"Kedua orangtuaku bercerai,Zarina.."Kata seorang perempuan sambil menangis-nangis.
"Tenanglah Lina semuanya akan baik-baik saja"Kata Zarina berusaha menenangkan Lina yg sedang bersedih.
"Zarina..Kau beruntung bisa memiliki keluarga yg harmonis tidak sepertiku.."Keluhnya dengan air mata yg terus jatuh di pipinya.
"I-iya kau benar"Jawab Zarina sambil menampilkan senyuman palsu di depan Lina.
"Andai saja kau tahu apa yg di deritaku selama ini.."Kata Zarina di dalam hati.
"Sekarang tenanglah Lina.Dan berpikir jernihlah.Mereka pasti melakukan itu karena sesuatu.Ada sebab ada alasan kan?"Kata Zarina sambil menepuk pelan pundak Lina.
"Aku tahu alasan mereka bercerai tapi...Kenapa mereka tidak memikirkan perasaanku saat mereka memutuskan bercerai!"Jawab Lina sambil terus menangis.
BEBERAPA MENIT KEMUDIAN...
"Aku..Akan pulang sekarang.Terima kasih sudah selalu ada di sampingku.Mungkin saja kita tidak akan bertemu lagi karena hak asuh anak diberikan kepada Ibuku.Dan aku akan ikut pergi dengannya ke Inggris"Kata Lina kemudian pergi meninggalkan Zarina sendirian.
"Iya"Kata Zarina dengan suara kecil.
SELANG BEBERAPA SAAT,HANDPHONE MILIK ZARINA BERBUNYI...
"CEPAT PULANG SEKARANG!!"Perintah Ibu Zarina dari telefon.
"I-iya Ibu"Jawab Zarina ketakutan.
*TUT*Zarina kemudian menutup panggilannya lalu beranjak dari tempatnya duduk.
"Sepertinya aku harus kembali ke neraka itu lagi ya?"Gumamnya sambil tersenyum masam.
ZARINA LALU PERGI DARISANA KEMUDIAN PERGI MENUJU RUMAHNYA.SESAMPAINYA DISANA...
"Ibu,Aku pulang"Kata Zarina dari balik pintu sambil mengetuknya.
*CKLEK*Pintu itu lalu dibuka.
"Darimana saja kau?!"Bentak Ibu Zarina setelah membukakan pintu untuknya.
"A-aku habis bertemu dengan temanku.."Jawab Zarina dengan badan yg gemetaran.
*PLAK*Suara tamparan yg langsung dilayangkan oleh Ibu Zarina membuat telinga Zarina berdengung saking kencangnya tamparan itu.
"Di saat seperti ini masih sempat-sempatnya kau pergi keluar!Awas saja jika kau keluar untuk melakukan hal tidak berguna seperti itu lagi.Kau akan merasakan akibatnya!"Marah Ibu Zarina.
"Iya,Ibu"Jawab Zarina dengan pandangan tertunduk di bawah sambil memegangi pipinya.
IBU ZARINA LANGSUNG MENJAMBAK RAMBUT ZARINA KEMUDIAN MEMASUKKAN KE DALAM RUMAH DENGAN CARA KASAR.DI DALAM KAMAR ZARINA...
*BRAK*Bunyi Ibu Zarina membanting pintu setelah melempar Zarina masuk ke dalam Kamarnya.
"Kenapa hidupku seperti ini?Hiks,Hiks,Hiks"Kata Zarina dengan suara kecil sambil duduk tepat di belakang pintu kamarnya.
"Ayah Ibu..Kemana sosok kalian yg dulu menyayangiku?"Tanya Zarina sambil terus menangis.
"Dulu kalian..Menyayangiku dengan sepenuh hati.Tapi kenapa KENAPA sekarang kalian seperti orang lain bagiku!?"Kata Zarina berusaha mengeluarkan semuanya yg Ia pendam selama ini.
10 TAHUN YG LALU...
"Janji pada Zarina kalau ayah dan ibu akan selalu menyayangi Zarina ya?"Kata Zarina yg masih berumur 7 tahun sambil mengacungkan jari kelingkingnya.
"Tentu saja,Zarina"Kata ayah dan ibu Zarina bersamaan sambil mengaitkan jari kelingking mereka juga ke jari milik Zarina.
KEMBALI DI TEMPAT ZARINA...
"Hentikan ocehan bodohmu itu!!"Bentak Ibu Zarina dari luar kamar Zarina kemudian masuk secara paksa.
"I-ibu hentikan,Sakit!!"Kata Zarina merengek kesakitan karena Ibunya terus menjambak rambutnya dengan kuat.
*GUBRAK*Ibu Zarina langsung melepaskannya dengan cara membantingnya ke lantai kayu rumah itu.
"Bersyukurlah karena aku masih membiarkanmu hidup!"Bentaknya kemudian berjalan keluar dari kamar lalu membanting pintu kamar itu.
"Kenapa aku dilahirkan untuk hidup menderita seperti ini?"Kata Zarina dengan suara kecil takut Ibunya datang lagi.
KEESOKAN HARINYA...
ZARINA BERSIAP-SIAP UNTUK PERGI KE SEKOLAHNYA.IA TERBURU-BURU INGIN PERGI KARENA TAKUT IBUNYA AKAN MENYAKITINYA LAGI..
"Hilangkan wajah sedihmu itu,Zarina"Kata Zarina kepada dirinya sendiri sambil menatap ke cermin.
SESAMPAINYA DI SEKOLAH...
"Apa kabarmu,Viona?"Tanya Zarina dengan wajah riang.
"Tentu saja aku baik-baik saja"Jawabnya sambil tersenyum.
"Ngomong-ngomong Zarina.Kenapa Tanganmu sedikit lebam begitu?"Tanya Viona khawatir.
"Ah,Kemarin aku memasak bersama Ibuku dan secara tidak sengaja minyaknya mengenai tanganku"Jawab Zarina sambil tersenyum palsu.
"Keluargamu harmonis ya.Apakah kau ada waktu nanti sore?Aku ingin mengajakmu makan-makan dengan yg lain"Tanya Viona.
"Maaf Viona,Tapi aku tidak bisa.Ada "Urusan Keluarga"Jelas Zarina.
"Oh,Sayang sekali.Tapi tidak apa-apa.Bersenang-senanglah bersama keluargamu"Jawab Viona.
"Iya"Kata Zarina sambil menampilkan senyuman yg cukup lebar.
SEPULANG SEKOLAH...
*KRIET*Zarina membuka pintu dengan sangat pelan takut Ibunya tiba-tiba datang.
*PRANKK*Bunyi botol kaca yg dipecahkan.
"A-apakah ayah sudah pulang!"Kata Zarina di dalam hati ketakutan.
"ZARINAA!!"Panggil Ayah Zarina dengan suara lantang.
"Datang ataupun tidak,Tetap saja aku akan dipukul olehnya"Kata Zarina di dalam hati kemudian memantapkan hati untuk menemui ayahnya.
DI DALAM...
"A-apakah ayah memanggilku?"Tanya Zarina gemetaran.
*TAP TAP TAP*Ayah Zarina kemudian mendekati Zarina dalam keadaan mabuk.
"Kemarilah Zarina..."Kata Ayah Zarina kemudian bersiap-siap melempar Zarina dengan botol alkohol di tangannya.
"Tidak,Aku harus cepat pergi ke kamarku!"Kata Zarina di dalam hati kemudian dengan cepat langsung berlari ke arah kamarnya.
*TAP TAP TAP*Suara langkah kaki ayah Zarina yg berlari mengejar dirinya.
*BRAK*Dengan cepat Zarina langsung menutup paksa pintu kamarnya untuk menghalau ayahnya yg mencoba masuk.
"BUKA PINTUNYA,ZARINA!!"Bentaknya sambil menggedor-gedor pintu.
"K-kau sedang mabuk ayah.A-aku tidak akan membukakan pintunya!"Jawab Zarina berusaha menahan pintunya agar tidak sampai terbuka.
*GUBRAK*Ayah Zarina langsung mendobrak pintu itu dan akhirnya Ia sudah ada di hadapan Zarina.
"AKHHH!!"Teriak Zarina karena dilempari botol alkohol oleh ayahnya sendiri.
"Awas saja jika kau melawan seperti itu lagi.Aku akan menghukummu lebih parah lagi!"Bentaknya kemudian pergi darisana.
KEPALA ZARINA SEDIKIT BERDARAH KARENA BOTOL ALKOHOL YG DILEMPARKAN OLEH AYAHNYA.IBUNYA YG PULANG TIDAK ACUH MELIHAT KEADAAN ZARINA YG SEDANG BERLUMURAN DARAH DAN HANYA BERJALAN MELEWATINYA...
MALAMNYA...
*TAP TAP TAP*Zarina berjalan pelan-pelan di rumahnya.
ZARINA LALU BERJALAN MENUJU DAPUR UNTUK MENGAMBIL SESUATU.SESAMPAINYA DISANA...
*SRING*Zarina langsung mengambil salah satu pisau dari dapur itu.
"Apakah dengan ini..Penderitaanku berakhir?"Tanyanya pada dirinya sendiri dengan pandangan kosong menatap pisau di tangannya.
"Kalaupun aku mati,Orangtuaku tidak akan peduli..Apapun yg kulakukan pasti selalu salah di hadapan mereka kan?".
"Kalau begitu lebih baik aku mengakhiri hidupku.Lagipula tidak ada yg berharga di kehidupan ini."
"Aku sudah muak dengan semua penderitaan ini.Sekarang aku akan mengakhiri penderitaanku dan juga penderitaan orangtuaku yg telah membesarkanku"Kata Zarina kemudian mengarahkan pisau itu ke urat nadinya.
*BRUK*Zarina langsung terjatuh ke lantai setelah Ia memotong urat nadinya.
*TAP TAP TAP*Seseorang langsung berlari kesana setelah mendengar suara Zarina yg terjatuh dan juga pisau yg berbunyi karena jatuh.
"Zarina Zarina!!"Panggil Ibu Zarina kemudian menaruh kepala Zarina di pangkuannya.
"Ibu?"Kata Zarina kemudian menatap ibunya dengan pandangan sayup.
"Cepat panggil Ambulans!!"Kata Ibu Zarina kepada ayah Zarina dengan suara keras.
"Kenapa kau melakukan ini,Zarina?!"Tanya Ibu Zarina dengan kekhawatiran yg cukup tinggi.
"Uhuk,Bukankah kalian tidak suka padaku?"Jawab Zarina sambil tersenyum.
"Terima kasih karena telah membesarkanku selama ini.Aku..minta maaf karena telah menjadi anak yg tak berguna selama ini"Sambung Zarina dengan darah yg terus mengalir di tangannya.
"Selama tinggal..Ibu"Kata Zarina untuk yg terakhir kalinya kemudian menutup matanya.
"ZARINA!!"Panggil Ibu Zarina.
DI MALAM ITU,ZARINA MEMUTUSKAN UNTUK MENGAKHIRI HIDUPNYA DAN AKHIRNYA TEWAS DI TEMPAT.DENGAN BEGITU SEMUA BEBANNYA SUDAH SEPENUHNYA HILANG.DAN AKHIRNYA MENINGGALKAN DUNIA ITU DENGAN TENANG...
"Terima kasih..."
~The End~