Di sebuah kota kecil yang dikelilingi hutan lebat, ada legenda tentang malam arwah. Setiap tahun, pada tanggal 13 Oktober, arwah-arwah cinta yang tak terbalas akan bangkit dan mencari pasangan yang mereka cintai di dunia ini.
Rina, seorang gadis cantik dengan hati yang lembut, percaya pada legenda itu. Ia selalu menantikan malam arwah dengan perasaan campuran antara takut dan penasaran. Ia berharap bisa melihat arwah cinta yang tak terbalas itu, karena ia sendiri pernah kehilangan seseorang yang sangat dicintainya, bernama Andra.
Malam itu, 13 Oktober, Rina berjalan sendirian di taman kota yang sunyi. Bulan purnama memancarkan cahaya lembut di antara bayang-bayang pohon. Tiba-tiba, angin berhembus membawa aroma bunga mawar yang kuat. Rina melihat sekuntum bunga mawar merah muncul di depannya, seperti diletakkan oleh tangan tak terlihat.
Saat Rina mendekati bunga itu, sosok bayangan mulai terbentuk. Arwah Andra muncul di hadapannya, dengan mata yang penuh kerinduan. Rina merasa jantungnya berdegup kencang, antara ketakutan dan kebahagiaan. Arwah Andra mendekat, tidak berbicara, tapi menatap Rina dengan cinta yang tak pernah berakhir.
Rina merasa arwah itu ingin mengatakan sesuatu. Tiba-tiba, arwah Andra mengulurkan tangan dan menyentuh pipi Rina dengan sentuhan dingin seperti embun. Rina menggigil, tapi tidak takut. Ia merasakan cinta yang kuat dari sentuhan itu. Arwah Andra kemudian menghilang, meninggalkan bunga mawar merah di tangan Rina.
Di samping bunga itu, ada secarik kertas dengan tulisan: "Cinta kita takkan berakhir, bahkan di malam arwah." Rina menangis, bukan karena takut, tapi karena bahagia. Ia tahu bahwa Andra masih mencintainya, bahkan di alam lain.
Sejak malam itu, Rina sering menemukan bunga mawar merah di tempat-tempat yang pernah ia kunjungi bersama Andra. Ia tahu itu adalah tanda bahwa arwah Andra masih menjaganya. Rina menyimpan bunga mawar itu sebagai kenang-kenangan cinta yang tak berakhir.
Dan setiap tanggal 13 Oktober, Rina menantikan malam arwah dengan harapan bisa merasakan kembali kehadiran arwah Andra. Di bawah cahaya bulan, Rina tahu bahwa cinta mereka adalah cinta yang abadi, bahkan di antara bayang-bayang horor malam arwah.
Berikut contoh cerpen lanjutan dari "Bunga Mawar di Malam Arwah"
Satu tahun telah berlalu sejak Rina terakhir kali melihat arwah Andra di malam arwah. Sejak itu, Rina selalu menantikan tanggal 13 Oktober dengan harapan bisa merasakan kehadiran arwah Andra lagi. Ia masih menyimpan bunga mawar merah yang diberikan arwah Andra sebagai kenang-kenangan cinta mereka yang tak berakhir.
Malam arwah tahun ini tiba. Rina pergi ke taman kota, tempat ia pertama kali melihat arwah Andra. Bulan purnama kembali memancarkan cahaya lembut, dan angin malam membawa aroma bunga mawar yang familiar. Rina menutup mata, berharap bisa merasakan kehadiran arwah Andra seperti tahun lalu.
Tiba-tiba, Rina mendengar suara lembut, seperti bisikan angin. "Rina..." Suara itu memanggil namanya dengan lembut. Rina membuka mata dan melihat arwah Andra berdiri di depannya, lebih jelas daripada tahun lalu. Arwah Andra tersenyum, dan Rina merasa hatinya dipenuhi dengan kebahagiaan.
Arwah Andra mendekat dan memberikan Rina sekuntum bunga mawar merah lagi. "Untukmu, selamanya," kata arwah Andra dengan suara yang seperti angin. Rina menerima bunga itu dengan tangan gemetar karena emosi.
"Apakah kamu masih...menjagaku?" tanya Rina, suaranya hampir tak terdengar. Arwah Andra mengangguk, dan dengan gerakan lembut, arwah itu menyentuh hati Rina. Rina merasakan gelombang cinta yang kuat, seperti saat mereka masih bersama.
"Aku akan selalu," bisik arwah Andra. Lalu, arwah itu mulai memudar, meninggalkan Rina dengan bunga mawar merah di tangan. Rina menangis, tapi bukan karena sedih. Ia bahagia karena tahu bahwa cinta mereka takkan pernah berakhir.
Sejak itu, Rina semakin yakin bahwa cinta mereka adalah cinta abadi. Setiap tahun, di malam arwah, ia akan menantikan kehadiran arwah Andra, dan bunga mawar merah akan selalu menjadi tanda cinta yang tak berakhir.
Berikut contoh cerpen lanjutan dari "Bunga Mawar di Malam Arwah"
Tiga tahun telah berlalu sejak Rina terakhir kali melihat arwah Andra di malam arwah. Setiap tahun, Rina menantikan tanggal 13 Oktober dengan harapan bisa merasakan kehadiran arwah Andra lagi. Ia masih menyimpan bunga mawar merah yang diberikan arwah Andra sebagai kenang-kenangan cinta mereka yang tak berakhir.
Malam arwah tahun ini tiba, dan Rina pergi ke taman kota seperti biasanya. Bulan purnama memancarkan cahaya lembut, dan angin malam membawa aroma bunga mawar. Rina menutup mata, berharap bisa merasakan kehadiran arwah Andra.
Tiba-tiba, arwah Andra muncul di depannya. Tapi kali ini, arwah Andra terlihat berbeda. Ia tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca, seperti ingin mengatakan sesuatu yang sangat penting.
"Rina," kata arwah Andra dengan suara yang lembut. "Ini adalah malam arwah terakhir kita. Aku harus pergi ke tempat yang lebih damai. Tapi sebelum aku pergi, aku ingin kamu tahu...cinta kita adalah yang terindah."
Rina merasa hati sakit, tapi ia mengangguk. "Aku akan selalu mengingatmu," katanya. Arwah Andra memberikan Rina bunga mawar merah terakhir, lalu dengan perlahan, arwah itu memudar dan menghilang.
Rina menangis, tapi dengan senyum. Ia tahu bahwa cinta mereka telah menjadi kenangan yang abadi. Sejak itu, Rina tidak lagi menantikan malam arwah dengan harapan melihat arwah Andra. Tapi ia selalu mengingat pesan terakhir arwah Andra: "Cinta kita adalah yang terindah."
#CEPEN INI DI BUAT UNTUK EVENT