exel adalah pemuda yang tampan namun berwajah datar dan karakter nya yang kaku membuat dia susah berteman dengan sembarang orang.
dua bulan setelah kelulusan nya di salah satu univeraitas ternama tak menjamin memikat perusahan untuk menerima nya bekerja
exel luntang lantung mennyodor kan resume dirinya ke perusahaan yang mencari karian hampir semua perusahan menolak nya karna belum ada pengalaman kerja.
sebenar nya dia memiliki nilai yang cukup bagus di kampus namun setiap perusahan mempunyai syarat tersendiri dan pengalam kerjalah yang di utamakan
exel putus asa akan usahanya mencari kerja hampir sepuluh hari belakangan ini tidak ada konfirmasi dari sekian perusahaan
exel bersantuy di balkon apartemen memandang ke atas melihat betapa cerah nya langit siang itu handfone exel berdering
kriiing.... kriiing... kriiing
halo ini siapa ?
"apa benar ini pak exel pratama"
"iya saya sendiri"
"saya dian dari perusahaan BC mau menyanpaikan bahwa anda di terima bekerja di perusahan kami"
"yang benar mbak nanti saya ditipu"
karna exel pernah di kerjain teman nya jadi dia berjaga jaga dari pada kecewa lagi
"benar nanti sore jam 3 anda bisa datang ke perusahan kami selamat siang dan terimakasih"
"siang mbak terimakasih kembali"
karna exel orang yang kaku tidak bisa mengexpresikan kegembiraan nya mendapat pekerjaan, exel hanya tersenyum tipis tanpa gerakan lebay
exel pun menyiap kan apa saja yang di perlukan nanti sore untuk intervew ulang memastikan apa keahlian dalam bekerja di perusahaan itu
karna senang exel bersemangat membersihkan tempat tinggal nya itu karna dia adalah tipe orang yang rajin dan gila kebersihan karna asyik bersih bersih tak terasa jarum jam menunjukan pukul 02.00 siang menjelang sore
exel bergegas mandi selesai mandi berganti pakaian setelan jas berwarna abu abu yang sangat cocok ia kenakan sore ini
exel mengendarai motor menuju perusahaan CB sesampai nya exel di kantor CB dia di persilahkan menunggu di ruang tunggu
hampir 15 menit menunggu ada seorang gadis menyodor kan map hijo kepada exel gadis itu pun memberitahu bahwa exel harus tanda tangan di berkas itu tanpa fikir panjang exel tanda tangan tanpa membaca isi kontrak kerja tersebut
"selamat ya anda resmi jadi karyawan disini"
siska mengulurkan tangan nya
"makasih banyak"
exel menjabat tangan siska
"perkenal kan saya siska sekertaris derektur disini"
"saya exel pratama"
exel melepas jabatan tangan nya
siska meninggal kan exel sendirian di ruang tunggu sekian lama exel menunggu tidak ada seorang pun yang datang menghampiri nya disana
tiba tiba ada orang laki laki berbadan tinggi besar menyerang nya bertubi tubi exel tidak melawan dia hanya mengelak karna tidak ingin mendapat masalah besar
orang itu pun mengeluarkan pisau lipat membuat exel terpaksa melawan dengan serangan tanpa henti tak lama kemudian laki laki itu terjatuh tak berdaya di lantai exel yang kehilangan kesabaran hampir menusuk dada orang itu tetapi di urung kan niat nya karna dia menyadari bahwa banyak orang yang menonton aksi nya itu
exel hendak pergi tapi di tahan seseorang yaitu direktur utama perusahan CB
"anda siapa kenapa menahan saya"
"aku bos mu nak jangan kau kurang ajar terhadap ku"
pak hendrik tersenyum hambar
"maaf saya tidak tau bahwa anda pimpinan perusahaan ini"
exel menundukan kepalanya
"tidak apa apa aku tidak kecewa karna kau membuktikan bahwa kau layak kerja disini"
"maaf maksud anda apa saya kurang paham"
"kau akan menjadi ******** handal hahahahaa"
"maaf saya tidak tertarik dengan kerjaan itu"
exel melangkah hendak pergi
"jangan macam macam dengan ku siapa pun yang berhubungan dengan mu akan ku b*****"
"jangan mengancam aku tidak suka seperti itu"
"terserah padamu saja,perkataan ku tak pernah bohong nak"
dengan begitu terpaksa exel berkerja menjari gangster berkedok perusahan CB hari demi hari di lewati bulan berganti tahun tak terasa sudah 2 tahun exel bekerja disana dengan jutaan misi ia selesaikan dengan sempurna tanpa cela membuat direktur semakin menyukai kinerja exel
kini kepribadian exel berubah drastis, exel yang dulu sering bernyanyi di balkon sekarang lebih suka merenung dan melamun tanpa henti terkadang exel tidak tidur semalaman karna terhanyut dalam lamunan
dua tahun bekerja di kantor CB exel di angkat menjadi ketua insfektor.
karna tampang nya yang cakep membuat semua karyawan wanita mendamba dambakan kehadiran exek sebagai pacar tetapi exel tidak pernah menghiraukan para wanita yang ada di kantor ny itu.
ketika exel menjalani misi rahasia di salah satu hotel bintang lima
ada seorang gadis yang cantik nan lembut lewat
exel sejenak terpesona akan kelembutan wajah gadis itu dan suaranya yang merdu membuat exel lupa akan beban hidup nya sejenak
"permisi tuan,,, tuaaan"
pelayan hotel mengejutkan exel
"aastaga"
exel mengerutkan dahi nya
"apa anda baik baik saja tuan"
sapa pelayan hotel itu
"ya saya baik baik saja"
exel melanjutkan langkah nya mencari orang yang tadi ia buntuti tetapi orang itu sudah hilang dari sana membuat exel sangat kesal dan jengkel
exel marah dengan dirinya sendiri kenapa terpengaruh dengan wanita
''siaalan aaaaargh"
kesel berteriak sangat keras
"ada apa dengan nya baru kali ini dia semarah itu"
pak bambang melihat ke arah exel
"ayo kita pergi atar aku pulang"
exel masuk ke mobil
pak bambang melajukan mobil nya menuju apartemen exel di pusat kota
tak butuh waktu lama mobil pak bambang berhenti di depan bangunan megah nan tinggi
"udah sampai xel"
pak bambang menoleh kearah exel di sebelah nya
"hmm anda boleh pergi pak"
"tak pernah sekalipun dia bilang makasih dasar manusia berhati batu"
grutu pak bambang
walau exel mendengar perkataan pak bambang dengan jelas tetapi dia tidak menghiraukan dan tetap meneruskan langkah kakinya menuju apartemen nya di lantai 45
setelah masuk apartemen exel memutus kan mandi karna dia merasa gerah setelah berlari mengelilingi hotel tadi, belum lama exel mandi terdengar suara bel berbunyi
ting.. tong.. ting.. tong
tok.. toook... tooook
"siapa yang mengganggu ku dijam segini"
terdengar sangat kesal
exel menuju pintu hanya mengenakan handuk untuk menutupi separuh bagian bawah badannya exel pun meraih gagang pintu
kreeeek....
pintu baru terbuka sedikit namun sudah didorong sekuat tenaga oleh orang di balik pintu membuat exel terjatuh
"kau siapa lancang sekali masuk rumah orang tanpa ijin"
suara exel menggema di ruangan itu
"maa maaf saya di kejar kejar orang saaya takut sekali hanya tuan yang membukakan pintu"
terlihat sangat pucat wajah gadis itu
"baiklah kau boleh bersembunyi disini beberapa waktu tapi ingat jangan sentuh apapun"
exel menatap sinis ke arah gadis itu
"terimakasih tuan"
senyuman manis mereka dibibir nya
"siapa namamu, kalau kau berbuat macam macam aku bisa mencarimu"
axel memunggungi nya karna malu hanya memakai handuk saja
"anggita tuan"
axel tidak bersuara dia meninggal kan gadis itu pergi ke kamar nya.
exel mengenakan kaos hitam dan celana pendek dan berdiri di depan cermin menata rambut kebanggan nya itu sesekali exel memikirkan anggita sepertinya dia pernah bertemu tapi exel lupa dimana
"aaah aku ingat dia yang mengacaukan misiku tadi di hotel, siaalan awas kau yaa"
exel segera keluar menuju ruang utama di apartemennya itu dan yaa anggita adalah gadis yang patuh dan santun nan ayu
exel terkejut melihat anggita masih berdiri dengan posisi seperti semula dia baru datang tadi tanpa bergeser 1 centi saja.
semula exel marah dan ingin menuntut tanggung jawab anggita soal gagal nya misi yang ia lakukan tadi di hotel melihat prilaku anggita yang patuh membuat nya mengurungkan niat yang gak kelas itu
"kenapa kau masih berdiri disitu"
bentak exel kepada anggita
"tadi tuan melarang saya menyentuh barang di ruangan ini jadi saya berdiri saja"
"dasar konyol duduklah di sofa itu besok pagi segera pergi dan jangan pernah kembali kesini"
"baik tuan terimakasih banyak bantuan nya"
anggita menyunggingkan senyuman manis
exel tetpaku melihat anggita tersenyum sangat manis membuat darah dan jantung nya seakan berhenti sebentar.
karna takut ketauan gerogi exel pergi masuk kamar di dalam kamar exel mondar mandir dan meremas rambut nya karna bingung kenapa bisa jantung nya berhenti berdetak melihat senyuman anggita
"aaaargh ada apa ini kenapa semua ini terjadi"
"apa aku sudah gila karna seorang wanita"
ezel berguling guling di atas kasur karna bingung
semalaman exel gak tidur terlihat mata exel sayup karna kantuk.
exel keluar kamar sekitar jam 5 pagi terlihat anggita hendak pergi mata exel yang semula sayup terbelalak melihat anggita seakan akan exel tidak rela di tinggal anggita pergi
"tunggu kau mau kemana sepagi ini"
suara exel mengejutkan anggita
"saa saya mau pulang tuan karna sudah pagi"
suara anggita terbatah batah karna gugup
"apa kau mau di culik orang yang semalam"
exel menakut nakuti anggita
anggita menggelengkan kepalanya
"diam lah disini untuk beberapa jam lagi"
"lagi pula aku sedang libur kerja"
exel meninggalkan anggita ke kamar mandi setelah selesai mandi exel bingung harus memakai baju apa karna dia ingin terlihat sempurna dihadapan anggita.
begitu lama bingung memilih baju akhirnya dia pun keluar hendak mengajak anggita sarapan di lestoran yang terletak di lantai bawah terapi usahanya itu gagal karna anggita sudah memasak masakan yang sederhana yaitu nasi goreng
"silahkan tuan saya hanya bisa memasak ini saja karna saya lihat kulkas tuan hanya ada air mineral saja"
exel merasa malu karna masalah kulkas kosong mereka pun sarapan setelah sarapan mereka berbincang bincang mengenangi kehidupan dan exel memberanikan diri untuk bertanya
"apaa kau sudah punya pacar anggita"
exel meremas celana pendek nya
"belum tuan gak ada yang suka saya karna saya jelek"
anggita tersenyum malu
"kau bohong mana ada cowok yang gak suka kamu"
anggita terdiam memalingkan wajah nya ternyata anggita juga mempunyai rasa terhadap exel.
dan pertemuan ini bukan kali pertama karna anggita dan exel sering berpapasan hanya saja exel tidak pernah memperhatikan keberadaan anggita.
"apa kau mau jadiii, ah sudah lah mungkin kau tidak akan menerima nya"
suara ketus exel membuat anggita terkejut
"aku tidak menolak nya dan aku juga suka anda dari awal kita papasan di STUDIO FOTO KISS"
anggita menutupi wajah nya dengan kedua tangan nya.
exel terkejut dengan pernyataan anggita tadi tanpa basa basi exel memeluk anggita dengan erat
exel yang kaku selalu berwajah datar kini tersenyum lebar karna cinta pertamanya.
exel menceritakan kerjaan nya dari A sampai Z kepada kekasihnya itu tetapi anggita nampak tenang dan tidak terkejut sekali pun nampak senyuman di wajah anggita
anggita pun ikut menceritakan kehidupan nya.
exel yang mendengar semua kisah dan nama orang tua anggita terkejut karna papa anggita adalah direktur di perusahaan alex bekerja
"jadi kamu anak bos ku"
axel menatap tajam kearah anggita
"iya awal nya aku tidak tau pekerjaan papa ku"
"aku mengetahui detail pekerjaan nya melalui kany"
anggita menggenggam tangan exel
"ini berbahaya kalau sampai papa mu tau soal ini"
exel mengelus rambut anggita
"tudak dia tau kalau aku suka kamu tapi papa menjamin bahwa kau tidak akan tertarik kepadaku"
"apa bos mengira aku g** tidak tertarik kepada wanita"
terlintas di kepala exel ide yang akan membuat papa anggita berhenti jadi mafia atau gangter
exel menyuruh anggita pulang kerumah untuk menjalankan ide nya itu
anggita pulang memberitahu papa nya bahwa dia di tolak dan dihina oleh exel
papa anggita terfropokasi oleh ucapan anggita dan dia ingin memberi perhitungan kepada exel tetapi anggita melarang karna anggita ingin memiliki exel
"lantas apa mau nak"
"aku ingin ayah memenuhi syarat yang di ajukan exel terhadap ku"
"apa syarat nya aku akan mengabulkan nya"
"tetapi papa harus janji kepada ku dan menandatangangi kertas kosong ini"
"apa apaan ini papa tidak mau karna itu akan membahayakan nyawamu"
"tidak papa percaya kepada ku tidak akan terjadi apa apa dengan ku"
papa anggita setuju menandatangani surat kosong itu dan rencana mereka berdua berhasil walau belum sepenuh nya
exel pun datang ke rumah anggita denhan menggenggam tangan anggita papa anggita tersenyum melihat mereka bersama
exel memulai percakapan serius dengan papa anggita tentang kertas yang ia tandatangani setelah exel memberi tau isi surat itu papa anggita murka dan beranjak dari duduk nya
anggita melihat papa nya murka besar segera buka suara bahwa itu adalah ide nya sendiri supaya exel dan papa berhenti dengan pekerjaan itu
mendengar semua penjelasan dari anggita papa nya sedikit mengerti dan mencoba mengubah sistem kerja perusahaan CB
awalnya papa anggita mengalami kesulitan atas pengubahan sistem kerja kantor CB dan hampir gulung tikar tapi exel berusaha membantu papa anggita agar tidak putus asa dan tidak bangkrut
enam bulan berlalu akhir nya kantor papa anggita berjalan lancar tanpa halangan masalalu yang kelam di pendam
exel dan anggita bahagia cinta pertama yang terwujud tanpa halangan mereka berdua menikah dengan pesta yang sangat meriah.
papa anggita lah yang mengurus semua keperluan pernikahan karna exel tidak punya orang tua selama ini dia hidup bersama nenek nya yang tinggal di kampung
nenek exel bahagia walau tidak dapat hadir di acara pernikahan exel karna keadaan nya yang sudah tua dan sakit jadi hanya bisa lihat lewat handfone saja.
semua bahagia melihat exel dan anggita menikah tetapi di sela kebahagian mereka datang seorang tamu yang tak di undang yaitu sandy anak dari musuh papa anggita dia berusaha mengancurkan kebahagian mereka
door...dooor... dooor
tembakan yang awal nya di tujukan ke exel dihadang anggita semua orang terkejut dan berlari menangkap sandy
exel mendekap tubuh anggita yang sudah tidak bernyawa lagi exel menangis dan marah melihat orang yang ia cinta meninggal di depan matanya sendiri. pernikahan berubah menjadi pemakaman exel pun juga ikut berubah menjadi orang yang kejam tanpa belas kasih
the end thanks semua dukung aku terus si PEMULA