Hamparan laut di depanku begitu indah, sungguh indah. Di tepian pantai aku berjalan mengikuti rasa untuk terus melangkah ke depan.
Setelah lama berjalan, aku duduk di satu pohon besar dan menikmati keindahan alam yang diciptakan Tuhan. Tenangnya..
"Andai bisa seperti ini selalu..." bisikku pada diri. Aku yang asyik melayan fikiran dan perasaan sendiri, datanglah seseorang mendekat padaku.
"Bisa aku duduk?" ucapnya sopan dan lembut.
Aku mengangguk padanya, "silakan."
Dia duduk diam di sampingku, aku yang ingin melihat jelas wajahnya dan tertanya-tanya siapa dia?
Dia membuka bicara setelah sekian lama dia diam. "Sudah lama ya.."
Aku bingung kerana tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas, dan bertanya padanya. "Sudah lama?"
"Ya.. sudah lama tidak bersama kamu.." selepas ia bicara begitu, aku terkejut bukan main. Aku? Kenapa aku? Apa aku kenal dia?
Dia tersenyum lembut, "Kamu masih saja polos yang memakai berwatak dewasa.." ucapnya sambil tertawa pelan.
Aku tercengang, apa maksud dia? Kerana terlalu penasaran, aku bertanya padanya, "Sebenarnya kamu siapa?"
"Aku adalah....." ayat terakhir tidak terdengar di telingaku, tapi melihat gerakan bibirnya yang samar membuat aku semakin bingung.
"Apa yang kamu bicara? Aku tidak memahaminya.." ucap aku dengan gelisah. Senyumannya masih kekal terukir di bibir.
"......." bicaranya tidak lagi terdengar dan membuat aku semakin bingung, penasaran atas dirinya.
"Siapa kamu?" ucapku dengan suara yang mulai tenggelam. Dia berdiri dan memandangku, wajahnya tidak dapat kita lihat siapa dia?
Dia berbalik dan pergi, aku berdiri dan mengejarnya dengan sekuat tenaga. Semakin aku dekat semakin kabur penglihatan. Semakin aku ingin gapai, dia terasa semakin jauh.
"Siapa kamu?!" aku menjerit supaya ia mendengar dan menjawabku. Jarak yang sudah sangat-sangat jauh membuat aku rasa tidak mampu.
Sayup-sayup terdengar di telingaku, "Aku adalah mimpimu.." Aku yang tidak percaya melihat sekeliling. Ya baru aku sedar bahawa tidak ada siapa-siapa di tempat ini.
"Kenapa terasa nyata? Aku melihat ramai orang lalu lintas tadi.. Kenapa sekarang hampa?"
"Adik!!"
Aku membuka mata terkejut oleh suara yang kuat.
"Kak?" jantungku terasa ingin meledak kerana melihat kakakku sedang menatapku dengan tajam.
"Lihat sekarang jam berapa?!" ucapnya dengan marah. "Kau berjanji dengan orang tapi malah kau yang lewat!"
Aku bangun dan cepat-cepat ke tandas sebelum harimau memangsa mangsanya.
Aku melihat cermin, "Mimpi tapi.. aku merasa begitu nyata.." Aku diam sejenak sebelum mandi.
Setelah mandi dan fikiran mula tenang, aku menyatakan bahawa 'itu' adalah mimpi semata wayang.
⚠︎ ini hanya cerita fiksi semata-mata.