Maximus adalah seorang pengacara muda yang sangat jenius dan pekerja keras. Dia memiliki autisme, tapi itu tidak menghalanginya untuk menjadi salah satu pengacara terbaik di Jakarta.
Maximus sangat detail dan teliti dalam menganalisis kasus, dan memiliki ingatan yang sangat baik. Dia juga sangat peduli dengan klien-kliennya dan selalu berusaha untuk memenangkan kasus mereka.
Suatu hari, Maximus mendapat kasus yang sangat sulit. Seorang wanita muda bernama Aria dituduh membunuh suaminya, tapi dia bersikeras bahwa dia tidak bersalah.
Maximus percaya Aria dan berusaha untuk membuktikan bahwa dia tidak bersalah. Dia bekerja siang dan malam untuk menganalisis bukti dan mencari saksi.
Akhirnya, Maximus menemukan bukti yang sangat penting yang membuktikan bahwa Aria tidak bersalah. Dia mempresentasikan bukti itu di pengadilan dan memenangkan kasus Aria.
Aria sangat berterima kasih kepada Maximus dan memeluknya. Maximus merasa sangat bahagia dan puas karena telah membantu seseorang yang tidak bersalah.
Tapi, Maximus juga merasa sedih karena dia tahu bahwa masih banyak orang yang tidak memahami autisme dan memperlakukan orang-orang autis dengan tidak adil.
Dia berharap bahwa suatu hari nanti, orang-orang akan lebih memahami autisme dan memperlakukan orang-orang autis dengan lebih adil.
Bagaimana? Apakah kamu suka cerita ini?