Drama Kelas yang Berani dan Pilihan Y/N
Semangat kompetisi kembali menyelimuti sekolah saat diumumkan bahwa akan ada lomba drama antarkelas. Kelas lain sudah memilih tema mereka. Ada yang mengangkat tema drama remaja, romansa, hingga drama keluarga. Masing-masing kelas berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik.
Di kelas Thousands of Memories, seluruh siswa berkumpul untuk menentukan tema drama mereka.
"Gimana, guys? Kita ambil tema yang seru aja, ya?" kata Fred Weasley dengan antusias.
"Bisa kita bikin drama komedi, biar semua orang ketawa," timpal George Weasley.
Namun, Harry Potter, sebagai ketua kelas, menginginkan sesuatu yang berbeda. "Gue rasa, kita harus ambil tema yang berani. Sesuatu yang bisa bikin penonton mikir."
"Aku setuju sama Harry," ujar Draco Malfoy. "Kita enggak bisa cuma lucu-lucuan. Kita harus tunjukin kalau kelas kita juga punya kualitas."
Akhirnya, setelah perdebatan panjang, Hermione Granger mengusulkan sebuah ide. "Gimana kalau kita bikin drama tentang seorang guru yang menyandera murid-muridnya untuk mengungkap kebenaran tentang kematian seorang siswa? Itu akan sangat menegangkan dan punya pesan moral yang kuat."
Semua siswa terdiam. Ide Hermione sangat berani, dan itu bisa menjadi drama yang paling menarik di antara kelas lain.
"Ide bagus, Mione!" seru Aya Parker. "Tapi... siapa yang bakal nulis naskahnya?"
Tiba-tiba, Y/N Yvette mengangkat tangannya. "Aku bisa coba, kalau kalian izinkan."
Semua siswa terkejut. Mereka tahu, Y/N adalah murid baru yang pendiam, tapi mereka tidak tahu kalau ia memiliki bakat menulis.
"Y/N, kamu serius?" tanya Harry, wajahnya terlihat kagum.
Y/N tersenyum lembut. "Iya, serius. Aku sudah punya beberapa ide di kepala. Aku yakin, aku bisa."
Setelah naskah selesai, mereka menentukan pemeran utama. Cho Chang terpilih sebagai pemeran utama karena ia memiliki kemampuan akting yang luar biasa dan wajahnya sangat ekspresif.
"Aku akan berakting sebagai seorang murid yang disandera oleh guruku sendiri," kata Cho dengan nada serius. "Aku akan tunjukkan emosi yang kuat."
Fred dan George berperan sebagai dua murid yang selalu membuat keributan, Ron Weasley sebagai murid yang penakut, dan Draco Malfoy sebagai murid yang misterius. Seluruh siswa kelas Thousands of Memories terlibat dalam drama ini, baik sebagai pemain, kru, maupun tim kreatif.
Di tengah latihan, Y/N menghampiri Cho.
"Cho," panggil Y/N. "Kamu... kamu keren banget. Aku senang, naskahku bisa kamu perankan."
Cho tersenyum. "Makasih, Y/N. Naskahmu juga keren banget. Aku jadi semangat."
Pertunjukan drama semakin dekat. Semua siswa Thousands of Memories bertekad, mereka akan memenangkan lomba ini. Mereka akan membuktikan, bahwa kelas mereka adalah yang terbaik.
Bagaimana menurutmu, apakah drama ini akan berhasil?
Malam Puncak dan Pengumuman Pemenang
Malam yang dinanti-nanti tiba. Auditorium sekolah dipenuhi oleh para siswa dari berbagai angkatan, termasuk guru-guru. Seluruh kelas Thousands of Memories duduk bersama, jantung mereka berdebar tak karuan. Mereka tidak sabar untuk menampilkan drama mereka, sekaligus penasaran dengan drama dari kelas lain.
Pertunjukan dimulai. Kelas X menampilkan drama horor yang terinspirasi dari Valak. Meskipun seram, banyak penonton yang tertawa karena tingkah laku pemainnya yang lucu. Lalu, ada kelas XII yang menampilkan drama penuh ketegangan yang terinspirasi dari Alice in Borderland. Drama mereka sangat keren, membuat penonton terkesima.
Setelah drama dari kelas lain selesai, tiba giliran kelas Thousands of Memories. Semua siswa naik ke atas panggung dengan gugup. Namun, saat musik dimulai, mereka semua berubah menjadi karakter.
Cho Chang, si pemeran utama, berhasil membawakan perannya dengan sangat emosional. Aktingnya sebagai murid yang disandera sangat meyakinkan. Begitu juga dengan Draco Malfoy, yang berhasil membawakan perannya sebagai murid misterius.
Y/N Yvette, si penulis naskah, melihat dari belakang panggung. Ia merasa bangga. Meskipun ini adalah drama pertamanya, semua pemain berhasil membawakan perannya dengan sangat baik.
Di tengah drama, Fred Weasley dan George Weasley berhasil membuat penonton tertawa dengan tingkah laku mereka. Ron Weasley juga berhasil membawakan perannya sebagai murid yang penakut.
Drama pun selesai. Seluruh penonton memberikan tepuk tangan yang meriah. Mereka semua kagum dengan drama yang berani dan penuh pesan moral itu.
Setelah semua drama ditampilkan, tiba saatnya pengumuman pemenang.
"Juara ketiga... dari kelas X!" seru kepala sekolah.
Seluruh siswa kelas X bersorak gembira.
"Juara kedua... dari kelas Thousands of Memories!"
Seketika, seluruh kelas Thousands of Memories bersorak. Meskipun mereka tidak menjadi juara pertama, mereka merasa sangat bangga.
"Terima kasih!" teriak Harry Potter, sang ketua kelas.
"Dan... juara pertama... dari kelas XII!"
Seluruh siswa kelas XII bersorak dan berpelukan. Mereka berhasil memenangkan lomba.
Meskipun kelas Thousands of Memories tidak menjadi juara pertama, mereka merasa kemenangan itu adalah kemenangan bersama. Mereka berhasil menunjukkan, bahwa mereka adalah kelas yang solid, kreatif, dan berani.
Setelah acara selesai, Y/N dihampiri oleh teman-temannya.
"Y/N! Naskahmu keren banget!" seru Aya Parker. "Kamu penulis naskah paling hebat yang pernah aku kenal!"
"Makasih, Ay," balas Y/N.
"Iya, Y/N! Ini semua berkat kamu!" tambah George Weasley. "Kita bangga banget sama kamu!"
Draco Malfoy juga ikut menghampiri. "Naskahmu keren, Y/N. Tapi... lain kali, kalau mau bikin naskah, minta bantuan gue, ya?"
Y/N hanya tertawa. Ia tahu, Draco hanya bercanda.
Malam itu, mereka semua pulang dengan hati yang senang. Mereka tahu, kemenangan bukanlah segalanya. Tapi, kebersamaan dan kenangan adalah hal yang paling berharga.