Malam ini, seperti biasanya sang wanita pelayan kedai itu tetap curi-curi pandang pada seorang pria yang duduk di pojok kedai.
Sang pelayan ingin berkenalan dengan pria itu, tetapi sangat malu untuk berbincang langsung.
"Menyanyilah. Kuputarkan mesin karaoke. Semua pengunjung di kedai kecil ini pasti akan memperhatikanmu, termasuk dia," kata seorang rekannya.
Dia pun menyetujuinya dan segera mengambil mikrofon. Benar saja, semua pengunjung kedai memperhatikan sang wanita saat menyanyi.
Semua merasa terhibur, kecuali si pria misterius itu. Dia masih saja sibuk dengan laptop dan buku di atas mejanya.
Hari-hari berikutnya pun masih sama, sang pria tetap tidak memperhatikan si wanita bernyanyi secara merdu.
Suatu hari, seorang teman pria itu datang. Si wanita memperhatikan keduanya. Ternyata, keduanya berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat.
Sang wanita kini tahu kenapa si pria tidak memperhatikannya saat bernyanyi. Merasa jatuh cinta, sang wanita pun mempelajari bahasa isyarat itu selama beberapa minggu.
Dia membeli beberapa buku dan menonton video berisi pelajaran bahasa isyarat. Akhirnya, suatu malam, dia kembali bernyanyi untuk pengunjung kedai.