Dimana ada kebahagiaanku disitu pula ada kesedihan orang lain, dinama kebahagiaanku hilang disitu mulai terlihat kebahagiaannya. Harus aku bahagia diatas kesedihan itu atau harus aku hancurkan kebahagiaannya, mengapa harus aku?
Sinar matahari menembus kaca jendela ruangan yang putih bersih tanpa warna.
"Hallo semua" wajah cantik dengan senyuman yang masih membuat siapa saja bahagia tapi tidak dengan harinya
"Bisakah kau tidak tersenyum disaat kami sedih" muka yang jengkel dan penuh amarah
"Mengapa kalian bersedih?" Tanyaku kepada meraka
"Kami hampir saja tidak lulus apa kau tau itu?" Jawab salah satu dari mereka
"Selalu setiap kali kamu bahagia selalu saja jadi bencana bagi kami, kamu benar benar membuat kami sial" mata yang hampir berkaca kaca mengkin sebentar lagi menangis
"Oh, maaf kan aku, ak- aku tidak tahu kalian sedang bersedih"
"Lupakan kau memang menyebalkan"
Aku pergi meninggalkan mereka. Aku ingin menghibur mereka tapi mereka yang tak menginginkan ku.
Bolehkah aku menghilang dari dunia ini aku ingin memiliki tempat dimana aku bisa bahagia tanpa orang lain bersedih. Ingin dunia bahagia saat aku bahagia dan ingin dunia mendengarkan saat aku sedih. Tapi dunia seperti tidak akan pernah ada karena yang terjadi adalah dimana ada kebahagiaan disitu pula ada kesedihan begitu pula sebaliknya.