Tes ...
Bunga kecil itu bergerak, perlahan saat satu tetes air mendarat dan terjatuh.
Buket bunga ia peluk semakin erat, tak ayal tangisnya semakin menjadi, didepannya, orang itu tak memandangnya samasekali.
Sekian lama Aku bertahan, sekian lama aku menunggu, ternyata jawabannya yang selama ini aku tunggu adalah yang paling dihindari.
"Maaf." Satu kata itu akhirnya terucap, dirinya masih enggan untuk menatap sosok yang beberapa bulan lalu masih berstatus 'kekasih'.
"Makasih, yah. Kak. Atas semuanya." Dengan susah payah ku berbicara walau dengan napas yang tersengal.
Tenggorokanku tercekat, banyak sekali kalimat tanya yang hanya bisa tersangkut di tenggorokan, rasanya sesak ditambah dada yang terasa hancur berkeping-keping.
Buket bunga Cosmos yang selalu menemani hari-hari indah keduanya berakhir jadi salam perpisahan, sepertinya aku melupakan satu hal.
Bunga Cosmos memang memiliki warna dan bentuk indah, bahkan makna yang terkandung, namum bunga Cosmos juga memiliki makna pahit yang sangat dalam.
Cerita kami sudah berakhir disini, dimalam dingin dengan angin yang berhembus kencang menusuk kulit, dimusim yang sama, dibulan yang sama pula kita memulai dan berakhir.
Terimakasih.