia berencana untuk melakukan hal yang buruk pada Nero. Awalnya dia hanya ingin memukulinya untuk memberi pria itu pelajaran yang Bagus, namun saat itu Noah seperti orang yang kerasukan.
Dia memukuli Nero dengan sangat parah, bahkan setelah itu dia memukul kepala Nero dengan batu yang berujung tajam. Membuat Nero tidak lagi bernafas.
Ketika dirinya sadar, Nero sudah mati. Kepalanya hancur dan sepasang matanya melotot kearahnya, membuat Noah merinding.
Ia takut hal ini akan diketahui oleh warga desa, jadi ia menyeret mayat Nero ke tengah hutan dan membakar tubuhnya hingga hangus.
Noah tidak tinggal lama, ia pergi setelah menyalakan api di tubuh Nero. Hatinya menjadi lega. Hari-hari berikutnya dia menjalani kehidupan seperti biasa, tanpa hal aneh terjadi.
Namun satu bulan kemudian, ia ditemukan tak bernyawa di dalam hutan dengan tubuh yang terpotong-potong. Mayatnya bahkan sudah membusuk dan banyak belatung di tubuhnya.
Pada saat itu, warga melihat seekor kucing hitam yang sedang duduk tak jauh dari mereka. Kucing itu terlihat misterius dengan sedikit bulu putih di bagian dekat mata kanannya.
Matanya yang berwarna emas berkilau dengan dingin dibawah sinar bulan, seolah-olah mereka hanyalah semut kecil dimatanya.
Kucing itu langsung pergi setelah menatap warga desa selama beberapa detik, sesorang pergi untuk mengejarnya namun dia tidak bisa menemukan kucing itu dimana pun.
Mereka kemudian membawa mayat Noah kembali ke desa dan menguburkannya. Mereka lalu menyadari satu hal, Nero menghilang. Kemana dia pergi? Namun tidak ada yang tahu.
Kepala desa saat itu mengusulkan agar melihat rumahnya, tanpa diduga itu kosong. Bahkan debu tebal menutupi semua tempat.
Menyadari bahwa dia hilang dengan tidak wajar, mereka mulai mencarinya. Saat itu tidak seperti sekarang, tidak sherif yang akan membantu pencarian. Mereka mencarinya sendiri.
Berminggu-minggu lamanya mereka mencari hingga seluruh desa ini bahkan desa tetangga sudah mereka telusuri, namun tidak ada hasilnya. Karena nihil, kepala desa memutuskan untuk berhenti. Mungkin Nero sudah dimakan hewan buas, atau sudah menjadi tulang? Entahlah...
Pada malam halloween tahun itu, ketika seorang pemuda baru saja pulang dari rumah temannya ia melihat seekor kucing hitam di teras rumah Nero. Setelah hilangnya pria itu, tak ada yang ingin menghuni rumahnya.
Alhasil, rumah itu terbengkalai dan nyaris rubuh.
Melihat kucing hitam didepan rumah yang bobrok, pemuda itu merasakan hal yang aneh. Punggungnya menggigil, padahal malam itu tidak berangin. Ditatapnya lekat kucing itu, semakin lekat dan semakin lekat ia menatap, pupil keemasannya seperti berubah menjadi pupil kecoklatan milik Nero.
Moncongnya terbuka dan tertutup seperti mulut seseorang yang tengah bicara, dia memandangnya dan mencoba memahami apa yang sedang dikatakan kucing itu.
N E R O
Apa? Nero? Apa maksudnya?
Dia lalu memperhatikannya lagi,
H U T A N
Nero? Hutan?
Apakah maksudnya Nero ada didalam hutan? Ia tidak yakin, namun saat ia kembali melihat ke teras rumah yang rusak itu, kucing hitam tadi sudah menghilang.
Pemuda itu tertegun konyol, ia kembali sadar setelah mendengar gonggongan anjing dikejauhan. Lalu menatap rumah bobrok itu, dan langsung lari ketakutan.
Esoknya ia menceritakan hal ini pada kepala desa, pria tua itu lalu menyarankan agar mereka mencoba mencari sekali lagi. Tapi kalo kali ini mereka pergi ke hutan, seperti yang diinginkan kucing hitam itu.
Mereka mencari selama dua jam lamanya, lalu mereka melihat kucing itu. Tak jauh darinya ada sesuatu yang berwarna hitam, kaku, dan sedikit tertutup salju.
Kucing itu mengeong pelan, seolah mengisyaratkan agar mereka melihat benda itu. Alangkah terkejutnya mereka saat menemukan bahwa benda hitam itu adalah mayat seseorang. Bentuknya sudah tidak bisa dikenai karena semuanya sudah menjadi hitam dan hangus.
Tubuhnya sangat kaku seperti sebatang pohon tua. Mereka menduga bahwa itu adalah mayat milik Nero, dan kucing itu adalah arwahnya yang tidak tenang.
Mereka ingin melihat kucing itu lagi, namun dia tidak bisa ditemukan dimanapun. Seperti sebelumnya.
Setelah menguburkannya mereka meminta pendeta untuk mendoakan Nero agar bisa tenang. Namun, beberapa kali mereka akan melihat kucing hitam itu lagi.
Dan hal yang aneh adalah, setelah melihatnya mereka pasti akan menemukan satu mayat di dekatnya. Entah itu mayat yang utuh atau tidak.
Sebagian besar orang yang melihatnya merasa ngeri dan takut, mereka juga menganggap bahwa bertemu dengan kucing itu adalah sebuah kesialan.
Dan mulai menganggap bahwa kucing itu adalah kucing pembawa sial. Bahkan ada orang kaya disana yang mengeluarkan sayembara untuk menangkap kucing itu dan membunuhnya. Hadiahnya adalah tiga hektar lahan pertanian yang berada di ujung desa. Namun tidak ada yang berhasil menangkapnya.
Demikianlah kisah misterius si kucing hitam Nero. Kucing pembawa sial dan pembawa pesan kematian.
Apapun pendapat penduduk mengenai kucing itu, menurutku itu hanya kucing biasa.
Namun jika kau bertanya apakah aku percaya pada cerita ini atau tidak, aku akan berkata 'ya'.
Karena aku sering bertemu dengannya, dan dia selalu membantuku. Setiap kali aku sedang bertugas untuk mencari orang hilang, aku akan melihatnya. Dan seperti yang dikatakan cerita itu, aku menemukan mayat orang yang kucari tak jauh darinya.
Aku sudah menganggapnya sebagai rekanku.
Ah ya, ngomong-ngomong aku adalah seorang sheriff di kota kecil tempat kampung halamanku berada.
_______
catatan penulis :
hei, masih ingin berpetualang? ayo cek profilku!! ada cerita petualangan horor disana, judulnya 'game, live stream'
sampai jumpa!!